الحجرٰت (Al-Hujurat)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
jangan
تَرْفَعُوْٓا
kamu meninggikan
اَصْوَاتَكُمْ
suaramu
فَوْقَ
di atas
صَوْتِ
suara
النَّبِيِّ
nabi
وَلَا
dan jangan
تَجْهَرُوْا
kamu keraskan
لَهٗ
kepadanya
بِالْقَوْلِ
dengan perkataan
كَجَهْرِ
seperti keras
بَعْضِكُمْ
sebagian kamu
لِبَعْضٍ
terhadap sebagian
اَنْ
bahwa
تَحْبَطَ
akan hapus
اَعْمَالُكُمْ
amal-amal kamu
وَاَنْتُمْ
dan kalian
لَا
jangan
تَشْعُرُوْنَ
menyadari
﴿٢﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.
4614 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasulNya serta melaksanakan syariatNya, janganlah meninggikan suara kalian di atas suara nabi saat kalian berbicara kepadanya, jangan memanggilnya dengan keras seperti panggilan sebagian kalian kepada sebagian lainnnya, bedakanlah dia dalam pembicaraan kalian kepadanya, sebagaimana beliau berbeda dari kalian, karena Allah telah memilih beliau sebagai nabi dan rasulNya, mewajibkan atas kalian beriman kepadanya, mencintainya, menaatinya dan meneladaninya. (semua itu karena) dikhawatirkan amal-amal akan batal sementara kalian tidak menyadarinya dan merasakannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9772-surat-al-hujurat-ayat-2.html
Tafsir as-Sa'di
2. Selanjutnya Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras.” Ini adalah adab terhadap Rasulullah ketika berbicara dengan beliau.Artinya, orang yang berbicara dengan Rasulullah tidak boleh meninggikan suaranya melebihi suara Rasulullah dan tidak boleh mengeraskan suara di hadapan Rasulullah, ketika berbicara dengan Rasulullah suara harus dilirihkan dengan sopan, lembut seraya mengagungkan dan memuliakan, karena Rasulullah bukan seperti salah seorang dari kalian, untuk itu bedakanlah ketika berbicara dengannya sebagaimana kalian membedakan hak-haknya terhadap umatnya, kalian wajib mencintainya dengan kecintaan di mana keimanan tidak bisa sempurna tanpanya. Karena tanpa melaksanakan hal itu dikhawatirkan akan bisa menggugurkan amalan seorang hamba sedangkan dia tidak merasa, sebagaimana beretika terhadap Rasulullah juga merupakan salah satu penyebab mendapatkan pahala dan diterimanya amalan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9772-surat-al-hujurat-ayat-2.html
Tafsir Al-Wajiz
2. Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian tinggikan suara kalian di atas suara nabi saat kalian berbicara untuk menjaga kehormatan dan harga dirinya dan untuk menghindari terjadinya konfik serta untuk memuliakannya dan merendah di hadapannya. Jangan kalian keraskan suara kalian kepadanya sebagaimana kalian berbicara keras dengan sebagian kalian dan janganlah kalian memanggilnya dengan menggunakan namanya saja melainkan dengan sifatnya kenabian dan kerasulannya.Janganlah kalian berbincang dengannya layaknya kalian berbincang dengan sebagian kalian untuk memuliakannya, Hal itu dikhawatirkan akan merusak pahala amal perbuatan kalian sedangkan kalian tidak merasakan bahwa pahala amal kalian hilang dan sia-sia. Qatadah berkata: “Mereka berbicara kepadanya dengan lantang dan meninggikan suara mereka, lalau Allah menurunkan ayat {Laa tarfa’uu ashwaatakum}”
Sumber: https://tafsirweb.com/9772-surat-al-hujurat-ayat-2.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-3 Melalui ayat-ayat ini Allah سبحانه وتعالى mengajarkan etika kepada para hambaNya yang beriman dalam bermuamalah dengan Rasulullah ﷺ berupa menghormati, memuliakan, dan mengagungkan beliau ﷺ, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya,1 dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (1)) yaitu, janganlah kalian tergesa-gesa dalam segala sesuatu di hadapannya, yakni sebelum beliau, bahkan hendaknya kalian mengikuti beliau dalam segala urusan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya) yaitu janganlah mengatakan hal yang bertentangan dengan kitab Allah dan sunnah.Mujahid berkata,"Janganlah meminta fatwa kepada Rasulullah ﷺ tentang suatu perkara, sebelum Allah سبحانه وتعالى menyelesaikannya melalui lisannya" Firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi) Ini merupakan etika lainnya dimana Allah mendidik hamba-hambaNya yang beriman agar mereka tidak meninggikan suaranya di hadapan Nabi ﷺ lebih tinggi daripada suara beliau. Para ulama berkata bahwa makruh meninggikan suara di hadapan kuburan Nabi ﷺ sebagaimana hal itu dimakruhkan saat beliau ﷺ masih hidup. Karena sesungguhnya beliau ﷺ tetap dimuliakan, baik semasa hidup maupun sesudah wafatnya untuk selamanya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى melarang orang-orang mukmin berbicara kepada beliau dengan suara keras sebagaimana seseorang berbicara dengan temannya, bahkan dia harus bersikap tenang, menghormati, dan memuliakan beliau saat berbicara. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain) Sebagaimana Allah berfirman: (Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)) (Surah An-Nur: 63) Firman Allah: (supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari) yaitu sesungguhnya Kami melarang kalian meninggikan suara di hadapan Nabi ﷺ karena dikhawatirkan beliau akan marah, sehingga Allah juga marah karena kemarahan beliau.Sehingga amal baik orang yang membuatnya marah akan dihapus, dan dia tidak menyadarinya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menganjurkan kepada orang-orang mukmin agar merendahkan suaranya di hadapan Nabi ﷺ dan Allah mendorong, membimbing, dan menganjurkan mereka untuk melakukannya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa) yaitu paling tulus dalam melakukannya dan menjadikannya sebagai ahli dan tempat untuk takwa (Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar)
Sumber: https://tafsirweb.com/9772-surat-al-hujurat-ayat-2.html
Informasi
Surat
الحجرٰت (Al-Hujurat)
Kamar-Kamar — 18 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
2 dari 18 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 515
Ruku
Ruku 450
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 103 (206/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4614 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-49