Per AyatMushaf
مَا
tidak akan
يُبَدَّلُ
diganti/dirubah
الْقَوْلُ
perkataan/keputusan
لَدَيَّ
di sisi-Ku
وَمَآ
dan tidaklah
اَنَا۠
Aku
بِظَلَّامٍ
dengan berbuat aniaya
لِّلْعَبِيْدِ
terhadap hamba-hamba-ku
ࣖ
﴿٢٩﴾
Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku.”
4659 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

PerkataanKu (keputusanKu) tidak dapat dirubah. Aku tidak menyiksa seseorang karena dosa orang lain. Aku hanya mengazab seseorang karena dosanya sendiri sesudah tegaknya hujjah atasnya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/9835-surat-qaf-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29. ”Keputusan di sisiKu tidak dapat diubah.” Artinya, Allah tidak mungkin memungkiri apa yang difirmankan dan diberitakanNya, sebab tidak ada yang perkataannya paling benar selain Allah. “Dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hambaKu.” Aku membalas mereka sesuai dengan amalan mereka baik dan buruknya, kejelekan mereka tidak ditambah sedikit pun dan kebaikan mereka tidak dikurangi sedikit pun.

Sumber: https://tafsirweb.com/9835-surat-qaf-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. UcapanKu itu tidak akan berubah, begitu juga janjiKu. Aku tidak menzalimi siapapun, sehingga aku tidak akan menyiksa siapapu kecuali yang berdosa

Sumber: https://tafsirweb.com/9835-surat-qaf-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 23-29 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amal perbuatan anak cucu nabi Adam, bahwa malaikat itu pada hari kiamat akan menjadi saksi atas segala perbuatannya (Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku) yaitu telah tersedia dan tercatat tanpa ditambahi dan dikurangi. Mujahid mengatakan bahwa ini merupakan perkataan malaikat yang menggiring manusia, dia berkata,"Ini adalah anak cucu nabi Adam yang Engkau tugaskan aku untuk mengawasinya, kini aku hadapkan kepadaMu" Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa kalimat ini diucapkan malaikat penggiring dan malaikat yang menjadi saksi. Pendapat Ibnu Jarir cukup beralasan dan kuat.Maka pada saat itulah Allah سبحانه وتعالى memutuskan hukum terhadap makhlukNya dengan adil, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala (24)) Ulama Nahwu berbeda pendapat tentang firman Allah, (Lemparkanlah) Sebagian dari mereka berkata bahwa kalimat ini menurut bahasa sebagian orang Arab yang berbicara kepada isim mufrad dengan memakai tasniyah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Al-Hajjaj, bahwa dia berkata,"Wahai algojoku, penggallah lehernya!" Dikatakan bahwa huruf alifnya merupakan pergantian dari nun taukid, tetapi pendapat ini jauh dari kebenaran, karena sesungguhnya hal seperti ini hanya digunakan saat waqaf. Makna yang jelas bahwa lafaz ini ditujukan kepada malaikat penggiring dan malaikat penyaksi. Malaikat penggiring yang menghadirkannya ke tempat penghisaban; dan setelah malaikat penyaksi mengemukakan persaksian terhadapnya, lalu Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada keduanya agar mencampakkannya ke dalam neraka Jahanam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali (Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang sangat ingkar dan keras kepala (24)) yaitu sangat kafir dan mendustakan kebenaran, sedangkan “'anid” adalah mengingkari kebenaran dan menentangnya dengan kebathilan, padahal dia mengetahui itu (yang sangat enggan melakukan kebajikan) yaitu, tidak mau menunaikan apa yang ada padanya, tidak berbuat kebaikan, tidak mau menyambung hubungan silaturahmi dan tidak mau bersedekah” (Mu'tadin) yaity melanggar batas dalam membelanjakannya dan juga dalam menggunakannya melampaui batas. (lagi ragu-ragu) yaitu ragu dalam urusannya dan mencurigakan orang yang melihat urusannya (yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah) yaitu menyekutukan Allah dan menyembah selain Allah bersama Dia (maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat) Telah disebutkan dalam hadits bahwa leher neraka muncul di hadapan semua makhluk, lalu berseru dengan suara yang dapat didengar semua makhluk, "Sesungguhnya aku diperintahkan untuk membakar tiga macam orang, yaitu setiap orang yang sewenang-wenang dan keras kepala, orang yang menyembah tuhan lain beserta Allah, dan para pembuat berhala" lalu neraka Jahanam membelit mereka. (Yang menyertai dia berkata (pula)) Mujahid, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa yang dimaksud adalah setan yang menemaninya (Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya) yatu Allah menceritakan tentang manusia yang berada di hari kiamat dalam keadaan kafir.Setan yang selalu menemaninya berkata: (Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya) yaitu aku tidak menyesatkannya (tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh) yaitu bahkan dia sendiri yang tersesat dan menerima kebathilan serta menentang kebenaran. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberitahukan dalam ayat lain: (Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku.Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih (22)) (Surah Ibrahim) Firman Allah: (Allah berfirman, "Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku") Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada manusia dan temannya dari kalangan jin, karena keduanya bertengkar di hadapan Allah سبحانه وتعالى.Manusia itu berkata, "Ya Tuhanku, dia telah menyesatkan aku dari peringatanMu setelah dia datang kepadaku" Dan setan berkata: (Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh) yaitu dari jalan yang benar, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada keduanya: (Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku) di hadapanKu (padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu) yaitu, Aku telah memperintatkan kalian melalui lisan para rasulKu, dan Aku telah menurunkan kitab-kitab serta menegakkan hujjah, keterangan, dan bukti-bukti kepada kalian. (Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah Aku telah memutuskan apa yang Aku kehendaki (dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku) yaitu Aku tidak mengazab seseorang karena dosa orang lain, kecuali karena dosanya sendiri setelah hujjah ditegakkan terhadapnya

Sumber: https://tafsirweb.com/9835-surat-qaf-ayat-29.html

Informasi

Surat

ق (Qaf)

Qaf — 45 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 45 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 519

Ruku

Ruku 453

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 104 (208/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4659 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-50