البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
يٰبَنِيْٓ
Wahai keturunan
اِسْرَاۤءِيْلَ
Israil
اذْكُرُوْا
ingatlah
نِعْمَتِيَ
nikmatKu
الَّتِيْٓ
yang
اَنْعَمْتُ
Aku telah anugerahkan
عَلَيْكُمْ
atas kalian
وَاَوْفُوْا
dan penuhilah
بِعَهْدِيْٓ
dengan janji kepadaKu
اُوْفِ
Aku penuhi
بِعَهْدِكُمْۚ
dengan janji kalian
وَاِيَّايَ
dan kepadaKulah
فَارْهَبُوْنِ
kamu harus tunduk
﴿٤٠﴾
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja.
47 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai keturunan Ya’kub Ingatlah nikmat-nikmat Ku yang banyak yang dilimpahkan kepada kalian dan bersyukurlah kepada Ku serta penuhilah wasiat Ku kepada kalian, yaitu Bahwa kalian akan mengimani kitab-kitab Ku dan rasul-rasul Ku semuanya serta mengamalkan ajaran-ajaran syariat Ku. Jika kalian mengamalkan hal itu, Aku akan penuhi apa-apa yang telah Aku janjikan kepada kalian berupa Rahmat di dunia dan keselamatan di akhirat. Dan hanya kepada Ku saja hendaknya kalian takut, dan waspadailah oleh kalian siksa Ku jika kalian melanggar perjanjian tersebut dan kalian kafir kepada Ku.
Sumber: https://tafsirweb.com/330-surat-al-baqarah-ayat-40.html
Tafsir as-Sa'di
40. “Hai Bani Israil.” Yang dimaksud dengan Israil adalah Nabi Ya’qub Alaihissalam, khitbah ini ditujukan kepada kelompok-kelompok dari Bani Israil, yang berada di Madinah dan sekitarnya, termasuk di dalamnya orang-orang yang datang setelahnya. Allah memerintahkan kepada mereka dengan suatu perintah yang bersifat umum seraya berfirman, ”Ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu,” yang termasuk didalamnya seluruh nikmat-nikmat yang akan disebutkan dalam surat ini sebagiannya, dan yang dimaksudkan dengan mengingatnya dengan hati adalah adanya pengakuan, dab dengan lisan adanya pujian, dan dengan anggota tubuh adalah dengan menggunakannya kepada hal-hal yang disukai oleh Allah dan di ridhaiNya, “dan penuhilah janjimu kepadaKu, ” maksudnya, apa-apa yang diamanatkannya kepada mereka berupa amanat iman kepadaNya, kepada Rosul-rosulNya dan menegakkan syari’atNya, ”niscaya Aku penuhi janjiKu kepadamu, ” maksudnya Allah memberikan ganjaran akan hal tersebut. Dan yang dimaksud adalah apa yang Allah sebutkan dalam firman-Nya: "Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu.Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus." (QS. Al-Maidah : 12) Kemudian Allah memerintahkan mereka untuk melakukan sebab yang dapat mendorong mereka untuk menunaikan janjinya yaitu rahbah (takut akan pembalasan) dariNya dan khasyyah (takut disebabkan ma’rifat tentang keagungan) Nya semata, karena sesungguhnya orang yang khasyyah kepadaNya pastilah khasyyah itu akan mendorongnya untuk menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kemudian Allah memerintahkan kepada mereka dengan suatu perintah yang bersifat khusus yang mana keimanan mereka tidak akan sempurna dan tidak akan benar kecuali dengannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/330-surat-al-baqarah-ayat-40.html
Tafsir Al-Wajiz
Wahai keturunan Ya’kub! “Ingatlah nikmatKu atas kalian dan leluhur kalian, dengan menyelamatkan kalian dari banjir bandang dan kesesatan Fir’aun, menaungi dengan awan, menurunkan kitab, memilih rasul-rasul dari golongan kalian dan lain sebagainya. Penuhilah janjiKu kepada kalian dalam Taurat dengan mengikuti Muhammad ﷺ! Niscaya Aku akan memberi kalian sesuatu yang mengamankan kalian berupa balasan kebaikan dan pahala yang melimpah atas ketaatan (kalian), takutlah kalian kepadaKu dan janganlah takut kepada siapapun selain Aku!”.
Sumber: https://tafsirweb.com/330-surat-al-baqarah-ayat-40.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberikan perintah kepada Bani Israil untuk masuk Islam dan mengikuti nabi Muhammad ﷺ yang telah diberi rahmat dan salam terbaik oleh Allah, dan mendorong mereka dengan menyebut bapak mereka, yaitu nabi Ya'qub عليه السلام. Makna kalimatnya adalah: "Hai anak-anak dari hamba yang taat kepada Allah, jadilah seperti ayah kalian dalam mengikuti kebenaran" Seperti ketika seseorang berkata,"Hai anak yang mulia, lakukanlah ini!" atau "Hai anak yang gagah berani, keluarlah menjadi pahlawan!" atau "Hai anak yang cerdas, carilah ilmu", dan sejenisnya. Dari Abdullah bin Abbas, bahwa sesungguhnya Bani Israil itu seperti dengan ucapanmu, yaitu hamba Allah.Terkait firman Allah سبحانه وتعالى, (ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu) Mujahid berkata,’Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada mereka, baik yang disebutkan maupun yang tidak, yaitu ketika Dia memecahkan batu untuk mereka, menurunkan manna dan salwa, serta menyelamatkan mereka dari perbudakan keluarga Fir'aun" Abu Al-'Aliyah berkata,"NikmatNya adalah menjadikan di antara mereka para nabi dan rasul serta menurunkan kitab-kitab untuk mereka." Saya berkata,”ini seperti ucapan nabi Musa عليه السلام kepada mereka, (Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".) (Surah Al-Maidah: 20) maknanya yaitu di zaman mereka.Dari Ibnu Abbas terkait firman Allah سبحانه وتعالى, (ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu) maknanya yaitu bantuanKu yang untuk kalian dan nenek moyang kalian ketika Aku menyelamatkan mereka dari Fir'aun dan kaumnya. Terlkai firman (dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu) Ibnu Abbas berkata maknanya adalah perjanjian yang Aku ambil dari leher kalian, yaitu perjanjian dengan nabi Muhammad ﷺ ketika dia datang kepada kalian (niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu) maknanya yaitu, Aku akan memenuhi janjiKu kepada kalian dengan membenarkan dan mengikutinya dengan melepaskan beban dan belenggu yang sebelumnya ada di leher kalian karena dosa-dosa yang kalian perbuat. Abu Al-'Aliyah berkata, (dan penuhilah janjimu kepada-Ku) maknanya yaitu janji Allah kepada hamba-hambaNya yaitu agama Islam, supaya mereka mengikutinya" Firman Allah, (dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)), maknanya adalah takutlah kepadaKu.Ini adalah pendapat yang dikatakan oleh Abu Al-'Aliyah, As-Suddi, Ar-Rabi' bin Anas, dan Qatadah. Ibnu Abbas berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى (dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)) maknanya yaitu, Allah akan menurunkan kepada kalian sesuatu yang telah diturunkan kepada orang-orang sebelum kalian yaitu nenek moyang kalian berupa adzab-adzab yang telah kalian ketahui, seperti adzab membalikkan bumi dan lainnya. Ini merupakan peralihan dari ajakan menjadi ancaman.Allah سبحانه وتعالى telah mengajak mereka dengan cara yang halus dan cara memberi ancaman, barangkali mereka kembali kepada kebenaran, mengikuti Rasulallah ﷺ, merenungi Al-Quran beserta peringatan-peringatannya, melaksanakan perintah-perintahNya, dan membenarkan berita-berita dariNya.Allah adalah Yang Maha Pemberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus. Karena itu, Dia berfirman, Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat)). Kata (mushaddiqan) itu manshub karena menjadi “haal” dari kata “maa”, bentuknya yaitu “bil ladzi anzaltu mushaddiqan” (beriman kepada apa Aku turunkan) atau dari “dhamir” yang dibuang, bentuknya yaitu “bi maa anzalathu mushaddiqan” (beriman kepada apa yang Aku turunkan) bisa juga menjadi “mashdar” dari “fi’il”, yaitu pada firman Allah (Bi maa anzaltu mushaddiqan) maknanya yaitu Al-Quran yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad ﷺ, nabi dari bangsa Arab, yang ummi, sebagai kabar gembira dan peringatan, pelita yang menerangi, mengandung kebenaran dari Allah سبحانه وتعالى, dan membenarkan apa yang telah ada sebelumnya yaitu Taurat dan Injil.Abu Al-'Aliyah berkata terkait firman Allah سبحانه وتعالى (Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat)).maknanya yaitu:"Wahai Ahli Kitab, berimanlah kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan apa yang ada pada kalian dia berkata: "Karena sesungguhnya mereka itu mendapati bahwa nabi Muhammad ﷺ itu telah tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka" Diriwayatkan dari Mujahid, Ar-Rabi' bin Anas, dan Qatadah pendapat seperti itu. Terkait firman Allah (dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya), beberapa ulama’ bahasa berkata bahwa yang dimaksud adalah kelompok pertama yang mengingkarinya" atau hal semacamnya. Abu al-'Aliyah berkata bahwa maknanya adalah,”Janganlah menjadi orang pertama yang mengingkari nabi Muhammad ﷺ, yaitu orang pertama dari kaum kalian, Ahli Kitab, setelah mendengar bahwa nabi Muhammad ﷺ telah diutus.Begitu juga pendapat Al-Hasan, Sufyan Ats-Tsauri, dan Ar-Rabi' bin Anas. Ibnu Jarir memilih bahwa kata ganti dalam firmanNya "bihi" merujuk kepada Al-Qur'an yang telah disebutkan sebelumnya dalam firmanNya (Bi maa anzaltu). Kedua pendapat ini benar, karena keduanya saling berkaitan. karena siapa saja yang mengingkari Al-Qur'an, maka dia telah mengingkari nabi Muhammad, ﷺ dan siapa saja yang mengingkari nabi Muhammad ﷺ, maka dia telah mengingkari Al-Qur'an.Adapun firmanNya: (orang yang pertama kafir kepadanya), maknanya adalah orang pertama dari Bani Israil yang kafir, telah ada banyak orang kafir Quraisy dan lainnya dari bangsa Arab yang kafir. Maksudnya adalah orang pertama dari Bani Israil yang kafir secara langsung, karena orang-orang Yahudi di Madinah adalah orang pertama dari Bani Israil yang diajak berbicara tentang Al-Qur'an. Keingkaran mereka kepada Al-Qur’an menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang pertama kali ingkar dari golongan mereka Firman Allah (, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah) maknanya adalah janganlah mengganti keimanan kepada ayat-ayatKu, dan rasulKu dengan harta dan nafsu. karena semua itu hanya sebentar dan merupakan sesuatu yang fana.Sebagaimana yang dikatan oleh Abdullah bin Mubarak, bahwa Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Harun bin Yazid, memberitahu kami: "Al-Hasan (yaitu Hasan Al-Bashri) ditanya tentang firman Allah: (harga yang rendah), dia menjawab: Harga yang rendah itu adalah dunia beserta segala hiasannya." Abu Al-'Aliyah berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى (dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah) maknanya adalah janganlah mengambil imbalan atas ayat-ayatNya. Dia berkata: "Dan hal iitu tertulis pada kitab pertama yang ada pada mereka: “Wahai anak cucu Adam, ilmu itu dipelajari secara gratis, sebagaimana kamu diajari secara gratis" Dikatakan bahwa maknanya adalah jangan mengganti penjelasan, keterangan, dan penyebaran ilmu yang bermanfaat bagi manusia dengan menyembunyikannya dan menyamarkannya agar kalian bisa berada di atas kepemimpinan di dunia yang rendah, hina, dan akan segera berlalu. Makna firman Allah سبحانه وتعالى: (dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa) adalah Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka atas sesuatu yang sengaja mereka lakukan berupa menyembunyikan dari kebenaran dan menampakkan yang kebalikannya, serta menentang Rasulallah ﷺ
Sumber: https://tafsirweb.com/330-surat-al-baqarah-ayat-40.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
40 dari 286 ayat
Juz
Juz 1
Halaman
Halaman 7
Ruku
Ruku 6
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 1 (2/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-47 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2