الذّٰريٰت (Az-Zariyat)
Per AyatMushaf
فَتَوَلّٰى
maka dia berpaling
بِرُكْنِهٖ
dengan kekuatannya
وَقَالَ
dan dia berkata
سٰحِرٌ
seorang tukang sihir
اَوْ
atau
مَجْنُوْنٌ
seorang gila
﴿٣٩﴾
Tetapi dia (Fir‘aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, “Dia adalah seorang pesihir atau orang gila.”
4714 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
38-39. Dan pada pengutusan Kami terhadap Musa kepada Fir’aun dan tokoh kaumnya dengan membawa tanda-tanda dan mukjizat-mukijizat yang nyata, juga terkandung pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada Azab Allah yang menyakitkan. Fir’aun berpaling karena tertipu oleh kekuatan dan kekuasaannya.Dia berkata tentang Musa, “Dia tukang sihir atau orang gila.”
Sumber: https://tafsirweb.com/9935-surat-az-zariyat-ayat-39.html
Tafsir as-Sa'di
39. ketika Musa mendatangi Firaun dengan segala bukti yang nyata itu, Firaun berpaling “bersama tentaranya,” yaitu berpaling dengan sisinya dari kebenaran tanpa mau menengoknya serta mencelanya dengan keras, mereka berkata, “Dia adalah seorang tukang sihir atau orang gila,” artinya, Musa itu datang membawa sihir atau sulap, bukan datang membawa kebenaran sama sekali, atau Musa itu orang gila yang perkataannya tidak bisa dipegang karena tidak berakal. Meski demikian, mereka –khususnya Firaun- mengetahui bahwa Nabi Musa itu benar sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah, “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya” -An-Naml:14 Nabi Musa berkata kepada Firaun: ““Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata”-Al-Isra:102-
Sumber: https://tafsirweb.com/9935-surat-az-zariyat-ayat-39.html
Tafsir Al-Wajiz
39. Di sisi lain, Fir’aun dengan sombongnya menolak untuk beriman kepada risalah Musa dan berkata bahwa Musa adalah penyihir atau orang gila
Sumber: https://tafsirweb.com/9935-surat-az-zariyat-ayat-39.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 38-46 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa mukjizat yang nyata (38)) yaitu dengan membawa dalil yang jelas dan hujjah yang pasti (Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya) Maka Fir'aun berpaling dari kebenaran yang disampaikan nabi Musa, padahal kebenaran itu sudah jelas dan terang karena kesombongan dan keingkarannya. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah Fir'aun memperkuat dirinya dengan teman-temannya. Qatadah berkata bahwa Fir'aun musuh Allah ini mengalahkan kaumnya.Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya) yaitu bersama golongan-golongannya. Kemudian Ibnu Zaid membacakan firmanNya: ("Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat") (Surah Hud: 80) makna yang pertama adalah yang kuat.Sebagaimana firmanNya: (dengan memalingkan lambungnya untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah) (Surah Al-Hajj: 9) yaitu berpaling dari kebenaran karena kesombongannya (dan berkata, "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”) yaitu tidaklah kamu dengan urusan yang kamu datangkan itu, melainkan adakalanya kamu seorang penyihir atau orang gila.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Kami siksa dia dan tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka) yaitu Kami lemparkan mereka (ke dalam laut) yaitu laut (sedangkan dia melakukan pekerjaan yang tercela) yaitu tercela, kafir, ingkar, durhaka, dan membangkang. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan juga pada (kisah) 'Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan (41)) yaitu angin yang merusak dan tidak membawa manfaat apa pun. Pendapat itu dikatakan Adh-Dhahhak, Qatadah dan lainnya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya) yaitu sesuatu yang dirusak oleh angin itu (melainkan dijadikannya seperti serbuk) yaitu seperti sesuatu yang binasa dan hancur Sa'id bin Al-Musayyib dan lainnya berkata tentang firmanNya: (ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan) Mereka berkata bahwa itu adalah angin selatan. Telah disebutkan dalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Aku diberi pertolongan dengan angin kencang yang dingin dan kaum 'Ad dibinasakan dengan angin yang membinasakan” (Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka,"Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu” (43)) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sampai waktu habisnya ajal kalian. Yang jelas bahwa ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk, tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan) (Surah Fushshilat: 17) Demikian juga di sini Allah berfirman di sini: (Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka.”Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu” (43) Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir, sedangkan mereka melihatnya (44)) Demikian itu karena mereka menunggu azab itu selama tiga hari, tetapi ternyata azab tersebut datang kepada mereka pada pagi hari keempat (Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun) yaitu tidak bisa lari dan tidak pula bangun (dan tidak pula mendapat pertolongan) yaitu mereka tidak mampu menolong diri sendiri dari azab yang menimpa mereka.Firman Allah: (dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu) yaitu Kami binasakan kaum nabi Nuh sebelum mereka (Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik) Semua kisah ini telah dijelaskan dengan panjang lebar di berbagai banyak surah Al-Qur'an.
Sumber: https://tafsirweb.com/9935-surat-az-zariyat-ayat-39.html
Informasi
Surat
الذّٰريٰت (Az-Zariyat)
Angin yang Menerbangkan — 60 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
39 dari 60 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 522
Ruku
Ruku 456
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 105 (209/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4714 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-51