الطور (At-Tur)

Per AyatMushaf
اَمْ
ataukah/apakah
يَقُوْلُوْنَ
mereka mengatakan
شَاعِرٌ
seorang penyair
نَّتَرَبَّصُ
kita tunggu-tunggu
بِهٖ
dengannya
رَيْبَ
ragu-ragu
الْمَنُوْنِ
zaman/masa
﴿٣٠﴾
Bahkan mereka berkata, “Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.”
4765 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

30-31. Atau apakah orang-orang musyrik itu berkata kepadamu (wahai Rasul) “Dia penyair yang menunggu ajal kematian”? katakanlah kepada mereka, “Silakan menunggu kematianku, sesungguhnya aku bersama kalian menunggu azab Allah atas kalian. Kalian akan tahu akibat baik itu milik siapa.”

Sumber: https://tafsirweb.com/10046-surat-at-tur-ayat-30.html

Tafsir as-Sa'di

30. Terkadang “mereka mengatakan,” tentang Nabi Muhammad bahwa beliau adalah “seorang penyair,” yang bersyair dan yang dibawanya adalah syair, padahal Allah berfirman, Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya-Yasin: 69- “Yang Kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya,” artinya, kami menanti kematiannya sehingga urusannya usia supaya kami merasa tenang.

Sumber: https://tafsirweb.com/10046-surat-at-tur-ayat-30.html

Tafsir Al-Wajiz

30. Bahkan orang-orang musyrik itu berkata: “Sesungguhnya kamu adalah penyair, yang kami tunggu-tunggu waktu terjadinya ucapannya sampai dia mati sebagaimana penyair-penyair lainnya?!” Ayat ini diturunkan saat orang-orang kafir Quraisy menyusun rencana di Darun Nadwah untuk mengikan nabi ﷺ dan meninggalkannya sampai beliau meninggal.

Sumber: https://tafsirweb.com/10046-surat-at-tur-ayat-30.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 29-34 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya ﷺ agar menyampaikan risalahNya kepada para hambaNya dan memberikan peringatan kepada mereka melalui apa yang Dia turunkan kepadanya. Kemudian Allah menafikan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan terhadapnya oleh para pendusta dan pendurhaka. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila (29)) yaitu berkat karunia Allah, engkau bukanlah seorang dukun, seperti yang dikatakan oleh orang-orang bodoh dari kalangan orang-orang kafir Quraisy.Dukun adalah orang yang biasa didatangi jin, lalu mengucapkan kalimat-kalimat yang dicuri dari langit (dan bukan pula seorang gila) yaitu orang terkena sentuhan setan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari ucapan mereka terhadap Rasulallah ﷺ: (Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya” (30)) yaitu malapetaka yang membawa kepada kematiannya. Mereka berkata,"Kita menunggu dia dan tetap bersikap sabar terhadapnya sehingga kematian datang menjemputnya, maka kita akan terbebas dari ulahnya dan dari urusannya" Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu” (31)) yaitu, tunggulah dan sesungguhnya aku juga menunggu bersama kalian, dan kalian akan mengetahui siapakah yang akan mendapat akibat yang baik dan pertolongan di dunia dan akhirat Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya kaum Quraisy ketika berkumpul di Dar An-Nadwah berbicara tentang perkara Nabi ﷺ.Seseorang dari mereka berkata, "tangkaplah dia dalam keadaan terikat, lalu tunggulah sampai sampai binasa sebagaimana para penyair sebelumnya binasa, seperti Zuhair dan An-Nabighah. Sesungguhnya dia sama dengan mereka" Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firman-Nya: (Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya” (30)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah mereka diperintahkan oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan itu) yaitu akal mereka memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan dan melancarkan tuduhan-tuduhan yang bathil itu, yang diri mereka sendiri mengetahui bahwa itu adalah dusta dan tidak benar (ataukah mereka kaum yang melampaui batas?) Akan tetapi mereka adalah kaum yang melampaui batas, tersesat, dan mengingkari kebenaran; inilah yang mendorong mereka melemparkan tuduhan-tuduhan itu terhadapmu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Ataukah mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) membuat-buatnya") yaitu membuat-buat Al-Qur'an dari dirinya sendiri.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman (Sebenarnya mereka tidak beriman) yaitu kekafiran merekalah yang mendorong mereka untuk mengucapkan ini (Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar (34)) yaitu juka mereka benar dalam ucapan yang mereka buat-buat, maka hendaknya mereka mendatangkan hal yang serupa dengan Al-Qur'an yang disampaikan oleh nabi Muhammad ﷺ, karena sesungguhnya jika mereka dan semua penduduk bumi dari kalangan jin dan manusia berkumpul untuk membuat hal yang serupa dengan Al-Qur'an, maka mereka tidak dapat mendatangkan hal yang serupa. Bahkan mereka tidak akan mampu membuat sepersepuluhnya atau satu surah yang serupa dengannya

Sumber: https://tafsirweb.com/10046-surat-at-tur-ayat-30.html

Informasi

Surat

الطور (At-Tur)

Bukit Tursina — 49 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

30 dari 49 ayat

Juz

Juz 27

Halaman

Halaman 524

Ruku

Ruku 459

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 105 (210/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4765 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-52