البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
وَاٰمِنُوْا
dan berimanlah kamu
بِمَآ
dengan apa
اَنْزَلْتُ
telah Aku turunkan
مُصَدِّقًا
yang membenarkan
لِّمَا
bagi apa
مَعَكُمْ
ada pada kalian
وَلَا
dan jangan
تَكُوْنُوْٓا
kalian menjadi
اَوَّلَ
pertama kali
كَافِرٍۢ
kafir/ingkar
بِهٖ
dengannya
ۖ
وَلَا
dan jangan
تَشْتَرُوْا
kamu tukar
بِاٰيٰتِيْ
dengan ayat-ayatKu
ثَمَنًا
harga
قَلِيْلًا
sedikit
ۖوَّاِيَّايَ
dan kepadaKulah
فَاتَّقُوْنِ
kamu harus bertakwa
﴿٤١﴾
Dan berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah, dan bertakwalah hanya kepada-Ku.
48 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan berimanlah -wahai Bani Israil- kepada Alquran yang aku turunkan kepada Muhammad nabi dan rasul Ku, yang isinya sesuai dengan apa yang kalian ketahui melalui Taurat yang masih benar. Dan janganlah kalian menjadi kelompok pertama dari kalangan ahli kitab yang kafir kepadanya dan jangan pula kalian menukarkan ayat-ayat Ku dengan harga yang murah dari kenikmatan dunia yang akan sirna, dan hanya untuk Ku hendaknya kalian beramal dengan menaati Ku dan tinggalkanlah perbuatan maksiat kepada Ku.

Sumber: https://tafsirweb.com/332-surat-al-baqarah-ayat-41.html

Tafsir as-Sa'di

41. “Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan, ” maksudnya al-Qur’an, yang Allah turunkan kepada hamba dan RosulNya, Muhammad SHOLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM. Allah memerintahkan mereka untuk beriman kepadanya dan mengikutinya, hal ini mengharuskan keimanan kepada sesorang yang kitab tersebut diturunkan kepadanya, dan Allah menyebutkan pendorong dalam keimanan mereka, seraya berfirman, “ Yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), ” maksudnya, kitab yang sesuai dengan kitab yang berada di sisi kalian, tidak berbeda dan tidak pula bertentangan, lalu apabila ia sesuai dengan apa yang ada pada kalian yang tidak berbeda dengannya, maka tidaklah ada penghalang bagi kalian untuk beriman kepadanya, karena ia membawa ajaran yang dibawa oleh para rosul, dan kalian lebih patut beriman kepadanya dan mempercayainya, karena kalian adalah ahli kitab dan ahli ilmu. Kemudian dalam firman Allah ta’ala, ”Yang membenarkan (Taurat) yang ada padamu, ” terkandung isyarat bahwa bila kalian tidak beriman kepadanya, maka itu akan kembali pada kalian sendiri dengan pendustaan kalian terhadap apa yang ada pada kalian, karena ajaran yang dibawa kitab tersebut adalah sama dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa, Nabi Isa, dan lain-lainnya dari para nabi.Maka pendustaan kalian terhadapnya adalah pendustaan kalian terhadap apa yang ada pada kalian. Yang demikian itu ditambah lagi dengan kenyataan bahwa dalam kitab yang ada pada kalian ada berita tentang Nabi yang membawa al-Qur’an tersebut, dan telah disampaikan sebagai kabar gembira (kepada kalian), dan apabila kalian tidak beriman kepadanya niscaya kalian telah mendustai sebagian yang telah turun kepada kalian, padahal orang yang mendustai sebagian yang diturunkan kepadanya, maka dia telah mendustai seluruhnya, sebagaimana orang yang mendustai seorang Rosul, maka dia telah mendustai para Rosul seluruhnya. Dan ketika Allah memerintahkan kepada mereka untuk beriman kepadanya, Allah melarang dan mengingatkan mereka dari kebalikannya yaitu kafir terhadapnya, Allah berfirman, ”Dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, ” maksudnya kafir kepada Rosul dan al-Qur’an.Dalam firmanNya, ”Orang yang pertama kafir kepadanya” adalah statemen yang lebih kuat daripada kalau mengatakan, ”dan janganlah kalian kafir kepadanya.” Karena apabila mereka yang pertama kafir kepadanya, maka itu menunjukkan bahwa mereka bersegera kepada kekakafiran, suatu tindakan terbalik dari yang seharusnya mereka lakukan , sehingga dosa-dosa mereka dan dosa orang-orang setelahnya yang mengikuti mereka dibebankan kepada mereka. Kemudian Allah menyebutkan tentang penghalang bagi mereka dari keimanan mereka tersebut yaitu memilih penawaran yang paling rendah daripada kebahagiaan yang abadi, seraya berfirman, ”Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayatKu dengan harga yang rendah”, maksudnya kedudukan dan penghidupan yang mereka peroleh dimana mereka mengira itu semua akan lenyap jika mereka beriman kepada Allah dan RosulNya, maka mereka menukarkan hal itu dengan ayat-ayat Allah, mereka menyukainya dan mendahulukannya, ”dan hanya kepada Aku-lah” maksudnya tidak kepada selainKu, ”kamu harus bertakwa, ” karena bila kalian bertakwa kepada Allah semata, niscaya ketakwaan kalian itu mendorong kalian untuk mendahulukan keimanan kepada ayat-ayatNya daripada penawaran yang rendah itu, sebagaimana juga bila kalian memilih penawaran yang rendah itu, maka hal itu adalah bukti petunjuk akan hilangnya ketakwaan dalam hati kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/332-surat-al-baqarah-ayat-41.html

Tafsir Al-Wajiz

Mereka membenarkan Al-Qur’an yang telah Aku turunkan kepada Muhammad ﷺ. Al-Qur’an yang membenarkan Taurat tentang tauhid dan prinsip-prinsip akidah dan moral. Janganlah kalian menjadi orang pertama yang ingkar dan janganlah kalian tukar ayat-ayatKu tentang perintah dan larangan dengan ayat lain yang menyimpang!Dan janganlah kalian jual itu dengan menunjukkan sedikit bagian darinya dan bagian yang palsu untuk mendapatkan keuntungan kecil dari sampah duinia! Takutlah kalian kepadaKu, waspadalah terhadap hukumanKu, dan janganlah takut kepada siapapun selain Aku!”

Sumber: https://tafsirweb.com/332-surat-al-baqarah-ayat-41.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberikan perintah kepada Bani Israil untuk masuk Islam dan mengikuti nabi Muhammad ﷺ yang telah diberi rahmat dan salam terbaik oleh Allah, dan mendorong mereka dengan menyebut bapak mereka, yaitu nabi Ya'qub عليه السلام. Makna kalimatnya adalah: "Hai anak-anak dari hamba yang taat kepada Allah, jadilah seperti ayah kalian dalam mengikuti kebenaran" Seperti ketika seseorang berkata,"Hai anak yang mulia, lakukanlah ini!" atau "Hai anak yang gagah berani, keluarlah menjadi pahlawan!" atau "Hai anak yang cerdas, carilah ilmu", dan sejenisnya. Dari Abdullah bin Abbas, bahwa sesungguhnya Bani Israil itu seperti dengan ucapanmu, yaitu hamba Allah.Terkait firman Allah سبحانه وتعالى, (ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu) Mujahid berkata,’Nikmat Allah yang dianugerahkan kepada mereka, baik yang disebutkan maupun yang tidak, yaitu ketika Dia memecahkan batu untuk mereka, menurunkan manna dan salwa, serta menyelamatkan mereka dari perbudakan keluarga Fir'aun" Abu Al-'Aliyah berkata,"NikmatNya adalah menjadikan di antara mereka para nabi dan rasul serta menurunkan kitab-kitab untuk mereka." Saya berkata,”ini seperti ucapan nabi Musa عليه السلام kepada mereka, (Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".) (Surah Al-Maidah: 20) maknanya yaitu di zaman mereka.Dari Ibnu Abbas terkait firman Allah سبحانه وتعالى, (ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu) maknanya yaitu bantuanKu yang untuk kalian dan nenek moyang kalian ketika Aku menyelamatkan mereka dari Fir'aun dan kaumnya. Terlkai firman (dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu) Ibnu Abbas berkata maknanya adalah perjanjian yang Aku ambil dari leher kalian, yaitu perjanjian dengan nabi Muhammad ﷺ ketika dia datang kepada kalian (niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu) maknanya yaitu, Aku akan memenuhi janjiKu kepada kalian dengan membenarkan dan mengikutinya dengan melepaskan beban dan belenggu yang sebelumnya ada di leher kalian karena dosa-dosa yang kalian perbuat. Abu Al-'Aliyah berkata, (dan penuhilah janjimu kepada-Ku) maknanya yaitu janji Allah kepada hamba-hambaNya yaitu agama Islam, supaya mereka mengikutinya" Firman Allah, (dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)), maknanya adalah takutlah kepadaKu.Ini adalah pendapat yang dikatakan oleh Abu Al-'Aliyah, As-Suddi, Ar-Rabi' bin Anas, dan Qatadah. Ibnu Abbas berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى (dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk)) maknanya yaitu, Allah akan menurunkan kepada kalian sesuatu yang telah diturunkan kepada orang-orang sebelum kalian yaitu nenek moyang kalian berupa adzab-adzab yang telah kalian ketahui, seperti adzab membalikkan bumi dan lainnya. Ini merupakan peralihan dari ajakan menjadi ancaman.Allah سبحانه وتعالى telah mengajak mereka dengan cara yang halus dan cara memberi ancaman, barangkali mereka kembali kepada kebenaran, mengikuti Rasulallah ﷺ, merenungi Al-Quran beserta peringatan-peringatannya, melaksanakan perintah-perintahNya, dan membenarkan berita-berita dariNya.Allah adalah Yang Maha Pemberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki menuju jalan yang lurus. Karena itu, Dia berfirman, Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat)). Kata (mushaddiqan) itu manshub karena menjadi “haal” dari kata “maa”, bentuknya yaitu “bil ladzi anzaltu mushaddiqan” (beriman kepada apa Aku turunkan) atau dari “dhamir” yang dibuang, bentuknya yaitu “bi maa anzalathu mushaddiqan” (beriman kepada apa yang Aku turunkan) bisa juga menjadi “mashdar” dari “fi’il”, yaitu pada firman Allah (Bi maa anzaltu mushaddiqan) maknanya yaitu Al-Quran yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad ﷺ, nabi dari bangsa Arab, yang ummi, sebagai kabar gembira dan peringatan, pelita yang menerangi, mengandung kebenaran dari Allah سبحانه وتعالى, dan membenarkan apa yang telah ada sebelumnya yaitu Taurat dan Injil.Abu Al-'Aliyah berkata terkait firman Allah سبحانه وتعالى (Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat)).maknanya yaitu:"Wahai Ahli Kitab, berimanlah kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan apa yang ada pada kalian dia berkata: "Karena sesungguhnya mereka itu mendapati bahwa nabi Muhammad ﷺ itu telah tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka" Diriwayatkan dari Mujahid, Ar-Rabi' bin Anas, dan Qatadah pendapat seperti itu. Terkait firman Allah (dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya), beberapa ulama’ bahasa berkata bahwa yang dimaksud adalah kelompok pertama yang mengingkarinya" atau hal semacamnya. Abu al-'Aliyah berkata bahwa maknanya adalah,”Janganlah menjadi orang pertama yang mengingkari nabi Muhammad ﷺ, yaitu orang pertama dari kaum kalian, Ahli Kitab, setelah mendengar bahwa nabi Muhammad ﷺ telah diutus.Begitu juga pendapat Al-Hasan, Sufyan Ats-Tsauri, dan Ar-Rabi' bin Anas. Ibnu Jarir memilih bahwa kata ganti dalam firmanNya "bihi" merujuk kepada Al-Qur'an yang telah disebutkan sebelumnya dalam firmanNya (Bi maa anzaltu). Kedua pendapat ini benar, karena keduanya saling berkaitan. karena siapa saja yang mengingkari Al-Qur'an, maka dia telah mengingkari nabi Muhammad, ﷺ dan siapa saja yang mengingkari nabi Muhammad ﷺ, maka dia telah mengingkari Al-Qur'an.Adapun firmanNya: (orang yang pertama kafir kepadanya), maknanya adalah orang pertama dari Bani Israil yang kafir, telah ada banyak orang kafir Quraisy dan lainnya dari bangsa Arab yang kafir. Maksudnya adalah orang pertama dari Bani Israil yang kafir secara langsung, karena orang-orang Yahudi di Madinah adalah orang pertama dari Bani Israil yang diajak berbicara tentang Al-Qur'an. Keingkaran mereka kepada Al-Qur’an menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang pertama kali ingkar dari golongan mereka Firman Allah (, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah) maknanya adalah janganlah mengganti keimanan kepada ayat-ayatKu, dan rasulKu dengan harta dan nafsu. karena semua itu hanya sebentar dan merupakan sesuatu yang fana.Sebagaimana yang dikatan oleh Abdullah bin Mubarak, bahwa Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Harun bin Yazid, memberitahu kami: "Al-Hasan (yaitu Hasan Al-Bashri) ditanya tentang firman Allah: (harga yang rendah), dia menjawab: Harga yang rendah itu adalah dunia beserta segala hiasannya." Abu Al-'Aliyah berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى (dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah) maknanya adalah janganlah mengambil imbalan atas ayat-ayatNya. Dia berkata: "Dan hal iitu tertulis pada kitab pertama yang ada pada mereka: “Wahai anak cucu Adam, ilmu itu dipelajari secara gratis, sebagaimana kamu diajari secara gratis" Dikatakan bahwa maknanya adalah jangan mengganti penjelasan, keterangan, dan penyebaran ilmu yang bermanfaat bagi manusia dengan menyembunyikannya dan menyamarkannya agar kalian bisa berada di atas kepemimpinan di dunia yang rendah, hina, dan akan segera berlalu. Makna firman Allah سبحانه وتعالى: (dan hanya kepadaKulah kamu harus bertakwa) adalah Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka atas sesuatu yang sengaja mereka lakukan berupa menyembunyikan dari kebenaran dan menampakkan yang kebalikannya, serta menentang Rasulallah ﷺ

Sumber: https://tafsirweb.com/332-surat-al-baqarah-ayat-41.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

41 dari 286 ayat

Juz

Juz 1

Halaman

Halaman 7

Ruku

Ruku 6

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 1 (2/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-48 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2