اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
اَخَذَ
mengambil
اللّٰهُ
Allah
مِيْثَاقَ
janji
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اُوْتُوا
(mereka) diberi
الْكِتٰبَ
Kitab
لَتُبَيِّنُنَّهٗ
hendaklah kamu menerangkannya
لِلنَّاسِ
kepada manusia
وَلَا
dan jangan
تَكْتُمُوْنَهٗۖ
kamu menyembunyikannya
فَنَبَذُوْهُ
lalu mereka melemparkannya
وَرَاۤءَ
belakang
ظُهُوْرِهِمْ
punggung mereka
وَاشْتَرَوْا
dan mereka menukar/membeli
بِهٖ
dengannya (janji)
ثَمَنًا
harga
قَلِيْلًا
sedikit
ۗ
فَبِئْسَ
maka alangkah buruknya
مَا
apa/barang
يَشْتَرُوْنَ
mereka tukar/beli
﴿١٨٧﴾
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.
480 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ingatlah (wahai rasul), ketika Allah mengambil janji yang di kukuhkan dari orang-orang yang telah Allah berikan kitab kepada mereka dari kalangan yahudi dan nasrani, maka bagi golongan yahudi kitab taurat dan bagi golongan Nasrani kitab injil, yaitu supaya mereka mengamalkan kandungannya dan menjelaskan kepada sekalian manusia apa yang terkandung di dalamnya, serta tidak menyembuyikan dan menutup-nutupinya. Akan tetapi,kemudian mereka meninggalkan janji tersebut dan tidak berpegang padanya, dan mengambil harga imbalan yang sedikit sebagai imbalan menutupi kebenaran dan mengubah-ubah kitab tersebut. Alangkah buruk apa yang mereka perjualbelikan, dengan menyia-nyiakan perjanjian dan menukarkan kitab tersebut dengannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1319-surat-ali-imran-ayat-187.html

Tafsir as-Sa'di

187. Al-Mitsaq adalah sebuah janji yang berat lagi dikuatkan (dengan sesuatu). Janji tersebut diambil oleh Alah dari setiap orang yang telah Allah berikan kepadanya kitab, dan telah Allah ajarkan kepadanya ilmu, yaitu agar dia menjelaskan apa yang telah Allah ajarkan itu kepada manusia apa yang mereka butuhkan dan tidak menyembunyikannya dan bakhil dengannya kepada mereka, khusunya bila mereka bertanya kepadanya atau terjadi suatu kondisi yang mengharuskan hal tersebut.Karena setiap orang yang memiliki ilmu, maka pada saat itu wajib atasnya menjelaskan dan menerangkan kebenaran dari kebatilan. Orang-orang yang diberi taufik oleh Allah, niscaya mereka akan menunaikan dan menyempurnakan kewajiban tersebut dan mereka mengajarkan manusia apa yang telah Allah ajarkan kepadanya dengan maksud memperoleh keridhaan Rabb mereka dan sebagai rasa kasih terhadap makhluk serta rasa takut dari dosa menyembunyikan ilmu. Sedangkan orang-orang yang telah diberikan kepada mereka al-KItab dari kaum Yahudi dan Nasrani dan orang-orang yang seperti mereka, maka mereka telah melemparkan perjanjian dan ikatan-ikatan tersebut di belakang punggung mereka dan mereka tidak mempedulikannya.Mereka menyembunyikan kebenaran dan menampakkan kebatilan sebagai sikap lancang terhadap hal-hal yang diharamkan oleh Allah serta meremehkan hak-hak Allah dan hak-hak makhluk. Dan dengan penyembunyian itu mereka menukarnya “dengan harga yang sedikit,” yaitu sesuatu yang mereka dapatkan jika mendapatkannya berupa sedikit kedudukan, harta yang hina dari orang-orang yang rendah, yang mengikuti hawa nafsu mereka dan mendahulukan syahwat mereka daripada kebenaran. “Amatlah buruk tukaran yang mereka terima” karena hal itu adalah imbalan yang paling rendah. Sedangkan sesuatu yang mereka benci, yaitu menjelaskn kebenaran yang mengandung kebahagiaan yang abadi dan manfaat agama maupun dunia adalah harapan dan cita-cita yang paling tinggi dan paling mulia; dan tidaklah mereka memilih yang rendah lagi hina dan meninggalkan yang tinggi lagi mahal, melainkan karena buruknya bagian mereka, kehinaan mereka dan kondisi mereka yang tidak baik bagi selain tujuan untuk apa mereka diciptakan.Kemudian Allah berfirman,

Sumber: https://tafsirweb.com/1319-surat-ali-imran-ayat-187.html

Tafsir Al-Wajiz

187. Wahai Nabi, ingatlah ketika Allah mengambil janji atas orang Yahudi dan Nasrani melalui para nabi mereka agar mereka menampakkan seluruh isi kitab mereka berupa hukum dan berita-beritanya kepada manusia dan tidak sedikitpun menyembunyikannya, lalu mereka mengingkari janji itu, lalu menggantinya dengan sesuatu yang hina dan murah berupa kenikmatan dunia. Sungguh amat buruk apa yang mereka gunakan untuk membeli dan mengganti

Sumber: https://tafsirweb.com/1319-surat-ali-imran-ayat-187.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 187-189 Ini adalah teguran dan ancaman bagi Ahli Kitab yang mana Allah telah mengikat perjanjian dengan mereka melalui lisan para nabi agar mereka beriman kepada nabi Muhammad ﷺ dan mengumumkan kehadirannya di antara manusia, agar mereka siap mengikuti perintahnya. Tapi, ketika Allah mengutusnya agar mereka mengikutinya, mereka malah menyembunyikan hal tersebut dan mengganti apa yang mereka janjikan berupa kebaikan di dunia dan akhirat dengan hal rendah yang sepele, dan keuntungan dunia yang remeh. Seburuk-buruk kesepakatan yang mereka lakukan, dan seburuk-buruk pertukaran yang mereka lakukan.Dalam hal ini, terdapat peringatan bagi para ulama dari mengikuti jejak mereka, sehingga membuat mereka ditimpa sesuatu yang telah menimpa Ahli Kitab, dan agar mereka berusaha keras untuk menyebarkan apa yang ada pada mereka berupa ilmu yang bermanfaat yang menunjukkan kepada amal yang baik, dan tidak menyembunyikan sedikitpun dari hal itu. Hal iti terdapat pada hadits yang diriwayatkan melalui beberapa jalur dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda “Barangsiapa yang ditanya tentang ilmu dan menyembunyikannya, dia akan diikat dengan pelana api di hari kiamat” Firman Allah: (Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa) yaitu dengan hal itu, yaitu orang-orang yang melebih-lebihkan sesuatu yang bukan diberikan untuk mereka. Firman Allah: (janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa) dibaca dengan huruf “ta’ mukhathabah” yang menunjukkan bentuk mufrad, dan dengan huruf “ta’” untuk memberi berita tentang mereka, yaitu Janganlah mereka mengira bahwa mereka akan selamat dari azab, sebaliknya azab itu pasti menimpa mereka.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (dan bagi mereka siksa yang pedih) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu (189)) yaitu bahwa Dialah Pemilik segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada satupun yang bisa melemahkanNya, Jadi takutlah kepada Allah, janganlah menentangNya, dan hindarilah kemurkaan dan azabNya. Karena Dialah Dzat yang Maha Agung, tidak ada yang lebih agung dariNya, lagi Maha Kuasa, tidak ada yang lebih kuasa dariNya."

Sumber: https://tafsirweb.com/1319-surat-ali-imran-ayat-187.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

187 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 75

Ruku

Ruku 60

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 15 (30/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-480 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3