النجم (An-Najm)
Per AyatMushaf
اَمْ
ataukah/apakah
لِلْاِنْسَانِ
bagi manusia
مَا
apa yang
تَمَنّٰىۖ
ia inginkan
﴿٢٤﴾
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
4808 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
24-25. Manusia tidak mendapat apa yang diangan-angankannya, yaitu syafaat dari tuhan-tuhan batil atau lainnya yang diinginkan oleh hawa nafsunya. Hanya milik Allah-lah urusan dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/10138-surat-an-najm-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24-25. Meski demikian, mereka tetap berangan-angan dan menipu diri mereka sendiri. Karena itulah Allah mengingkari dugaan mereka yang mengira angan-angan itu akan dicapai, mereka berdusta dalam hal ini, Allah berfirman, “Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakanNya? (Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.” Allah memberikan sebagian jatah dunia dan akhirat pada orang yang dikehendaki dan mencegahnya dari orang yang dikehendaki.Tidak berdasarkan angan-angan dan hawa nafsu mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/10138-surat-an-najm-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
24. Apakah setiap manusia itu berharap bahwa berhala-berhala itu akan memberikan pertolongan kepada mereka? Kenyataannya tidak sesuai yang mereka cita-citakan
Sumber: https://tafsirweb.com/10138-surat-an-najm-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 19-26 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengecam orang-orang musyrik karena mereka menyembah berhala-berhala dan sekutu-sekutu. Mereka membuat rumah-rumah untuk berhala-berhala itu sebagai tandingan Ka'bah yang dibangun nabi Ibrahim (Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al-Lata) Lata adalah sebuah batu besar yang berwarna putih yang dipahat dan merupakan sebuah rumah yang di Thaif yang mempunyai kain kelambu dan para pelayan. Di sekitarnya terdapat halaman yang disucikan oleh penduduk Thaif.Mereka adalah dari Bani Tsaqif dan para pengikutnya. Mereka bangga dengan itu atas orang-orang selain mereka yaitu orang-orang Arab kecuali orang-orang Quraisy. Ibnu Jarir berkata bahwa mereka mengambil akar namanya dari salah satu nama Allah.Jadi mereka mengatakan Lata dengan maksud bentuk bentuk mu'annats dari Allah. Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dengan ketinggian yang Maha besar. Diriayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Al-Lata dan Uzza) bahwa di masa Jahiliyah ada seorang laki-laki yang pekerjaannya menggiling sawiq untuk makanan para jamaah haji.Ibnu Jarir berkata, bahwa demikian juga Uzza dari kata “Al-Aziz”, pada mulanya merupakan sebuah pohon yang dibuatkan bangunan dan diberi kain kelambu di Nakhlah, yaitu di antara Makkah dan Thaif, dahulu orang-orang Quraisy mengagungkan bangunan itu, sebagaimana yang dikatakan Abu Sufyan saat perang Uhud, "Kami mempunyai Uzza, sedangkan kalian tidak mempunyai Uzza" Maka Rasulullah ﷺ bersabda,”Katakanlah,"Allah adalah Pelindung kami dan tidak ada pelindung bagi kalian!" Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?) yaitu apakah kalian menganggap bahwa Allah memiliki anak dan kalian menganggap bahwa itu adalah anak perempuan, sedangkan kalian memilih untuk diri kalian sendiri anak laki-laki. Seandainya kalian berbagi dengan sesama kalian dengan cara pembagian seperti ini, sungguh pembagian tersebut adalah: (suatu pembagian yang tidak adil) yaitu tidak jujur dan bathil. Lalu bagaimana bisa kalian berbagi dengan Tuhan kalian dengan pembagian ini; yang sekiranya hal ini dilakukan di antara kalian, itu merupakan pembagian yang tidak adil.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya membantah kedustaan dan kebohongan yang mereka buat-buat dan kekafiran mereka, seperti menyembah berhala dan menjadikannya sebagai tuhan (Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya) yaitu, dari diri kalian (Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya) yaitu, tidak ada suatu hujjah pun (Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka) yaitu tidak ada sandaran selain dari prasangka baik mereka terhadap nenek moyang mereka yang menempuh jalan yang bathil itu sebelum mereka, dan jika tidak demikian, maka mereka hanya menginginkan agar tetap menjadi pemimpin dan mengagungkan nenek moyang mereka yang terdahulu (dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka) Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada mereka para rasul dengan membawa kebenaran yang menerangi dan hujjah yang pasti, tetapi sekalipun demikian mereka tidak mau mengikuti dan tunduk terhadap apa yang disampaikan para rasul itu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya (24)) yaitu, tidak semua orang yang mengharapkan kebaikan dapat mendapatkannya ((Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan bukan (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab) (Surah An-Nisa: 123) yaitu tidaklah semua orang yang mengakui bahwa dirinya mendapat petunjuk sesuai dengan apa yang dia katakan, tidak pula semua orang yang mengharapkan sesuatu dapat mendapatkannya.Firman Allah سبحانه وتعالى: ((Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia (25)) yaitu sesungguhnya semua urusan itu hanya milik Allah, Dzat yang Maha Merajai dan Mengatur dunia dan akhirat. Dialah Dzat yang dengan kehendakNya sesuatu menjadi ada dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak ada. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(Nya) (26)) Sebagaimana firmanNya: (Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya) (Surah Al-Baqarah: 255) dan (Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu) (Surah Saba': 23) Apabila ini ditetapkan terhadap para malaikat yang didekatkan, maka bagaimana bisa kalian mengharapkan syafaat dari berhala-berhala dan sekutu-sekutu itu di sisi Allah سبحانه وتعالى, wahai orang-orang yang bodoh, sedangkan Allah سبحانه وتعالى tidak memerintahkan dan mengizinkan penyembahannya, melainkan Dia melarang melakukan penyembahan itu melalui lisan para rasul, dan menurunkan larangan itu di dalam kitab-kitabNya?
Sumber: https://tafsirweb.com/10138-surat-an-najm-ayat-24.html
Informasi
Surat
النجم (An-Najm)
Bintang — 62 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
24 dari 62 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 526
Ruku
Ruku 460
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 105 (210/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4808 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-53