اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
رَبَّنَآ
ya Tuhan kami
اِنَّكَ
sesungguhnya Engkau
مَنْ
siapa-siapa
تُدْخِلِ
Engkau masukkan
النَّارَ
neraka
فَقَدْ
maka sungguh
اَخْزَيْتَهٗ
Engkau hinakan mereka
ۗ
وَمَا
dan tidak
لِلظّٰلِمِيْنَ
bagi orang-orang dzalim
مِنْ
siapa-siapa
اَنْصَارٍ
para penolong
﴿١٩٢﴾
Ya Tuhan kami, sesungguhnya orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh, Engkau telah menghinakannya, dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang yang zalim.
485 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai tuhan kami,selamatkanlah kami dari neraka, karena sesungguhnya Engakau (ya Allah),barangsiapa yang Engkau masukan kedalam neraka karena dosa-dosanya, maka sungguh Engkau telah mempermalukan dan menghinakannya. Dan tidak ada bagi orang-orang yang berbuat dosa lagi berbuat kezhaliman terhadap diri mereka seorangpun yang dapat mencegah dari mereka siksaan Allah pada hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1324-surat-ali-imran-ayat-192.html

Tafsir as-Sa'di

192. “Ya Tuhan Kami,sesunggunya barang siapa yang engbkau masukan ke dalam neraka,maka sungguh telah engkau hinakan dia,”yaitu karena dia telah memperoleh murka dari Allah,para malaikatNya,para waliaNya,dan terjadinya kehinaan yang tidak ada keselamatan dan pelarian darinya. Itulah sebabnya Allah berfitman,”dan tida ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun,”yang menyelamatkan mereka dari siksanya.ayat ini menunjukan bahwa mereka masuk neraka disebabkan kezhaliman mereka sendiri.

Sumber: https://tafsirweb.com/1324-surat-ali-imran-ayat-192.html

Tafsir Al-Wajiz

192. Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya hambaMu yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh dia telah Engkau hinakan dan rendahkan. Dan tidaklah bagi orang-orang zalim terhadap diri sendiri itu penolong yang melindungi mereka dari azabMu

Sumber: https://tafsirweb.com/1324-surat-ali-imran-ayat-192.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 190-194 Makna dari ayat ini adalah bahwa Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi) ini dalam tinggi dan luasnya langit, serta dalam rendah dan padatnya bumi, serta apa yang ada di antara keduanya, terdapat tanda-tanda yang bisa disaksikan lagi agung berupa planet-planet yang berputar dan tetap pada orbitnya, lautan, gunung-gunung, padang pasir, pepohonan, tumbuhan, tanaman, buah-buahan, hewan-hewan, mineral-mineral, serta manfaat-manfaat dengan beragam warna, aroma, rasa, dan keistimewaannya. (dan silih bergantinya malam dan siang) yaitu pergantian antara malam dan siang dengan panjang dan pendek waktunya, terkadang ini lebih panjang dan itu lebih pendek, kemudian keduanya seimbang, kemudian bagian yang itu mengambil bagian yang ini sehingga bagian yang pendek waktunya menjadi panjang, dan bagian yang sebelumnya panjang menjadi pendek.. Semua ini adalah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal) akal yang sempurna dan cerdas, yang dapat memahami hakikat dalam kejadian alam ini dengan semua kejelasannya.Mereka tidak seperti orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak berakal, orang-orang yang telah disebutkan oleh Allah tentang mereka: (Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya (105) Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain) (106)) (Surah Yusuf) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menggambaarkan orang-orang yang memiliki akal sehat, Lalu Dia berfirman: ((yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring) sebagaimana yang terdapat dalam hadits Imam Bukhari dari Imran bin Hushain, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda “Shalatlah kamu dengan berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah dengan duduk, dan jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring” yaitu mereka tidak putus-putus mengingatNya dalam segalaa keadaan mereka dalam hati dan lisan mereka (dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi) mereka memahami apa yang ada di antara keduanya berupa ketentuan yang menunjukkan kepada keagungan, kekuasaan, pengetahuan, hikmah, pilihan, dan rahmat Allah yang Maha Pencipta.Sungguh Allah سبحانه وتعالى mencela orang yang tidak memperhatikan ciptaanNya yang menunjukkan kepada DzatNya, sifat-sifatNya, hukumNya, ketentuanNya, dan ayat-ayatNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya (105) Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain) (106)) (Surah Yusuf) dan memuji hamba-hambaNya yang mukmin ((yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi) seraya berkata (Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia) yaitu Engkau tidak menciptaan semua ciptaan ini sia-sia, melainkan dengan kebenaran, agar engkau membalas orang-orang yang berbuat keburukan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan, dan membalas orang-orang yang berbuat kebaikan dengan kebaikan.Kemudian mereka mensucikanNya dari sesuatu yang sia-sia dan penciptaan sesuatu yang bathil, lalu mereka berkata (Maha Suci Engkau), yaitu dari menciptakan sesuatu yang ssia-sia (maka peliharalah kami dari siksa neraka), yaitu wahai Dzat yang menciptakan makhluk dengan benar dan adil, wahai Dzat yang terhindar dari kekurangan, aib dan kesia-siaan, peliharalah kami dari azab neraka dengan kekuasaan dan kekuatanMu, dan tetapkanlah kami untuk melakukan amal yang engkau ridhai, dan bantulah kami untuk tetap melakukan amal shalih yang engkau tunjukkan surga yang penuh kenikmatan kepada kami melalui amal itu yang akan membawa mereka ke surga kenikmatan, serta lindungilah kami dari siksaMu yang pedih. Kemudian mereka berkata, (Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia) yaitu engkau hinakan dia dan engkau tampakkan kehinaannya kepada semua penghuni seluruh alam (dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun) yaitu pada hari kiamat tidak ada satupun pelindung bagi mereka dariMu, dan tidak ada yang mampu menghindarkan mereka dari apa yang engkau kehendaki atas mereka (Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman) yaitu seorang penyeru yang mengajak kepada keimanan, dia adalah Rasulullah ﷺ ("Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman), yaitu beliau bersabda, berimanlah kepada Tuhan kalian, maka kami beriman, yaitu kami menjawab dan mengikutinya (Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami) yaitu dengan kami beriman dan mengikuti nabiMu (Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami) yaitu tutupilah dosa-dosa itu (dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami) yaitu kesalahan antata kami kepadaMu (dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbuat kebajikan) yaitu gabungkanlah kami dengan orang-orang shalih (Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami) dikatakan bahwa maknanya adalah atas keimanan kepada para rasulMu, dan dikatakan bahwa maknanya melalui lisan para rasulMu, dan ini yang lebih jelas (Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat) yaitu di depan para makhluk (Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji) Yaitu bahwa pasti janji yang engkau beritahukan kepada para rasulMu itu pasti akan terjadi pada hari kiamat di hadapanMu. Telah disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Ali Imran ini ketika bangun pada malam hari untuk melaksanakan tahajud.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: "Aku menginap di rumah bibiku Maimunah dan Rasulullah ﷺ berbicara dengan keluarganya sebentar, lalu tidur. Ketika sepertiga malam terakhir tiba, beliau bangun dan melihat ke langit seraya berkata: (Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (190)] sampai ayat-ayat selanjutnya. Kemudian beliau berwudhu, bersiwak, dan melaksanakan shalat sebanyak sebelas rakaat.Kemudian Bilal mengumandangkan adzan, lalu beliau melaksanakan shalat dua rakaat. Setelah itu, beliau keluar dan shalat subuh bersama orang-orang

Sumber: https://tafsirweb.com/1324-surat-ali-imran-ayat-192.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

192 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 75

Ruku

Ruku 61

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 15 (30/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-485 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3