Kembali ke Surat Al-Baqarah

البقرة (Al-Baqarah)

Surat ke-2, Ayat ke-42

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan janganlah kalian mencampur adukkan kebenaran yang telah Aku jelaskan kepada kalian dengan kebatilan yang kalian ada adakan sendiri. Hindarilah tindakan menyembunyikan kebenaran yang sudah jelas tentang sifat-sifat nabi Allah dan rasul-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang ada di kitab-kitab Suci kalian, sementara kalian mendapatkannya tertulis di kalangan kalian, seperti yang kalian ketahui dari isi kitab suci yang ada di tangan kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/334-surat-al-baqarah-ayat-42.html

📚 Tafsir as-Sa'di

42. “Dan janganlah kamu campur adukkan, ” yakni mencapurkan “yang haq dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu.” Disini Allah melarang mereka dari dua hal: pertama, mencampur antara yang haq dengan yang batil kedua, menyembunyikan yang haq, karena yang di inginkan dari ahli kitab dan ahli ilmu adalah membedakan antara yang haq dari yang batil dan menampakkan yang haq itu, agar orang-orang yang ingin mendapatkan petunjuk darinya dapat mengambil petunjuk darinya, orang-orang yang sesat dapat kembali sadar, dan tegaknya dalil atas orang-orang yang mengingkarinya, karena Allah telah menjelaskan ayat-ayatNya dan menerangkan keterangan-keteranganNya untuk membedakan yang haq dari yang batil dan agar jelas jalan orang-orang yang mengambil petunjuk dari jalan orang-orang yang mengingkari. Dan siapa yang mengamalkannya, maka dia tergolong dari para khalifah Rosul dan pemberi petunjuk bagi umat, dan barangsiapa mencampur adukkan yang haq dengan yang batil dan ia tidak membedakan antara yang ini dari yang itu, padahal ia tahu akan hal itu lalu ia menyembunyikan yang haq yang ia tahu padahal ia diperintahkan untuk menampakannya, maka ia tergolong di antara para penyeru kepada Neraka Jahanam, karena manusia tidaklah akan mencontoh siapa pun dalam urusan agama mereka kecuali kepada para ulama mereka. Nah, pilihlah bagi diri kalian salah satu dari kedua kondisi tersebut.

Sumber: https://tafsirweb.com/334-surat-al-baqarah-ayat-42.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

Janganlah kalian campur kebenaran agama dengan kebatilan kalian; dan kejujuran dengan kebohongan! Dan janganlah kalian menutupi dalil-dalil Allah yang seharusnya kalian sampaikan, di antaranya adalah berita gembira yang diundang-undangkan dalam kitab kalian tentang diutusnya nabi Muhammad SAW dan penggambarannya, sedangkan kalian telah mengetahui bahwa dia adalah utusanKu dan Al-Qur’an adalah kitab dan kalamKu

Sumber: https://tafsirweb.com/334-surat-al-baqarah-ayat-42.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT berfirman guna melarang orang-orang Yahudi melakukan hal yang sengaja mereka lakukan berupa menyamarkan kebenaran dengan kebathilan, menutupi dan menyembunyikan kebenaran, sambil menampakkan kebathilan. (dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui) Allah melarang mereka melakukan dua hal sekaligus, yaitu memerintahkan kepada mereka untuk menampakkan kebenaran dan mengumumkannya. Oleh karena itu, Adh-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna dari (Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil) adalah: "Janganlah mencampur adukkan antara kebenaran dengan kebatilan, dan antara kejujuran dengan kebohongan." Abu Al-'Aliyah berkata: (Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil) maknanya adalah janganlah mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan berikanlah nasehat kepada kepada hamba-hamba Allah untuk mengikuti nabi Muhammad SAW Diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair dan Ar-Rabi' bin Anas, pendapat seperti itu. Qatadah berkata: (Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil) maknanya yaitu janganlah mencampuradukkan agama Yahudi dan Nasrani dengan Islam, sedang kamu mengetahui),maknanya yakni bahwa agama Allah adalah Islam dan sesungguhnya agama Yahudi dan Nasrani itu adalah bid'ah yang bukan berasal dari Allah.

Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri tentang hal itu juga. Dari Ibnu Abbas: (dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui) maknanya yaitu janganlah kalian menutupi apa yang ada pada kalian berupa mengenal RasulKu dan apa yang dia bawa, padahal kalian mengetahui bahwa hal itu tertulis dalam kitab-kitab yang ada pada kalian. Hal itu juga diriwayatkan oleh Abu Al-‘Aliyah.

Mujahid, As-Suddi, Qatadah, dan Ar-Rabi' bin Anas: berkata bahwa (dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui), artinya adalah menyembunyikan pengetahuan tentang nabi Muhammad SAW. Saya berkata: (Taktumu) mengandung bentuk majzum dan bisa juga bentuk mansub yaitu dikatakan “Laa tajma’u baina hadza wa hadza” (janganlah kalian memadukan antara hal ini dan hal itu), sebagaimana dikatakan: “Laa ta’kul as-samaka wa tasyrab al-laban” (Janganlah makan ikan dan minum susu) Az-Zamakhshari berkata: “Dalam mushaf Ibnu Mas'ud tertulis "dan kalian menutupi kebenaran" maknanya yaitu dalam keadaan menutupi kebenaran, (sedang kamu mengetahui) juga menjadi haal, maknanya adalah kalian mengetahui kebenaran. Bisa juga berarti: kalian mengetahui tentang bahaya besar bagi manusia karena menyesatkan mereka dari petunjuk yang (akhirnya) membawa mereka ke dalam neraka, jika mereka mengikuti apa yang kalian tunjukkan berupa kebathilan yang dicampur dengan sebagian kebenaran untuk mengelabui mereka. “Al-bayan” adalah memberi penjelasan, dan lawannya adalah menyembunyikan dan mencampur adukkan kebenaran dengan kebathilan. (Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (43)) Menurut Muqatil, firman Allah SWT (Dan dirikanlah shalat) maknanya adalah Allah memerintahkan mereka agar shalat bersama nabi Muhammad SAW dan (tunaikanlah zakat) maknanya yaitu memerintahkan kepada mereka untuk menunaikan zakat, yaitumemberikannya kepada nabi Muhammad SAW. (dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku') maknanya yaitu memerintahkan mereka untuk melakukan ruku’ bersama dengan dari umat nabi Muhammad SAW.

Maksudnya yaitu “Jadilah bagian dari mereka dan bersama mereka” Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, (tunaikanlah zakat) yang dimaksud dengan zakat adalah ketaatan kepada Allah dan ikhlas. Hasan Al-Bashri berkata tentang firman Allah SWT, (tunaikanlah zakat) maknanya yaitu kewajiban yang mana tidak ada amal-amal kebajikan yang bermanfaat kecuali dengan zakat dan shalat. Firman Allah SWT (dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku') maknanya adalah Lakukanlah bersama orang-orang mukmin amalan-amalan terbaik mereka, dan salah satu yang paling khusus dan paling sempurna adalah shalat.

Banyak ulama menggunakan ayat ini sebagai dalil wajibnya (shalat) berjamaah

Sumber: https://tafsirweb.com/334-surat-al-baqarah-ayat-42.html

Informasi Tambahan

Juz

1

Halaman

7

Ruku

6

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved