اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
وَاِنَّ
dan sesungguhnya
مِنْ
dari
اَهْلِ
Ahli
الْكِتٰبِ
Kitab
لَمَنْ
ada orang
يُّؤْمِنُ
(ia) beriman
بِاللّٰهِ
dengan/kepada Allah
وَمَآ
dan apa
اُنْزِلَ
diturunkan
اِلَيْكُمْ
kepadamu
وَمَآ
dan apa
اُنْزِلَ
diturunkan
اِلَيْهِمْ
kepada mereka
خٰشِعِيْنَ
mereka khusyu' (tunduk)
لِلّٰهِ
kepada Allah
ۙ
لَا
tidak
يَشْتَرُوْنَ
mereka menukar/membeli
بِاٰيٰتِ
dengan/kepada ayat-ayat
اللّٰهِ
Allah
ثَمَنًا
harga
قَلِيْلًا
sedikit
ۗ
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
لَهُمْ
bagi mereka
اَجْرُهُمْ
pahala mereka
عِنْدَ
di sisi
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
ۗ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
سَرِيْعُ
amat cepat
الْحِسَابِ
perhitungan
﴿١٩٩﴾
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
492 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya sebagian dari ahli kitab benar-benar ada yang meyakini Allah sebagai tuhan yang maha Esa lagi sembahan yang berhak diibadahi dan juga mengimani apa yang diturunkan kepada kalian berupa al-qur’an, dan apa yang diturunkan kepada mereka berupa serta taurat dan injil,dengan penuh kerendahan diri kepada Allah dan ketundukan kepadaNYA.Mereka tidak menjual ayat-ayat Allah dengan secuil harga dari kekayaan dunia yang semu dan tidak menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah dan tidak mengubah-ubahnya,layaknya para penganut ahli kitab selain mereka. Mereka itu memperoleh pahala besar disisiNYA pada hari berjumpa denganNYA. Lalu DIA memberikan balasan itu kepada mereka dengan sempurna tanpa ada kekurangan.Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitunganNYA. tidaklah menyulitkanNYA Perhitungan amal perbuatan mereka dan proses hisabnya
Sumber: https://tafsirweb.com/1331-surat-ali-imran-ayat-199.html
Tafsir as-Sa'di
199. Maksudnya, ”Dan sungguh diantara ahli kitab,” ada suatu kelompok yang di bimbing kepada kebaikan, mereka beriman kepada Allah dan mereka beriman kepada sesuatu ”yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka,” keimanan yang berguna ini tidaklah seperti orang yang beriman kepada sebagian Rasul dan kitab, dan kafir kepada sebagian lainya. Oleh karena itu , ketika kaimanan mereka menyeluruh dan bersipat hakiki, maka menjadi suatu yang berguna hingga menimbulkan rasa takut bagi mereka kepada Allah dan ketundukan mereka di bawah kemuliaanya yang mengharuskan ketundukan kepada perintah dan larangaNya, serta tidak melampui batas-batasNya."Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.-Fathir:28- Dan termasuk rasa takut mereka kepada Allah adalah bahwa mereka”tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, ”mereka tidak mendahulukan dunia daripada agama sebagaiman yang dilakukan orang-orang yang menyimpang, yang menyembunyikan apa yang telah Allah turunkan dan mereka tukarkan dengan harga yang sedikit. Adapun mereka adalah orang yang mengetahui kebenaran yang hakiki dan mereka mengetahui bahwa termasuk kerugian yang besar ketika meridoi dunia tanpa agama/akhirat.Dan berdiri mengikuti keinginan nafsu yang hina dan meninggalkan kewajiban yang bias mendatangkan kemenangan dunia dan akhirat, maka mereka menerima kebenaran dan menjelaskannyam lalu mendakwahkannya, dan mereka memperingatkan dari kebatilan. Maka Allah memberi pahala kepada mereka atas perbuatan itu dengan pahala yang besar dan ganjaran yang indah dan Allah memberitahu mereka bahwasanya "Dia sangat cepat penghitungannya" maka tida ada yang lambat menerima apa yang Allah janjikan, karena sesungguhnya apa uang dating itulah yang pasti akan diterima, dan itu begitu dekat.
Sumber: https://tafsirweb.com/1331-surat-ali-imran-ayat-199.html
Tafsir Al-Wajiz
199. Sesungguhnya sebagian ahli kitab itu mengimani Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa dengan benar, mengimani Al-Qur’an, Taurat dan Injil, tunduk kepada Allah dengan melakukan ketaatan, dan tidak mengganti sedikitpun ayat-ayat Allah dengan kenikmatan dunia karena rakus terhadap harta dan jabatan. Sesungguhnya mereka memelihara wahyu sebagaimana mestinya, tanpa menyembunyikan sedikitpun isinya seperti kabar gembira tentang nabi Muhammad ﷺ, dan tanpa menyimpang dan menggantinya.Maka bagi mereka itu pahala di sisi Tuhan mereka sebanyak dua kali atas amal dan ketaatan mereka. Sesungguhnya Allah itu maha cepat hisabnya, yang mana Dia menghisab seluruh manusia dalam waktu yang singkat. Ayat ini turun terkait perintah Nabi ﷺ untuk menyalathi orang Najasyi ketika dia mati.
Sumber: https://tafsirweb.com/1331-surat-ali-imran-ayat-199.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 199-200 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang sebagian kelompok dari Ahli Kitab yang beriman kepada Allah dengan iman yang sebenarnya, dan beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad bersamaan dengan beriman kepada apa yang telah mereka imani sebelumnya berupa kitab-kitab sebelumnya. Mereka khusyu’ dan patuh kepada Allah, tunduk dan merendahkan diri di hadapanNya, (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit) yaitu mereka tidak menyembunyikan berita-berita gembira tentang nabi Muhammad ﷺ, menyebutkan sifat-sifatnya, gelarnya, pengutusannya, dan sifat umatnya. Mereka adalah sebaik-baik Ahli Kitab dan yang paling istimewa di antara mereka, baik mereka yang berasal dari orang-orang Yahudi atau Nasrani.Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Surah Al-Qashash (Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu (52) Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya) (53) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) (Surah Al-Qashash: 52-54) Allah سبحانه وتعالى juga berfirman (Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya) (Surah Al-Baqarah:121) Ini adalah sifat-sifat yang ada pada orang-orang Yahudi, namun sedikit sekali sebagaimana yang ditemukan dalam Abdullah bin Salam dan orang-orang lain sepertinya yang beriman dari golongan para rahib Yahudi, dimana jumlah mereka tidak sampai sepuluh orang.Adapun orang-orang Nasrani, maka di antara mereka ada yang mendapatkan petunjuk dan dituntun menuju kebenaran, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri (82) Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui; seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (83) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?" (84) Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya…) (Surah Al-Maidah: 82-85) Demikian juga Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya) Telah disebutkan dalam hadits bahwa Ja'far bin Abi Thalib, ketika membaca surah (Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad (1)) (Surah Maryam) di hadapan orang Najasyi, raja Habasyah, yang ditemani oleh para pendeta dan pemuka agama Nasrani, dia dan mereka menangis bersamanya hingga janggut mereka menjadi basah.Disebutkan juga dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa ketika orang Najasyi wafat, Rasulullah ﷺ mengumumkan hal itu kepada para sahabatnya, "Saudara kalian di Habasyah telah meninggal. Mari kita shalat jenazah untuknya" Kemudian Rasulullah ﷺ keluar ke padang pasir, mengatur shaf mereka dan melaksanakan shalat untuknya. Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, ayat dalam (Dan sesungguhnya diantara ahli kitab), yaitu orang-orang yang telah masuk Islam dari kalangan Ahli Kitab.Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa, dia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiga jenis orang yang akan mendapatkan pahala dua kali” Kemudian beliau menyebutkan di antaranya “seorang dari Ahli Kitab, yang dia beriman kepada nabinya dan kepadaku" Firman Allah (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit)yaitu mereka tidak pengetahuan yang ada pada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang yang dicela di antara mereka. Sebaliknya, mereka menyebarkannya dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya) Mujahid berkata terkait ayat (amat cepat perhitunganNya) yaitu sangat cepat dalam menghitung.Firman Allah (Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga) Hasan al-Bashri mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk bersabar dalam menjalani agama yang diridhai Allah untuk mereka, yaitu Islam. Sehingga janganlah mereka meninggalkannya dalam keadaan senang atau susah, tidak pula dalam keadaan berat atau ringan, sampai mereka meninggal dalam keadaan sebagai seorang muslim. Serta agar mereka bersabar menghadapi musuh-musuh yang mencoba merusak agama mereka".Demikian juga dikatakan oleh ulama’ salaf lainnya. Adapun “Al-Murabathah” adalah selalu menempatkan diri pada posisi beribadah dan teguh. Dikatakan bahwa hal itu adalah menunggu waktu shalat setelah selesai melaksanakan shalat.Hal tersebut diungkapkan oleh Ibnu Abbas, Sahl bin Hunaif, dan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi serta lainnya. Diriwwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang membuat Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat? Yaitu Menyempurnakan wudlu di saat susah, memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu shalat setelah shalat.Demikian itu seperti ribath, demikian itu seperti ribath, dan demikian itu seperti ribath” Firman Allah سبحانه وتعالى, (dan bertakwalah kepada Allah) yaitu dalam segala urusan dan keadaan kalian,.sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman, "Bertakwalah Allah di mana pun kamu berada, dan hapuslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan berperilakulah kepada orang-orang dengan akhlak yang baik" (supaya kamu beruntung), di dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/1331-surat-ali-imran-ayat-199.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
199 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 76
Ruku
Ruku 61
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 15 (30/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-492 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3