الرحمن (Ar-Rahman)
Per AyatMushaf
وَّيَبْقٰى
dan tetap/kekal
وَجْهُ
wajah/zat
رَبِّكَ
Tuhanmu
ذُو
mempunyai
الْجَلٰلِ
kebesaran
وَالْاِكْرَامِۚ
dan kemuliaan
﴿٢٧﴾
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
4928 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
26-27. Semua makhluk yang ada di bumi akan binasa, dan yang tetap hidup adalah Wajah Tuhanmu, Pemilik Keagungan, kebesaran, keutamaan dan kemurahan. Dalam ayat ini terkandung penetapan sifat “wajah” bagi Allah sesuai dengan keagunganNYa, tanpa menyamakan dan menentukan bentuknya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10375-surat-ar-rahman-ayat-27.html
Tafsir as-Sa'di
26-28. Maksudnya, semua yang ada di bumi, baik manusia, jin, binatang maupun semua makhluk akan mati dan binasa, dan tetap kekallah Allah Yang Mahahidup (Kekal) Yang tidak akan mati. “Yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan,” maksudnya memiliki keagungan, kebesaran, dan kemuliaan, yang diagungkan, dibesarkan dan dimuliakan karenanya. Dan memiliki kemuliaan, yakni keluasan anugerah dan derma, di mana Dia memuliakan para kekasih dan para hamba istimewaNya dengan berbagai macam kemuliaan.Dan para waliNya memuliakan, membesarkan, mengagungkan, mencintaiNya serta kembali dan beribadah kepadaNya. “Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?”
Sumber: https://tafsirweb.com/10375-surat-ar-rahman-ayat-27.html
Tafsir Al-Wajiz
27-28. Dan hanya Dzat Allah dan wajahNya yang abadi. Dialah Dzat yang hidup abadi dan tidak pernah mati.Dialah Dzat yang memiliki keagungan dan kebesaran. Dzat yang memiliki keutamaan dan nikmat yang dilimpahkan untuk hamba-hambaNya yang beriman. Maka mana nikmat Tuhan yang telah disebutkan sebelumnya itu yang kalian dustakan wahai jin dan manusia?!
Sumber: https://tafsirweb.com/10375-surat-ar-rahman-ayat-27.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 26-30 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa semua penduduk bumi akan pergi meninggalkannya dan semuanya akan mati, begitu juga semua penduduk langit, kecuali siapa saja yang dikehendaki Allah. Dan tidak ada yang kekal selain dari Allah yang Maha Mulia, karena sesungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci tidak mati, bahkan hidup kekal dan selamanya tidak mati (Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan) Ayat ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah) (Surah Al-Qashash: 88) Allah سبحانه وتعالى menerangkan sifatNya yang Maha Mulia dalam ayat ini bahwa Dia adalah Tuhan Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan. yaitu bahwa Dia adalah Tuhan yang harus diagungkan dan tidak didurhakai, dan Tuhan yang harus ditaati tidak boleh ditentang.Sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya) (Surah Al-Kahfi: 28) dan sebagaimana firmanNya yang memberithukan tentang orang-orang yang berbuat kebaikan: (Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah mengharapkan keridhaan Allah) (Surah Al-Insan: 9) Ibnu Abbas berkata bahwa makna (yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan) adalah Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran.Setelah Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa semua penduduk bumi mati, dan bahwa mereka akan dikembalikan ke akhirat, lalu Allah yang memiliki kebesaran dan keagungan memberikan keputusan kepada mereka dengan hukumNya yang adil, maka Allah berfirman: (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (28)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan (29)) Ini merupakan pemberitahuan tentang ketidakbutuhan Allah سبحانه وتعالى dari selainNya dan bahwa semua makhluk butuh kepadaNya di semua waktu, dan bahwa mereka selalu meminta kepadaNya dengan lisan dan perbuatan mereka.Dan bahwa setiap waktu Dia selalu dalam kesibukan. Diriwayatkan dari Ubaid bin Umair tentang firmanNya: (Setiap waktu Dia dalam kesibukan) dia berkata bahwa di antara kesibukanNya adalah memperkenankan orang yang berdoa atau memberi orang yang meminta atau membebaskan kesulitan orang yang dalam kesulitan atau menyembuhkan orang yang sakit. Qatadah berkata bahwa tidak ada seorangpun dari penduduk langit dan bumi yang tidak membutuhkanNya; Dialah Dzat menghidupkan dan mematikan, Dia menumbuhkan yang kecil dan membebaskan tawanan, Dia adalah tujuan dari semua keperluan orang-orang shalih dan tempat mereka meminta pertolongan dan mengadu.
Sumber: https://tafsirweb.com/10375-surat-ar-rahman-ayat-27.html
Informasi
Surat
الرحمن (Ar-Rahman)
Maha Pengasih — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
27 dari 78 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 532
Ruku
Ruku 467
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 107 (213/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4928 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-55