الرحمن (Ar-Rahman)
Per AyatMushaf
فَبِاَيِّ
maka yang mana
اٰلَاۤءِ
ni'mat
رَبِّكُمَا
Tuhanmu berdua
تُكَذِّبٰنِ
kamu berdua dustakan
﴿٣٠﴾
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
4931 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
29-30. Penghuni langit dan bumi memohon kepadaNya hajat-hajat mereka, tidak seorang pun yang tidak membutuhkanNya. Setiap hari Allah dalam urusan, memuliakan dan menghinakan, memberi dan menghalangi.Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?
Sumber: https://tafsirweb.com/10378-surat-ar-rahman-ayat-30.html
Tafsir as-Sa'di
29-30. Maksudnya, Dia Mahakaya dengan DzaNya (tidak membutuhkan apa pun) dari semua makhlukNya. Dia Maha Luas kedermawanan dan kemuliaanNYa.Semua makhluk membutuhkanNya, di mana mereka selalu memohon segala macam kebutuhan mereka kepadaNya, baik dengan kondisi maupun dengan ucapan mereka. Mereka akan selalu membutuhkanNya setiap waktu setiap saat, dan Dia “setiap waktu dalam kesibukan,” mencukupkan orang fakir, menutupi kebutuhan orang yang sedang kekurangan, memberi kepada suatu kaum dan menahan dari kaum yang lain, mematikan dan menghidupkan, merendahkan dan mengangkat, namun tidak ada satu urusanpun yang menyibukanNya dari urusan yang lain. Tidak akan membuatNya marah dengan banyaknya permintaan, tidak akan jemu dengan orang yang selalu dan terus menerus memohon kepadaNya.Mahasuci Allah Yang Mahamulia lagi Maha Memberi, yang pemberianNYa meliputi seluruh penghuni bumi dan langit, dan kemurahanNya meliputi seluruh makhluk di setiap waktu dan masa. Mahatinggi Allah yang anugerahNya tidak terhenti oleh kemaksiatan orang yang bermaksiat dan sikap ketidakbutuhan orang-orang fakir yang bodoh kepadaNya dan kepada kedermawananNYa. Kesibukan-kesibukan yang Allah kabarkan melalui FirmanNYa, “Setiap waktu Dia dalam kesibukan” adalah: ketentuan takdir dan segala pengaturanNya yang telah Dia takdirkan dan Dia tentukan sejak zaman azali.Dia selalu menakdirkan dan melaksanakan ketentuan-ketentuan tersebut pada waktu-waktunya yang sesuai dengan tuntutan hikmahNya. Yaitu hukum-hukumNYa yang berkenaan dengan agama yang mencakup perintah dan larangan, dan takdir yang Dia berlakukan terhadap para hambaNya selama mereka hidup di dunia ini. Hingga tatkala sempurna (usai) semua perkara tersebut, Allah akan membinasakan mereka dan kemudian memberlakukan pembalasan atas segala amal perbuatan mereka dan memperlihatkan kepada mereka keadilan dan karunia serta kebaikanNya yang berlimpah, yang dengannya mereka mengetahui dan mentauhidkanNya.Dia memindahkan makhluk yang dibebani syariat dari tempat ujian dan cobaan menuju tempat kehidupan yang sebenarnya. Ketika itulah dilaksanakan keputusan (pengadilan) yang telah datang waktunya, dan inilah yang dimaksudkan dalam FirmanNYa,
Sumber: https://tafsirweb.com/10378-surat-ar-rahman-ayat-30.html
Tafsir Al-Wajiz
29-30. Seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi meminta kepadaNya segala sesuatu yang mereka butuhkan berupa kebahagiaan, rejeki serta kehidupan. Setiap waktu Dia mengatur segala sesuatu.Dia menciptakan manusia dan memperbarui keadaan-keadaannya sesuai ketentuanNya yang terdahulu, berupa kehidupan dan kematian, pemberian keagungan dan kehinaan, pemberian kekayaan dan kefakiran, serta pengabulan permintaan, pengharaman sesuatu dan lain-lain. Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan wahai jin dan manusia, yaitu nikmat pengaturan segala urusan-urusan yang berbeda untuk hamba-hambaNya?!
Sumber: https://tafsirweb.com/10378-surat-ar-rahman-ayat-30.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 26-30 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa semua penduduk bumi akan pergi meninggalkannya dan semuanya akan mati, begitu juga semua penduduk langit, kecuali siapa saja yang dikehendaki Allah. Dan tidak ada yang kekal selain dari Allah yang Maha Mulia, karena sesungguhnya Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Suci tidak mati, bahkan hidup kekal dan selamanya tidak mati (Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan) Ayat ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah) (Surah Al-Qashash: 88) Allah سبحانه وتعالى menerangkan sifatNya yang Maha Mulia dalam ayat ini bahwa Dia adalah Tuhan Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan. yaitu bahwa Dia adalah Tuhan yang harus diagungkan dan tidak didurhakai, dan Tuhan yang harus ditaati tidak boleh ditentang.Sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya) (Surah Al-Kahfi: 28) dan sebagaimana firmanNya yang memberithukan tentang orang-orang yang berbuat kebaikan: (Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah mengharapkan keridhaan Allah) (Surah Al-Insan: 9) Ibnu Abbas berkata bahwa makna (yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan) adalah Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran.Setelah Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa semua penduduk bumi mati, dan bahwa mereka akan dikembalikan ke akhirat, lalu Allah yang memiliki kebesaran dan keagungan memberikan keputusan kepada mereka dengan hukumNya yang adil, maka Allah berfirman: (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (28)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan (29)) Ini merupakan pemberitahuan tentang ketidakbutuhan Allah سبحانه وتعالى dari selainNya dan bahwa semua makhluk butuh kepadaNya di semua waktu, dan bahwa mereka selalu meminta kepadaNya dengan lisan dan perbuatan mereka.Dan bahwa setiap waktu Dia selalu dalam kesibukan. Diriwayatkan dari Ubaid bin Umair tentang firmanNya: (Setiap waktu Dia dalam kesibukan) dia berkata bahwa di antara kesibukanNya adalah memperkenankan orang yang berdoa atau memberi orang yang meminta atau membebaskan kesulitan orang yang dalam kesulitan atau menyembuhkan orang yang sakit. Qatadah berkata bahwa tidak ada seorangpun dari penduduk langit dan bumi yang tidak membutuhkanNya; Dialah Dzat menghidupkan dan mematikan, Dia menumbuhkan yang kecil dan membebaskan tawanan, Dia adalah tujuan dari semua keperluan orang-orang shalih dan tempat mereka meminta pertolongan dan mengadu.
Sumber: https://tafsirweb.com/10378-surat-ar-rahman-ayat-30.html
Informasi
Surat
الرحمن (Ar-Rahman)
Maha Pengasih — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
30 dari 78 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 532
Ruku
Ruku 467
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 107 (213/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4931 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-55