Kembali ke Surat Ar-Rahman

الرحمن (Ar-Rahman)

Surat ke-55, Ayat ke-49

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

📚 Tafsir Al-Muyassar

49. Maka nikmat manakah dari nikmat-nikmat Tuhan kalian berdua (wahai jin dan manusia) yang kalian dustakan?

Sumber: https://tafsirweb.com/10397-surat-ar-rahman-ayat-49.html

📚 Tafsir as-Sa'di

48-49. Dan di antara sifat-sifat kedua surga itu adalah bahwa “kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan” maksudnya, di dalam dua surga tersebut terdapat beraneka ragam kenikmatan yang bermacam-macam, baik nikmat lahir maupun nikmat batin, yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam benak manusia, yaitu di dalam keduanya terdapat pepohonan yang sangat banyak nan indah, yang memiliki ranting-ranting halus (enak dipandang), dan terdapat padanya buah-buahan yang matang dan sangat banyak lagi enak rasanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/10397-surat-ar-rahman-ayat-49.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

48-49. Dua surga yang memiliki banyak cabang-cabang (pohon). Maka nikmat Tuhan mana yang kalian dustakan?!

Sumber: https://tafsirweb.com/10397-surat-ar-rahman-ayat-49.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 46-53 Ayat ini bersifat umum, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas dan lainnya. Allah SWT berfirman: (Dan bagi orang yang takut saat akan menghadap Tuhannya) yaitu di hadapan Allah SWT pada hari kiamat (dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya) (Surah An-Nazi'at: 40) Dia tidak mengikutkan hawa nafsunya dan tidak memilih kehidupan dunia, dan dia mengetahui bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

Jadi dia menunaikan hal-hal yang difardhukan Allah dan menjauhi hal-hal yang diharamkan baginya, maka baginya pada hari kiamat di sisi Tuhannya ada dua surga. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Bukhari dari Abu Bakr bin Abdullah bin Qais dari ayahnya bahwa Rasulallah SAW bersabda,”Dua surga yang semua wadah-wadahan dan segala sesuatunya dari perak, dan dua surga yang semua wadah-wadahan dan segala sesuatunya dari emas” Kemudian Allah SWT menggambarkan sifat kedua surga itu, lalu Allah SWT berfirman: (kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan) Qatadah tentang firmanNya: (kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan) yaitu keluasan, keutamaan, dan keistimewaannya yang melebihi lainnya. (Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir (50)) yaitu yang mengalir untuk mengairi pohon-pohon dan dahan-dahan itu sehingga dapat membuahkan beragam buah-buahan (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (51)) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan (52)) yaitu dari segala macam buah-buahan yang mereka ketahui dan yang terbaik dari apa yang pernah mereka ketahui, serta kenikmatan lainnya yang belum pernah terlihat mata, terdengar telinga, dan terbesit dalam hati seorang manusiapun (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (53))

Sumber: https://tafsirweb.com/10397-surat-ar-rahman-ayat-49.html

Informasi Tambahan

Juz

27

Halaman

533

Ruku

468

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved