الحديد (Al-Hadid)
Per AyatMushaf
اِعْلَمُوْٓا
ketahuilah
اَنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
يُحْيِ
menghidupkan
الْاَرْضَ
bumi
بَعْدَ
sesudah
مَوْتِهَاۗ
matinya
قَدْ
sesungguhnya
بَيَّنَّا
Kami telah menjelaskan
لَكُمُ
bagi kalian
الْاٰيٰتِ
keterangan-keterangan
لَعَلَّكُمْ
agar kalian
تَعْقِلُوْنَ
kalian menggunakan akal
﴿١٧﴾
Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.
5092 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
17. Ketahuilah bahwa Allah menghidupkan bumi dengan hujan sesudah bumi itu mati, lalu bumi mengeluarkan tanamannya, maka demikian juga Allah Mahakuasa menghidupkan orang-orang mati di Hari Kiamat. Allah Mahakuasa melunakkan hati setelah sebelumnya keras.Sungguh Kami telah menjelaskan kepada kalian dalil-dalil (bukti-bukti) Kuasa Kami agar kalian merenungkannya lalu mengambil pelajaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/10713-surat-al-hadid-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. “Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya.” Karena tanda-tanda kebesaran Allah menunjukkan akal pada perintah-perintah ilahiyah. Dzat yang kuasa menghidupkan bumi setelah sebelumnya mati juga kuasa menghidupkan orang-orang mati setelah meninggal dunia kemudian diberi balasan atas amal perbuatannya.Dzat yang menghidupkan bumi dengan air hujan setelah sebelumnya mati juga kuasa menghidupkan hati yang mati dengan kebenaran yang diturunkan oleh Allah kepada RasulNya. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak berakal adalah orang yang tidak bisa mendapatkan petunjuk dari tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak tunduk pada peraturan-peraturan Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/10713-surat-al-hadid-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Ketahuilah wahai orang-orang mukmin sesungguhnya Allah memberi kehidupan bumi dengan air dan tumbuh-tumbuhan setelah membuatnya gersang. Begitu juga Allah melakukan hal itu di dalam hati kalian.Allah melembutkan dan mengembalikannya untuk khusyu’ dalam berdzikir dan membaca Al-Qur’an. Sungguh Kami telah menjelaskan kepada kalian tentang ayat-ayat dan bukti-bukti yang menunjukkan pada kekuasaan Kami supaya kalian berpikir dan merenungi nasehat-nasehat ini serta mengetahui hal-hal positifnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10713-surat-al-hadid-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 16-17 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa bukankah telah datang waktunya bagi orang-orang mukmin untuk hati mereka tunduk mengingat Allah? lunak di saat mengingat Allah, mendengar nasihat dan mendengar bacaan Al-Qur'an, lalu hati mereka memahaminya, tunduk patuh dan mendengarkannya. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dia berkata, bahwa tidak ada tenggang waktu antara keislaman kami dan teguran Allah dengan firmanNya: (Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah) selain dari empat tahun Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras) Allah سبحانه وتعالى melarang orang-orang mukmin menyerupai orang-orang yang telah diberikan kepada mereka Al-Kitab sebelumnya, dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Setelah berlalu cukup panjang atas mereka, mereka mengganti kitab Allah yang ada pada mereka dan menukarnya dengan harga yang murah, dan meninggalkannya.Mereka menggantinya dengan pendapat yang berbeda-beda dan ucapan yang dibuat-buat. Mereka mengikuti pendapat orang banyak dalam agama Allah, dan mereka menjadikan pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Maka pada saat itulah hati mereka menjadi keras dan tidak mau menerima pelajaran serta tidak mau lunak dengan janji dan tidak pula ancaman. (kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik) yaitu dalam perbuatan mereka, hati mereka telah rusak, dan amal mereka bathil.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya) (Surah Al-Maidah: 13) yaitu hati mereka rusak dan keras membatu, dan sudah menjadi watak mereka suka mengubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan meninggalkan amal-amal yang mereka diperintahkan untuk mengerjakannya, dan mereka lebih senang melakukan hal-hal yang mereka dilarang melakukannya.Oleh karena itu Allah melarang orang-orang mukmin menyerupai apa pun dari urusan mereka, baik yang pokok maupun yang cabang. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya (17)) Di dalamnya terdapat makna bahwa Allah سبحانه وتعالى bisa melunakkan hati yang keras dan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang bingung dari kesesatannya, dan dapat melenyapkan semua kesulitannya. Sebagaimana Dia dapat menghidupkan bumi setelah matinya yang kering dan tandus, dengan hujan yang deras.Maka demikian juga Dia memberi petunjuk kepada hati-hati yang keras melalui bukti-bukti dan dalil-dalil Al-Qur'an; serta memasukkan ke dalamnya cahaya, padahal sebelumnya tertutup rapat tidak dapat ditembus. Maha suci Tuhan yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki setelah tersesat, dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki, padahal sebelumnya telah beriman. Dzat yang Maha Berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki, Dia Maha Bijaksana dan Maha Adil dalam semua perbuatanNya, lagi Maha Lembut, Maha Mengetahui, Maha Besar, dan Maha Tinggi
Sumber: https://tafsirweb.com/10713-surat-al-hadid-ayat-17.html
Informasi
Surat
الحديد (Al-Hadid)
Besi — 29 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
17 dari 29 ayat
Juz
Juz 27
Halaman
Halaman 539
Ruku
Ruku 473
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 108 (216/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5092 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-57