الحديد (Al-Hadid)
Surat ke-57, Ayat ke-18
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
📚 Tafsir Al-Muyassar
18. Sesungguhnya orang-orang yang menyedekahkan harta mereka, baik laki-laki maupun perempuan, dan berinfak di jalan Allah dengan nafkah yang jiwa mereka penuh kerelaan dalam rangka mendapatkan ridha Allah, maka pahala hal itu dilipatgandakan bagi mereka, lebih dari itu, mereka akan mendapatkan pahala yang besar, yaitu surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/10714-surat-al-hadid-ayat-18.html
📚 Tafsir as-Sa'di
18. “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan,” dengan tasydid pada kata ‘Almushoddiqiina’ dan ‘Almushoddiqooti’ yakni orang-orang yang banyak bersedekah yang ditetapkan syariat dan memberikan nafkah yang baik, “dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,” dengan cara membelanjakan harta mereka untuk kebaikan yang menjadi simpanan bagi mereka di sisi Rabb mereka, “niscaya akan dilipat gandakan” pahala kebaikan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali sampai tidak terhingga, “dan bagi mereka pahala yang mulia,” yakni pahala yang disediakan Allah bagi mereka di surga yang tidak diketahui oleh jiwa.
Sumber: https://tafsirweb.com/10714-surat-al-hadid-ayat-18.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
18. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang menyedekahkan harta mereka dan menafkahkannya di jalan Allah dengan ikhlas maka pahalanya atas amal perbuata itu akan dilipat gandakan. Bagi mereka pahala yang baik di sisi Allah SWT yaitu surga.
Sumber: https://tafsirweb.com/10714-surat-al-hadid-ayat-18.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 18-19 Allah SWT menyebutkan pahala yang akan Dia berikan kepada orang-orang laki-laki dan perempuan yang menyedekahkan sebagian harta mereka kepada orang-orang yang membutuhkan, orang-orang fakir dan miskin (dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) yaitu mereka menyerahkannya dengan niat yang ikhlas karena mengharapkan ridha Allah, dan tidak menginginkan balasan dari orang-orang yang mereka beri dan tidak pula ungkapan terima kasih. Oleh karena itu Allah berfirman: (niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya)) yaitu Allah menerima setiap kebaikan dari mereka dengan sepuluh kali lipat kebaikannya, dan diberi tambahan sampai tujuh ratus kali lipatnya, bahkan lebih dari itu (dan bagi mereka pahala yang banyak) yaitu pahala yang berlimpah, baik, tempat kembali yang baik, dantempat tinggal yang mulia.
Firman Allah SWT: (Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati) Ini merupakan kelengkapan dari kalimat yang menjelaskan orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa mereka adalah orang-orang yang membenarkan. Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud tentang firmanNya: (mereka itu orang-orang tulus hati dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka) dia berkata bahwa mereka terdiri atas tiga golongan, yaitu orang-orang yang suka bersedekah, orang-orang yang membenarkan, dan para syuhada. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh) (Surah An-Nisa’: 69) Maka perbedaan antara orang-orang yang membenarkan dan orang-orang yang mati syahid itu menunjukkan bahwa keduanya merupakan dua golongan, dan tidak diragukan lagi bahwa “Ash-shiddiq” lebih tinggi kedudukannya daripada “Asy-syahid”, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Malik bin Anas dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya penghuni surga benar-benar memandangi para penghuni gedung yang ada di atas mereka sebagaimana kalian memandangi bintang yang gemerlapan di ufuk timur atau ufuk barat, karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka” Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, itu kedudukan para nabi yang tidak dapat dicapai selain mereka" Rasululah SAW menjawab: “Benar, dan demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggamanNya, dan juga orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul” Firman Allah SWT: (dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka) yaitu dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim:”Sesungguhnya ruh para syuhada berada di dalam perut burung hijau yang terbang bebas dalam surga sesuai kehendaknya, kemudian hinggap pada lentera-lentera itu. Maka Tuhanmu menjenguk mereka, lalu berfirman, “Apa yang kalian mau?” Mereka menjawab, "Kami menginginkan agar Engkau mengembalikan kami ke dunia, maka kami akan berperang lagi di jalanMu sampai Engkau mematikan kami sebagaimana kami telah mati pertama kali” Allah berfirman,"Sesungguhnya Aku telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat kembali lagi ke dunia” Firman Allah SWT: (Bagi mereka pahala dan cahaya mereka) yaitu bagi mereka di sisi Allah ada pahala melimpah dan cahaya agung yang menerangi bagian depan mereka, dan mereka dalam hal ini berbeda-beda tingkatannya sesuai dengan amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia Firman Allah SWT: (Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka) Setelah menyebutkan orang-orang yang berbahagia dan tempat kembali mereka, lalu menghubungkannya dengan menyebutkan nasib dan keadaan orang-orang yang celaka
Sumber: https://tafsirweb.com/10714-surat-al-hadid-ayat-18.html
Informasi Tambahan
Juz
27
Halaman
539
Ruku
473