المجادلة (Al-Mujadalah)
Per AyatMushaf
اَلَمْ
tidaklah
تَرَ
kamu lihat
اِلَى
atas
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
نُهُوْا
(mereka) dilarang
عَنِ
dari
النَّجْوٰى
pembicaraan rahasia
ثُمَّ
kemudian
يَعُوْدُوْنَ
mereka kembali
لِمَا
kepada apa
نُهُوْا
(mereka) dilarang
عَنْهُ
dari padanya
وَيَتَنٰجَوْنَ
dan mereka berbicara rahasia
بِالْاِثْمِ
untuk berbuat dosa
وَالْعُدْوَانِ
dan permungsuhan
وَمَعْصِيَتِ
dan mendurhakai
الرَّسُوْلِۖ
rasul
وَاِذَا
dan apabila
جَاۤءُوْكَ
mereka datang kepadamu
حَيَّوْكَ
mereka mengucapkan salam kehormatan kepadamu
بِمَا
dengan apa-apa
لَمْ
tidak
يُحَيِّكَ
menurut salam kehormatan kepadamu
بِهِ
dengannya
اللّٰهُ
Allah
ۙوَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka mengatakan
فِيْٓ
pada
اَنْفُسِهِمْ
diri mereka sendiri
لَوْلَا
mengapa tidak
يُعَذِّبُنَا
menyiksa kita
اللّٰهُ
Allah
بِمَا
dengan apa-apa
نَقُوْلُۗ
kita katakan
حَسْبُهُمْ
cukup bagi mereka
جَهَنَّمُۚ
neraka jahanam
يَصْلَوْنَهَاۚ
mereka memasukinya
فَبِئْسَ
maka seburuk-buruk
الْمَصِيْرُ
tempat kembali
﴿٨﴾
Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.
5112 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu (wahai Rasul) tidak melihat kepada orang-orang Yahudi yang dilarang berbisik-bisik secara rahasia dengan sesuatu yang menimbulkan kecurigaan pada hati orang-orang beriman, kemudian mereka melakukan kembali apa yang dilarang itu, di mana mereka berbicara secara rahasia dengan pembicaraan yang mengandung dosa, permusuhan, dan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah? Bila orang-orang Yahudi itu datang kepadamu (wahai Rasul) untuk satu urusan, mereka mengucapkan penghormatan kepadamu yang tidak Allah jadikan sebagai penghormatan bagimu, yaitu mereka berkata, “As-Samu alaika”, yang berarti, semoga kematian menimpamu. Mereka berkata di antara mereka, “Bila memang Muhammad adalah utusan Allah yang benar, mengapa Allah tidak menghukum kita atas apa yang kita ucapkan kepadanya?” cukuplah Neraka Jahanam bagi mereka yang akan mereka masuki, mereka akan merasakan panasnya, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
Sumber: https://tafsirweb.com/10762-surat-al-mujadalah-ayat-8.html
Tafsir as-Sa'di
8-9. “Pembicaraan rahasia” adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih yang membahas kebaikan atau keburukan. Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar membicarakan kebaikan ketika berbicara secara rahasia. Kebaikan adalah kata menyeluruh untuk seluruh kebaikan, ketaatan, menunaikan hak-hak Allah, hak-hak sesama manusia, takwa, dan lainnya.Dan yang dimaksud dalam ayat ini dengan penggunaan kata menyeluruh adalah agar menjauhi seluruh keharaman dan dosa. Orang Mukmin pasti menunaikan perintah ilahi ini. Tidaklah anda melihatnya berbisik-bisik atau berbicara kecuali membahas sesuatu yang bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah dan menjauhkan mereka dari murkaNya.Adapun orang-orang durjana dan pendosa saling memandang rendah perintah-perintah Allah serta berbisik-bisik dengan dosa dan permusuhan serta mendurhakai Rasulullah, seperti halnya orang-orang munafik. Itulah kebiasaan mereka dan kondisi mereka bersama Rasulullah. Allah berfirman, “Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagaimana yang ditentukan Allah untukmu.” Maksudnya mereka merahasiakan pembicaraan yang dibeberkan oleh Allah Yang Mengetahui hal yang ghaib dan nyata, yaitu pembicaraan mereka, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu.” Maksudnya mereka meremehkan hal itu dengan berdalih tidak disegerakannya azab dan hukuman untuk mereka dengan alasan pembicaraan mereka itu tidak terlarang.Allah berfirman seraya menjelaskan bahwa Dia memberi tangguh bukan melalaikan, “Cukuplah bagi mereka Neraka Jahanam yang akan mereka masuki.Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” Maksudnya, cukuplah Neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali.” Maksudnya cukuplah Neraka Jahanam bagi mereka yang mencakup berbagai macam siksaan dan kesengsaraan untuk mereka; siksaan-siksaan itu meliputi dan menyakitkan mereka, dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. Mereka yang disinggung tersebut adalah orang-orang munafik yang menampakkan keimanan dan mengungkapkan kata-kata tersebut kepada Rasulullah yang menurut mereka menginginkan kebaikan padahal mereka berdusta. Atau yang dimaksud dalam ayat ini adalah ahli kitab, yaitu orang-orang yang ketika memberi ucapan salam kepada Rasulullah menyatakan, “AsSammu ‘alaika ya Muhammad,” maksudnya adalah “Matilah kau Muahammad!”
Sumber: https://tafsirweb.com/10762-surat-al-mujadalah-ayat-8.html
Tafsir Al-Wajiz
8. Apakah engkau tidak memperhatikan dan juga tidak heran wahai Nabi terhadap kondisi orang Yahudi dan orang-orang munafik. Mereka telah dilarang oleh rasul ﷺ untuk berbisik-bisik dalam rangka rencana menguasai orang mukmin.Kemudian mereka tetap mengulangi perbuatan mereka. Mereka berbisik-bisik tentang hal yang diharamkan Allah, yaitu maksiat dan perbuatan dosa. Mereka berencana mengagresi orang mukmin dan membangkang terhadap rasul.Apabila orang Yahudi datang dan mengucapkan salam kepadamu dengan salam selain assalamu’alaikum tapi dengan ucapan assaamu ‘alaikum yang bermakna kematian dan kehancuran. Mereka saling mengejek dalam kelompok mereka: Apa mungkin hanya karena soal salam, lantas Allah akan mengazab kami, hanya karena bahwa Muhammad itu memang seorang nabi?” Maka azab neraka Jahannam adalah cukup dan sesuai bagi mereka. Mereka akan memasukinya dan Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali, dan itu adalah tempat mereka.Muqatil bin Hayyan berkata: Pernah suatu ketika antara nabi dan Yahudi ada sebuah salam. Apabila seorang sahabat lewat di depan mereka, mereka kemudian duduk berkupul dan saling berbisik. Sehingga orang mukmin menyangka bahwa mereka berencana untuk membunuhnya atau merencanaka sesuatu yang tidak dia kehendaki.Sehingga rasul ﷺ melarang perbuatan berbisik itu. Belum mereka selesai dalam perbuatan mereka, Allah telah menurunkan ayat: apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang melarang berbisik? Aisyah berkata: Sekelompok orang Yahudi mendatangi nabi dengan berkata: Kecelakaan bagimu wahai ayah Qasim.Kemudian aku menjawab: Kecelakan tetap bagi kalian, Allah Maha berbuat atas kalian. Kemudian turunlah ayat: Dan mereka mendatangimu
Sumber: https://tafsirweb.com/10762-surat-al-mujadalah-ayat-8.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 8-10 Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa pernah orang-orang Yahudi menemui Rasulullah ﷺ, lalu mereka mengucapkan, "Assaamu 'alaika (semoga kebinasaan menimpa dirimu), hai Abu Al-Qasim" Maka Aisyah menjawab, "Wa 'alaikumus saam (semoga kamulah yang tertimpa kebinasaan)" Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah tidak menyukai kata-kata yang keji dan perbuatan yang keji" Aisyah berkata, "Tidakkah engkau mendengar apa yang mereka katakan? Mereka mengatakan, 'Assaamu 'alaika" Rasulullah ﷺ balik bertanya, "Tidakkah engkau mendengar apa yang kukatakan kepada mereka? Aku katakan kepada mereka, “Wa'alaikum” (semoga kamulah yang demikian itu)" Maka Allah menurunkan firmanNya: (Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, "Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?”) yaitu apa yang mereka lakukan dan katakan itu berupa melipat kata-kata dan memberikan perkiraan seakan-akan kata-kata itu adalah salam.Padahal sesungguhnya kata-kata itu sebenarnya merupakan cacian. Selain itu mereka mengatakan dalam diri mereka sendiri bahwa seandainya orang ini adalah seorang nabi, niscaya Allah akan mengazab kami karena apa yang kami katakan terhadapnya apa yang dalam bathin, karena Allah Maha Mengetahui apa yang kami sembunyikan ; sekiranya dia benar seorang nabi, pastilah dalam waktu dekat Allah akan menyegerakan siksaanNya di dunia. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam) yaitu, neraka Jahanam, sudah cukup untuk mereka di akhirat (yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mendidik hamba-hambaNya yang beriman agar mereka tidak menjadi seperti orang-orang kafir dan orang-orang munafik. (Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul) yaitu sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang bodoh dari kalangan orang-orang kafir Ahli Kitab, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam kesesatan dari kalangan orang-orang munafik (Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan) yaitu lalu Dia memberitahukan kepada kalian semua amal perbuatan dan ucapan kalian, Allah telah mencatatnya atas kalian dan akan membalaskannya terhadap kalian.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedangkan pembicaraan itu tidaklah memberi mudharat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal (10)) yaitu sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah pembicaraan yang dilakukan dengan bisik-bisik untuk membuat orang mukmin dalam keburukan (adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita) yaitu sesungguhnya pembicaraan rahasia ini akibat dari bisikan setan yang dihembuskan kepada mereka dan membuat mereka menganggap baik perbuatan itu (supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita) yaitu agar hati mereka menjadi gelisah, padahal hal tersebut sama sekali tidak membahayakan mereka kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang merasa menghadapi itu, maka hendaklah dia meminta perlindungan dan bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya hal itu tidak akan membahayakan dirinya dengan izin Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/10762-surat-al-mujadalah-ayat-8.html
Informasi
Surat
المجادلة (Al-Mujadalah)
Gugatan — 22 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
8 dari 22 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 543
Ruku
Ruku 477
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 109 (217/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5112 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-58