الحشر (Al-Hasyr)
Per AyatMushaf
وَمَآ
dan apa-apa
اَفَاۤءَ
memberikan
اللّٰهُ
Allah
عَلٰى
atas
رَسُوْلِهٖ
rasul-Nya
مِنْهُمْ
dari mereka
فَمَآ
maka tidak
اَوْجَفْتُمْ
kamu mengerahkan
عَلَيْهِ
atasnya
مِنْ
dari
خَيْلٍ
seekor kuda
وَّلَا
dan tidak
رِكَابٍ
tunggangan
وَّلٰكِنَّ
akan tetapi
اللّٰهَ
Allah
يُسَلِّطُ
memberikan kekuasaan
رُسُلَهٗ
rasul-Nya
عَلٰى
atas
مَنْ
dari
يَّشَاۤءُۗ
sesuatu
وَاللّٰهُ
dan Allah
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قَدِيْرٌ
Maha Kuasa
﴿٦﴾
Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
5132 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
6. Apa yang Allah berikan sebagai fai’ kepada RasulNya dari harta orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, kalian tidak menyerangnya dengan pasukan berkuda dan berunta untuk mendapatkannya, tetapi Allah menguasakan RasulNya atas siapa yang Dia kehendaki dari musuh-musuhNya, lalu mereka menyerah tanpa perang. Harta fai’ adalah harta orang-orang kafir yang diambil tanpa perang.Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10804-surat-al-hasyr-ayat-6.html
Tafsir as-Sa'di
6. Kemudian Allah menyebutkan tentang siapakah yang harta dan kekayaannya berpindah ke tangan Rasulullah. Allah berfirman, “Dan apa saja harta rampasan (fai’) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) mereka,” “maka” sesungguhnya kalian wahai kaum Muslimin “tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun,” maksudnya kalian tidak mendatangkan ataupun mengumpulkan itu semua, artinya kalian tidak lelah untuk mendapatkannya, tidak mengerahkan jiwa raga kalian dan tidak juga kendaraan-kendaraan kalian, akan tetapi Allah memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka, sehingga harta benda tersebut mendatangi kalian dengan sangat mudahnya.Oleh karena itu Allah berfirman, “Tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada RasulNya terhadap siapa yang dikehendakiNya.Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Merupakan kesempurnaan Kuasa Allah, bahwasanya tidak ada sesuatu pun yang dapat menahannya dan tidak ada satu kekuatan pun yang berharga selain dariNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/10804-surat-al-hasyr-ayat-6.html
Tafsir Al-Wajiz
6. Allah tidak menjadikan harta rampasan atau Fai’ untuk rasul ﷺ sebagaimana harta Bani Nadhir. Dan arti Fai’ adalah harta rampasan dari orang kafir tanpa melalui peperangan, maka kalian tidak perlu tergesa-gesa untuk memerangi musuh dengan menunggangi kuda atau unta.Kalian tidak perlu bersusah payah untuk perang dan berkemelut dalam kesulitan, namun Allah telah melapangkan rasul-Nya untuk hamba-Nya yang Allah kehendaki. Ini dilakukan berkat rasa takut yang ditanamkan dalam hati orang kafir dan serah terima harta tanpa peperangan. Allah Maha Kuasa sepenuhnya terhadap apapun yang Allah kehendaki
Sumber: https://tafsirweb.com/10804-surat-al-hasyr-ayat-6.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 6-7 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan tentang “Al-fai” apa sifat dan hukumnya? “Al-Fai’” adalah harta yang diambil dari orang-orang kafir tanpa melalui peperangan, tanpa mengerahkan seekor kuda dan seekor unta, seperti harta yang diperoleh dari Bani Nadhir, karena sesungguhnya hal itu diperoleh tanpa orang-orang muslim mengerahkan seekor kuda dan seekor unta, yakni tanpa memerangi musuh, baik perang tanding maupun perang langsung, bahkan mereka menyerah karena rasa takut yang dilemparkan Allah سبحانه وتعالى ke dalam hati mereka berupa takut kepada Rasulullah ﷺ. Maka Allah سبحانه وتعالى memberikan harta fai’ kepada RasulNya ﷺ, karena itulah maka beliau membelanjakannya sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. Akan tetapi, Rasulullah ﷺ mengembalikan harta itu kepada orang-orang muslim dan ke jalan-jalan kebaikan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat-ayat ini.Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apa saja harta rampasan (fai) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka) yaitu dari Bani Nadhir (maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kuda pun dan (tidak pula) seekor unta pun) yaitu unta kendaraan (tetapi Allah yang memberikan kekuasaan kepada Rasul-Nya terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) yaitu DIa Maha Kuasa tidak dapat dikalahkan dan tidak ada yang dapat menghalang-halangi-Nya, bahkan Dia Maha Mengalahkan segala sesuatu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apa saja harta rampasan (fai) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota) yaitu semua kota yang telah ditaklukkan, maka hukumnya sama dengan harta benda orang-orang Bani Nadhir. Oleh karena itu Allah berfirman: (maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan), hingga akhir ayat. juga akhir ayat yang setelahnya, itulah pembelanjaan harta fai’.Diriwayatkan dari Umar mengatakan bahwa dahulu harta Bani Nadhir termasuk harta fai’ yang diberikan Allah kepada RasulNya, yaitu harta yang dihasilkan orang-orang muslim tanpa mengerahkan seekor kuda dan seekor unta pun. Maka itu murni untuk Rasulullah ﷺ, dan bahwa beliau ﷺ membelanjakan sebagian darinya untuk nafkah keluarganya dalam satu tahun. Dan pada kesempatan lain Umar berkata untuk keperluan hidup keluarganya dalam satu tahun.Sedangkan sisanya beliau ﷺ membelanjakannya untuk keperluan peralatan dan senjata di jalan Allah سبحانه وتعالى. Dan semua pembelanjaan yang disebutkan dalam ayat ini adalah pembelanjaan yang sama dengan disebutkan dalam perkara lima harta rampasan yang telah kami jelaskan pembahasannya dalam surah Al-Anfal, sehingga tidak perlu diulangi lagi. Segala puji bagi Allah Firman Allah سبحانه وتعالى: (supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu) yaitu Kami menjadikan pembelanjaan ini bagi harta fai; agar harta itu tidak dipegang oleh orang-orang yang kaya saja yang mana mereka membelanjakannya sesuai syahwat dan pendapat mereka, dan tidak membelanjakan sebagian darinya untuk orang-orang fakir.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Apa yang diberikan oleh Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah) yaitu apa pun yang diperintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah; dan apa pun yang dilarang, maka tinggalkanlah. Karena sesungguhnya yang diperintahkan itu hanyalah kebaikan, dan sesungguhnya yang dilarang hanyalah keburukan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya) yaitu bertakwalah kepadanya dengan mengerjakan perintah-penntahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, karena sesungguhnya Dia amat keras hukumanNya terhadap orang yang durhaka kepadaNya menentang perintahNya, membangkang terhadapNya, dan mengerjakan apa yang Dia larang
Sumber: https://tafsirweb.com/10804-surat-al-hasyr-ayat-6.html
Informasi
Surat
الحشر (Al-Hasyr)
Pengusiran — 24 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
6 dari 24 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 546
Ruku
Ruku 479
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 109 (218/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5132 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-59