الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
janganlah
تَتَّخِذُوْا
kamu mengambil/menjadikan
عَدُوِّيْ
musuh-Ku
وَعَدُوَّكُمْ
dan musuhmu
اَوْلِيَاۤءَ
penolong/sahabat
تُلْقُوْنَ
kamu menemui/menyampaikan
اِلَيْهِمْ
kepada mereka
بِالْمَوَدَّةِ
dengan kasih sayang
وَقَدْ
dan sesungguhnya
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِمَا
terhadap apa
جَاۤءَكُمْ
datang kepadamu
مِّنَ
dari
الْحَقِّۚ
kebenaran
يُخْرِجُوْنَ
mereka mengusir
الرَّسُوْلَ
rasul
وَاِيَّاكُمْ
dan kamu
اَنْ
bahwa
تُؤْمِنُوْا
kamu beriman
بِاللّٰهِ
kepada Allah
رَبِّكُمْۗ
Tuhan kalian
اِنْ
bahwa
كُنْتُمْ
kalian adalah
خَرَجْتُمْ
kamu keluar
جِهَادًا
berjihad/berjuang/bekerja keras
فِيْ
pada
سَبِيْلِيْ
jalan-Ku
وَابْتِغَاۤءَ
dan mencari
مَرْضَاتِيْ
keridaan-Ku
تُسِرُّوْنَ
kamu merahasiakan
اِلَيْهِمْ
kepada mereka
بِالْمَوَدَّةِ
dengan kasih sayang
وَاَنَا۠
dan Aku
اَعْلَمُ
lebih mengetahui
بِمَآ
terhadap apa
اَخْفَيْتُمْ
kamu sembunyikan
وَمَآ
dan apa
اَعْلَنْتُمْۗ
kamu nyatakan
وَمَنْ
dan barang siapa
يَّفْعَلْهُ
melakukannya
مِنْكُمْ
diantara kamu
فَقَدْ
maka sesungguhnya
ضَلَّ
sesat
سَوَاۤءَ
sama/lurus
السَّبِيْلِ
jalan
﴿١﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
5151 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
1. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasulNya serta melaksanakan syariatNya, jangan mengangkat musuhKu dan musuh kalian sebagai orang-orang terdekat dan terkasih kalian, yang mana kalian memberikan kasih sayang kepada mereka, kalian mengabari mereka tentang berita-berita Rasulullah dan rahasia-rahasia kaum Muslimin, padahal mereka telah kafir kepada kebenaran yang telah datang kepada kalian, yaitu iman kepada Allah dan rasulNya dan al-Quran yang turun kepada Rasulullah, dan mereka juga mengusir Rasulullah dan mengusir kalian (wahai orang-orang beriman) dari Makkah, karena kalian membenarkan Allah, Tuhan kalian dan mentauhidkanNya. Bila kalian (wahai orang-orang Mukmin) berhijrah dalam rangka berjihad di jalanNya, mencari ridhaKu kepada kalian, maka jangan memberikan loyalitas kepada musuh-musuhKu dan musuh-musuh kalian, yang kepada mereka kalian memberikan kasih sayang secara rahasia sedangkan Aku lebih mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan yang kalian perlihatkan.Barangsiapa melakukannya di antara kalian, maka dia telah keliru dari jalan yang haq dan kebenaran serta tersesat dari jalan yang lurus.
Sumber: https://tafsirweb.com/10847-surat-al-mumtahanah-ayat-1.html
Tafsir as-Sa'di
1. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman,” maksudnya, lakukanlah tuntutan keimanan kalian dengan bersikap loyal terhadap orang yang menunaikan keimanan dan memusuhi orang yang memusuhinya, karena sesungguhnya ia adalah musuh Allah dan musuh orang-orang yang beriman, “janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang,” maksudnya bersegera dalam mencintai mereka dan melakukan sebab-sebabnya karena kecintaan itu jika tulus akan disertai oleh pertolongan dan sikap loyal, dengan demikian seorang hamba akan keluar dari keimanan dan termasuk dalam kalangan orang-orang kafir.Maksudnya, terpisah dari orang-orang yang beriman. Orang Mukmin yang menjadikan orang kafir sebagai penolong juga tidak memiliki harga diri, sebab bagaimana bisa menjadikan musuh sebagai pemimpinnya yang hanya menghendaki keburukan baginya serta menentang RabbNya dan para kekasihNya yang menghendaki kebaikan padanya dengan memerintahkan dan mendorong pada kebaikan. Di antara faktor yang menyebabkan orang Mukmin memusuhi orang-orang kafir adalah karena orang-orang kafir mengingkari kebenaran yang dibawa oleh orang-orang Mukmin.Tidak ada pembangkangan yang lebih berat dari pengingkaran seperti ini. Karena mereka telah kufur dengan dasar agama kalian, mereka mengira bahwa kalian berada dalam kesesatan, tidak berada di atas petunjuk, padahal sebenarnya merekalah yang kafir terhadap kebenaran yang tidak ada keraguannya. Siapa pun yang menolak kebenaran, maka mustahil baginya memiliki dalil atau hujjah atas kebenaran pandangannya.Bahkan hanya dengan mengetahui kebenaran saja sudah bisa menunjukkan batilnya pandangan orang yang menolaknya. Di antara puncak permusuhan mereka adalah “mereka mengusir rasul dan (mengusir kamu),” wahai orang-orang yang beriman dari kampung halaman kalian dan mengusir Kalian dari negeri kalian, padahal kalian tidak bersalah selain hanya karena kalian beriman “kepada Allah, Rabbmu” Yang harus disembah oleh seluruh makhluk, karena Dia adalah Rabb mereka serta yang memberikan berbagai nikmat, baik yang lahir maupun yang batin. Dia-lah Allah.Ketika mereka berpaling dari hal ini yang merupakan kewajiban pertama dan utama sedangkan kalian menunaikannya, mereka pun memusuhi kalian dan mengusir kalian dari kampung halaman kalian karena keimanan. Lantas agama apa, harga diri yang mana serta akal mana yang masih tersisa bagi seorang hamba yang beriman yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, yang seperti itulah sifat mereka di setiap waktu dan tempat. Tidak ada yang menghalangi mereka dari permusuhan itu selain rasa takut atau adanya penghalang yang kuat. “Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhoanKu (janganlah kamu berbuat demikian).” Maksudnya, jika kalian pergi berniat untuk jihad di jalan Allah untuk menegakkan kalimat Allah serta mencari ridhaNya, maka ketahuilah tuntutan hal ini dengan bersikap loyal terhadap para kekasih Allah dan memusuhi para musuh Allah, karena inilah jihad di jalan Allah yang paling agung dan di antara salah satu amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan mencari keridhaanNya. “Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang.Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.” Maksudnya, mengapa kalian menyembunyikan rasa kasih sayang terhadap orang-orang kafir padahal kalian mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Meskipun hal itu tidak diketahui oleh orang-orang yang beriman tapi tidak samar bagi Allah. Allah akan memberi balasan pada hamba-hambaNya berdasarkan amalan yang diperbuat, baik dan buruknya. “Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya,” yaitu loyal terhadap orang-orang kafir setelah diperingatkan Allah, “maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus,” karena ia menempuh jalan yang berseberangan dengan syariat, akal, dan harga diri kemanusiaan.
Sumber: https://tafsirweb.com/10847-surat-al-mumtahanah-ayat-1.html
Tafsir Al-Wajiz
1. Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jadikan musuh-Ku dan sebernarnya musuh kalian juga, yaitu golongan kafir atau musyrik dan tidak beriman kepada Allah dan kitab-Nya sebagai sahabat dan penolong. Kata al aduwwu menunjukkan makna tunggal dan jamak.Kalian justru menyampaikan kabar tentang Muhammad dan orang mukmin kepada mereka dengan rasa persahabatan kepada mereka. Kalian menyampaikan rahasia kaum mukmin atas dasar rasa saling mencintai antara kalian dan orang-orang kafir. Padahal mereka telah mengingkari kebenaran yang Aku turunklan kepada kalian.Yaitu agama Islam dan kitab suci Alquran. Mereka juga telah mengusir kalian dan rasul dari kota Makkah. Maka jika kalian memang benar-benar berniat untuk jihad di jalan-Ku dan hanya mencari keridhoan-Ku, maka jangan jadikan musuh-Ku sebagai sahabat dan penolong bagi kalian.Kalian telah menyampaikan rahasia orang mukmin kepada mereka atas dasar rasa cinta kepada orang kafir. Sesungguhnya Allah Maha Tahu atas semua yang kalian sembunyikan dalam hati ataupun yang kalian tampakkan. Ini adalah ungkapan untuk menakuti mereka, bahwa Allah Maha Tahu atas segala apapun.Barang siapa menjadikan orang kafir sebagai sahabat atau penolong, maka sungguh dia telah menyimpang dari jalan kebenaran yang lurus. Ayat ini turun untuk Hatib bin Abi Baltaah ketika dia menyampaikan rahasia / informasi tentang Nabi mengenai penyerangan/perang alfath tahun 8 Hijriah
Sumber: https://tafsirweb.com/10847-surat-al-mumtahanah-ayat-1.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-3 Penyebab turunnya permulaan surah yang mulia ini adalah kisah Hatib bin Abi Balta'ah. dia adalah seorang lelaki dari kalangan Muhajirin dan ikut dalam Perang Badar. Dia mempunyai anak-anak dan harta yang dia di Makkah. Dan dia bukan termasuk salah seorang dari kabilah Quraisy, melainkan dia hanyalah teman Utsman.Ketika Rasulullah ﷺ bertekad untuk menaklukkan Makkah, karena merusak perjanjian yang disepakati, maka Nabi ﷺ memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk membuat persiapan untuk memerangi mereka, dan beliau ﷺ berdoa: Ya Allah, umumkanlah kepada mereka berita kami” Maka Hatib dengan sengaja menulis surat kepada orang-orang Quraisy melalui seorang wanita suruhannya kepada penduduk Makkah. Dia memberitahu mereka tentang apa yang akan dilakukan Rasulullah ﷺ berupa memerangi mereka, agar dia mendapat jasa di kalangan mereka. Maka Allah memperlihatkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ sebagai bentuk perkenan dari doa beliau, lalu beliau ﷺ mengirimkan beberapa orang utusan untuk mengejar wanita itu, kemudian surat itu diambil darinya, sebagaimana yang disebutkan kisahnya dalam hadits yang disepakati keshahihannya Firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu) yaitu orang-orang musyrik dan orang-orang kafir yang selalu memerangi Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin.Allah memerintahkan untuk memusuhi dan memerangi mereka, serta melarang mengambil mereka sebagai kekasih, teman, dan orang-orang terdekat. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka) (Surah Al-Maidah: 51) Ini merupakan, ancaman keras dan peringatan tegas.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman (57)) (Surah Al-Maidah) Oleh karena itu Rasulullah ﷺ menerima alasan Hatib, karena sesungguhnya dia melakukan itu hanya sebagai sikap basa-basi terhadap orang-orang Quraisy, mengingat dia memiliki harta dan anak-anak di kalangan mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى (mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu) Ini dan yang sebelumnya mendorong untuk memusuhi mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai teman, karena mereka telah mengusir Rasulallah ﷺ dan para sahabat dari kalangan mereka, karena mereka benci kepada ajaran tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu) yaitu kalian tidak mempunyai dosa terhadap mereka, melainkan hanya karena keimanan kalian kepada Allah, Tuhan alam semesta. Sebagaimana firmanNya: (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (8)) (Surah Al-Buruj) dan ((yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah”) (Surah Al-Hajj: 40) Firman Allah سبحانه وتعالى (Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku) yaitu jika kalian memang demikian, maka janganlah mengambil mereka sebagai teman dekat. yaitu, jika kalian benar keluar hanya untuk berjihad di jalanKu dan meraih ridhaKu kepada kalian, maka janganlah berteman dengan musuh-musuhKu dan musuh-musuh kalian.Sesungguhnya mereka telah mengusir kalian dari rumah dan harta benda kalian, karena benci dengan agama kalian. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan) yaitu kalian melakukan itu, sedangkan Aku mengetahui semua rahasia dan apa yang terkandung di dalam hati serta apa yang dinyatakan (Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus (1) Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu)) yaitu, seandainya mereka mempunyai kemampuan untuk mengalahkan kalian, tentu mereka tidak segan-segan menyakiti kalian dengan ucapan dan perbuatan mereka (dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir) yaitu mereka sangat menginginkan agar kalian tidak memperoleh suatu kebaikan. yaitu, permusuhan mereka kepada kalian itu secara lahir maupun batin.Maka mengapa kalian berteman dengan orang-orang seperti mereka? Ini pun merupakan dorongan untuk memusuhi mereka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kerabat dan anak-anakmu sekali-kali tiada bermanfaat bagimu pada hari kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (3)) yaitu kekerabatan kalian tidak dapat memberikan manfaat kepada kalian di sisi Allah.Apabila Allah menghendaki keburukan bagi kalian, dan manfaat mereka tidak akan sampai kepada kalian, jika kalian membuat mereka puas terhadap apa yang dimurkai Allah سبحانه وتعالى. Dan barangsiapa yang membiarkan keluarganya dalam kekafiran untuk memuaskan hati mereka, maka sesungguhnya dia kecewa, merugi, dan lenyap amalnya; dan tidak bermanfaat baginya di sisi Allah hubungan kekerabatannya, sekalipun dia adalah orang yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan salah seorang nabi.
Sumber: https://tafsirweb.com/10847-surat-al-mumtahanah-ayat-1.html
Informasi
Surat
الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Wanita Yang Diuji — 13 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
1 dari 13 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 549
Ruku
Ruku 482
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (219/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5151 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-60