الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
jangan
تَتَوَلَّوْا
jadikan sabahat/pemimpin
قَوْمًا
kaum
غَضِبَ
memurkai
اللّٰهُ
Allah
عَلَيْهِمْ
atas mereka
قَدْ
sesungguhnya
يَىِٕسُوْا
mereka putus asa
مِنَ
dari/terhadap
الْاٰخِرَةِ
akhitat
كَمَا
sebagaimana
يَىِٕسَ
berputus asa
الْكُفَّارُ
orang-orang kafir
مِنْ
dari/terhadap
اَصْحٰبِ
penghuni
الْقُبُوْرِ
kubur
ࣖ
﴿١٣﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.
5163 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
13. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, janganlah kalian mengangkat orang-orang yang dimurkai Allah karena kekafiran mereka, sebagai rekan-rekan dan teman-teman dekat, mereka telah berputus asa dari pahala Allah di akhirat, sebagaimana orang-orang kafir penghuni kubur berputus asa dari rahmat Allah di akhirat, manakala mereka menyaksikan perkara sebenarnya, mengetahui dengan yakin bahwa mereka tidak mendapatkan bagian darinya, atau sebagaimana orang-orang kafir berputus asa dari dibangkitkannya penghuni kubur, karena mereka memang tidak mempercayai adanya kebangkitan.
Sumber: https://tafsirweb.com/10859-surat-al-mumtahanah-ayat-13.html
Tafsir as-Sa'di
13. Maksudnya, hai orang-orang yang beriman, jika kalian benar-benar beriman kepada Rabb kalian, meniti RidhaNya dan menjauhi murkaNya, “janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah,” yang dimurkai karena kekufuran mereka. Ini mencakup seluruh golongan orang-orang kafir. “Sungguh mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat,” maksudnya, mereka terhalang dari kebaikan akhirat, mereka tidak mendapatkan bagian apa pun di akhirat.Waspadalah agar jangan menjadikan mereka sebagai penolongmu, supaya kalian tidak memiliki keburukan dan kesyirikan seperti halnya mereka. Firman Allah, “SEbagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa” ketika mereka menuju akhirat, menyaksikan kebenaran akhirat dan benar-benar mengetahui secara yakin bahwa mereka tidak mendapatkan bagian apa pun d akhirat. Kemungkinan makna orang-orang kafir berputus asa dari akhirat adalah karena mereka mengingkari dan mengkufurinya.Karena itu, tidaklah mengherankan jika orang-orang kafir pada saat itu menuju kemurkaan allah dan siksaNya. Mereka berputus asa dari akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang mengingkari Hari Kebangkitan ketika berada di dunia mereka putus asa dari kembalinya penghuni kubur menuju Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/10859-surat-al-mumtahanah-ayat-13.html
Tafsir Al-Wajiz
13. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dam rasul-Nya, jangan kalian jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolong bagi kalian. Mereka telah putus asa terhadap nikmat akhirat dan segala keutamaannya karena kekufuran mereka atas akhirat.Mereka juga mengingkari hari kebangkitan, karena ketamakan mereka terhadap nikmat dunia. Orang-orang kafir adalah orang-orang yang terlaknat. Ini adalah gambaran yang mengungkapkan sebab mereka menjadi golongan yang terlaknat oleh Allah.Abdullah bin Umar dan Zaid bin Harits mencintai seorang pemuda Yahudi Maka turunlah ayat ini
Sumber: https://tafsirweb.com/10859-surat-al-mumtahanah-ayat-13.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 13 Allah سبحانه وتعالى melarang hamba-hambaNya yang beriman berteman dengan orang-orang kafir dalam akhir surat ini, sebagaimana melarangnya juga dalam permulaan surah. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu) yaitu, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang kafir lainnya yang dimurkai dan dilaknat oleh Allah سبحانه وتعالى, serta yang berhak diusir dan dijauhkan.Maka Bagaimana bisa kalian memihak mereka dan menjadikan mereka ebagai teman-teman dan orang terdekat kalian, padahal mereka berputus asa dari akhirat, yaitu dari pahala dan nikmatnya menurut hukum Allah سبحانه وتعالى. Firman Allah سبحانه وتعالى (sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa) Ada dua pendapat, Salah satunya sebagaimana orang-orang kafir yang masih hidup berputus asa dari kerabat mereka yang berada di dalam kubur, yaitu agar bisa berkumpul dengan mereka setelahnya, karena mereka tidak meyakini adanya hari kebangkitan dan tidak pula dengan hari penghimpunan. Harapan mereka telah putus untuk dapat bertemu dengan kerabat mereka, menurut keyakinan mereka.Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: (sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa) orang-orang kafir yang masih hidup berputus asa dengan orang-orang yang telah mati. Qatadah berkata yaitu sebagaimana orang-orang kafir berputus asa untuk dapat berkumpul kembali dengan ahli kubur mereka yang telah mati. Pendapat kedua berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagaimana orang-orang kafir dari kalangan ahli kubur berputus asa dari semua kebaikan.Al-A'masy meriwayatkan dari Abu Adh-Dhuha, dari Masruq, dari Ibnu Mas'ud tentang firmanNya: (sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa) dia berkata yaitu sebagaimana orang kafir ini berputus asa ketika dia mati dan telah menyaksikan balasan yang diperlihatkan kepadanya. Ini adalah pendapat Mujahid, Ikrimah dan Ibnu Zaid
Sumber: https://tafsirweb.com/10859-surat-al-mumtahanah-ayat-13.html
Informasi
Surat
الممتحنة (Al-Mumtahanah)
Wanita Yang Diuji — 13 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
13 dari 13 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 551
Ruku
Ruku 483
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (220/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5163 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-60