الصّفّ (As-Saff)

Per AyatMushaf
سَبَّحَ
bertasbih
لِلّٰهِ
kepada Allah
مَا
apa
فِى
pada
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَمَا
dan apa
فِى
pada
الْاَرْضِۚ
bumi
وَهُوَ
dan Dia
الْعَزِيْزُ
Maha Perkasa
الْحَكِيْمُ
Maha Bijaksana
﴿١﴾
Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
5164 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

1. Semua yang ada di langit dan di bumi menyucikan Allah dari apa yang tidak pantas bagiNya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, juga Mahabijaksana dalam perkataaan dan perbuatanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/10873-surat-as-shaff-ayat-1.html

Tafsir as-Sa'di

1. Ini adalah penjelasan tentang keagungan dan keperkasaan Allah, segala sesuatu tunduk padaNya. Seluruh yang ada di langit dan bumi bertasbih dengan memuji, menyembah, dan meminta segala kebutuhan kepada rabb mereka. “Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa.” Yang memaksa segala sesuatu dengan keperkasaan dan KuasaNya, “lagi mahabijaksana,” dalam penciptaan dan perintahNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/10873-surat-as-shaff-ayat-1.html

Tafsir Al-Wajiz

Keutamaan: Diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Abdullah bin Salam, berkata: "Kami berunding apa yang kalian tanyakan kepada rasul", maka dia bertanya: "Amal apa yang paling disukai Allah?" Maka kami tidak ada yang berdiri. Kemudian rasul mengutus pemuda kepada kami, yang membacakan surah ini, surah As-shaf awal hingga akhir. 1. Seluruh makhluk di bumi dan langit mensucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak sesuai denganNya.Itu menunjukkan adanya kewajiban mensucikan Allah setiap saat. Dialah Dzat yang Maha Kuat dan tidak ada yang dapat mengungguliNya, Dzat yang Maha Bijaksana dalam firman dan tindakanNya

Sumber: https://tafsirweb.com/10873-surat-as-shaff-ayat-1.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasannya dalam firman Allah dalam firman Allah سبحانه وتعالى: (Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (l)) yang tidak hanya sekali sehingga tidak perlu lagi diulangi. Adapun firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan suatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu dia tidak memenuhinya. Oleh karena itu maka ada sebagian ulama salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang dia janjikan secara mutlak baik yang dijanjikan itu berkaitan dengan kewajiban atau tidak.Mereka juga berhujjah dengan hadits yang disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji dia mengingkari, apabila berbicara, dia berdusta dan apabila dipercaya dia berkhianat” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) dia berkata,”Dahulu sebelum jihad diwajibkan, ada segolongan orang-orang mukmin yang berkata bahwa kami sangat menginginkan sekiranya Allah سبحانه وتعالى menunjukkan kepada kami amal perbuatan yang paling disukai di sisiNya, maka kami akan mengerjakannya. Maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada NabiNya, bahwa amal perbuatan yang paling disukai adalah beriman kepadaNya tanpa keraguan, dan berjihad melawan orang-orang yang durhaka kepadaNya, yaitu orang-orang yang menentang keimanan dan tidak mau mengakuinya. Ketika diturunkan perintah berjihad, sebagian dari orang-orang mukmin tidak senang dengan itu dan terasa berat oleh mereka.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan? (2)) Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir. Dalam firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) Ini merupakan pemberitahuan Allah سبحانه وتعالى kepada orang-orang yang beriman. dia berkata tentang firmanNya: (seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) yaitu sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisannya dalam peperangan.

Sumber: https://tafsirweb.com/10873-surat-as-shaff-ayat-1.html

Informasi

Surat

الصّفّ (As-Saff)

Barisan — 14 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

1 dari 14 ayat

Juz

Juz 28

Halaman

Halaman 551

Ruku

Ruku 484

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 110 (220/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5164 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-61