الصّفّ (As-Saff)
Per AyatMushaf
كَبُرَ
besar
مَقْتًا
kebencian
عِنْدَ
disisi
اللّٰهِ
Allah
اَنْ
bahwa
تَقُوْلُوْا
kamu mengatakan
مَا
apa
لَا
tidak
تَفْعَلُوْنَ
kamu kerjakan
﴿٣﴾
(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
5166 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
3. Amat besar murka Allah bila kalian berkata dengan lisan kalian apa yang tidak kalian lakukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/10875-surat-as-shaff-ayat-3.html
Tafsir as-Sa'di
2-3. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat,” maksudnya, mengapa kalian mengatakan kebaikan dan mendorongnya, dan boleh jadi kalian memuji-muji kebaikan itu namun tidak kalian lakukan? Mengapa kalian melarang keburukan, boleh jadi kalian sucikan diri kalian dari keburukan tersebut namun kalian lakukan bahkan menjadi sifat kalian? Lantas apakah kondisi tercela seperti ini pantas bagi orang-orang yang beriman?Bukankah amat besar murka Allah pada orang yang mengatakan sesuatu namun tidak dikerjakan? Karena itu, orang yang memerintahkan berbuat baik seharusnya menjadi orang pertama yang melakukannya. Dan orang yang melarang keburukan seharusnya menjadi orang yang paling jauh darinya.Allah berfirman, “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?Maka tidaklah kamu berpikir?” -Al-baqarah:44 Nabi syuaib berkata kepada kaumnya, “Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” -Hud: 88-
Sumber: https://tafsirweb.com/10875-surat-as-shaff-ayat-3.html
Tafsir Al-Wajiz
3. Kemudian Allah mencela orang-orang yang berkata-kata tersebut. Allah membenci mereka (Al-Maqtu adalah kebencian yang sangat besar) dengan kebencian yang amat besar. {Kabura} artinya agung dan besar. {Maqtan} adalah kebencian yang sangat besar di sisi Allah bagi kalian akibat ucapan kalian yang tidak kalian laksanakan.
Sumber: https://tafsirweb.com/10875-surat-as-shaff-ayat-3.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasannya dalam firman Allah dalam firman Allah سبحانه وتعالى: (Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (l)) yang tidak hanya sekali sehingga tidak perlu lagi diulangi. Adapun firman Allah سبحانه وتعالى: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan suatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu dia tidak memenuhinya. Oleh karena itu maka ada sebagian ulama salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang dia janjikan secara mutlak baik yang dijanjikan itu berkaitan dengan kewajiban atau tidak.Mereka juga berhujjah dengan hadits yang disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji dia mengingkari, apabila berbicara, dia berdusta dan apabila dipercaya dia berkhianat” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) dia berkata,”Dahulu sebelum jihad diwajibkan, ada segolongan orang-orang mukmin yang berkata bahwa kami sangat menginginkan sekiranya Allah سبحانه وتعالى menunjukkan kepada kami amal perbuatan yang paling disukai di sisiNya, maka kami akan mengerjakannya. Maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada NabiNya, bahwa amal perbuatan yang paling disukai adalah beriman kepadaNya tanpa keraguan, dan berjihad melawan orang-orang yang durhaka kepadaNya, yaitu orang-orang yang menentang keimanan dan tidak mau mengakuinya. Ketika diturunkan perintah berjihad, sebagian dari orang-orang mukmin tidak senang dengan itu dan terasa berat oleh mereka.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan? (2)) Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir. Dalam firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) Ini merupakan pemberitahuan Allah سبحانه وتعالى kepada orang-orang yang beriman. dia berkata tentang firmanNya: (seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) yaitu sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisannya dalam peperangan.
Sumber: https://tafsirweb.com/10875-surat-as-shaff-ayat-3.html
Informasi
Surat
الصّفّ (As-Saff)
Barisan — 14 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
3 dari 14 ayat
Juz
Juz 28
Halaman
Halaman 551
Ruku
Ruku 484
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 110 (220/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5166 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-61