الصّفّ (As-Saff)

Per AyatMushaf
هُوَ
Dia
الَّذِيْٓ
yang
اَرْسَلَ
mengutus
رَسُوْلَهٗ
utusan/rasul-Nya
بِالْهُدٰى
dengan petunjuk
وَدِيْنِ
dan agama
الْحَقِّ
yang benar
لِيُظْهِرَهٗ
untuk memenangkan
عَلَى
atas
الدِّيْنِ
agama
كُلِّهٖۙ
semuanya/seluruhnya
وَلَوْ
meskipun
كَرِهَ
benci
الْمُشْرِكُوْنَ
orang-orang musyrik
ࣖ
﴿٩﴾
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas segala agama meskipun orang-orang musyrik membencinya.
5172 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

9. Allah-lah Yang mengutus RasulNya, Muhammad, dengan al-Quran dan agama Islam, untuk Dia tinggikan di atas seluruh agama yang menyelisihinya sekalipun orang-orang musyrik membencinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/10881-surat-as-shaff-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

9. Selanjutnya Allah menyebutkan sebab muncul dan menangnya agama Islam, baik secara indrawi (konkret) maupun maknawi, seraya berfirman, “Dia-lah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan Agama yang benar,” yakni, dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, dengan ilmu yang menunjukkan kepada Allah dan kepada tempat kemuliaanNya dan menunjukkan kepada amal dan akhlak yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat, “dan Agama yang benar,” yaitu agama yang dipeluk dan dipakai untuk menyembah Rabb semesta alam. Itulah agama kebenaran dan kejujuran yang tidak terdapat kekurangan dan aib yang bisa menyebabkannya dicela.Perintah-perintah agama Islam merupakan hidangan hati, ruh, dan kenyamanan raga. Meninggalkan larangan-larangan agama adalah keselamatan dari keburukan dan kerusakan. Petunjuk dan agama kebenaran yang dibawa oleh Nabi merupakan bukti terbesar atas kebenarannya.Agama itu adalah bukti nyata yang tetap bertahan selama waktu masih ada. Orang berakal yang semakin memikirkan agama Islam akan semakin berbahagia dan mengetahui. “Agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama,” maksudnya agar Islam mengungguli seluruh agama dengan berbagai hujjah dan bukti nyata dan memenangkan para penegak Islam, baik dengan pedang maupun tombak. Sifat ini tetap lekat dalam agama Islam di segala waktu.Tidak bisa dikalahkan dan dibantah oleh siapa pun, sehingga Islam tetap mendapatkan kemenangan dan keperkasaan. Adapun para pemeluknya, jika mereka menegakannya dan menjadikannya sebagai lentera dan petunjuk dalam berbagai kepentingan mereka, baik kepentingan dunia maupun akhirat, maka tidak ada yang dapat menentangnya, mereka pasti menang di atas para pemeluk agama-agama lain. Namun jika mereka menyia-nyiakan Islam dan hanya sekedar memeluk saja, maka hal itu tidak berguna bagi mereka.Tindakan mereka yang menyia-nyiakan agama Islam ini menjadi penyebab musuh mampu menguasai mereka. Siapa pun yang banyak mempelajari sejarah dan merenungkan kondisi awal kaum Muslimin dan juga lainnya pasti tahu.

Sumber: https://tafsirweb.com/10881-surat-as-shaff-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Allah adalah Dzat yang menurunkan Al-Qur’an untuk mengantarkan (manusia) kepada petunjuk paling akhir (menuju Allah), seakan-akan dia (Al-Qur’an) adalah petunjuk dan meninggikan seluruh agama, meskipun orang-orang musyrik membenci Al-Qur’an yang di dalamnya mengandung tauhid itu

Sumber: https://tafsirweb.com/10881-surat-as-shaff-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 7-9 Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, sedangkan dia diajak kepada agama Islam?) yaitu tidak ada seorangpun yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dan membuat tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu bagiNya, padahal dia diajak kepada agama tauhid dan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah سبحانه وتعالى. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka) yaitu, mereka berusaha menolak kebenaran dengan kebathilan. Perumpamaan mereka dalam hal itu seperti seseorang yang ingin memadamkan sinar matahari dengan mulutnya.Maka sebagaimana hal ini mustahil, begitu juga hal itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir benci (8) Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama, meskipun orang-orang musyrik benci (9)) Mengenai kedua ayat ini, telah disebutkan dalam surah At-Taubah dengan keterangan yang cukup. Segala puji bagi Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/10881-surat-as-shaff-ayat-9.html

Informasi

Surat

الصّفّ (As-Saff)

Barisan — 14 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

9 dari 14 ayat

Juz

Juz 28

Halaman

Halaman 552

Ruku

Ruku 484

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 110 (220/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5172 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-61