الملك (Al-Mulk)
Per AyatMushaf
تَكَادُ
hampir-hampir
تَمَيَّزُ
terpecah belah
مِنَ
dari
الْغَيْظِۗ
lantaran marah
كُلَّمَآ
setiap kali
اُلْقِيَ
dilempar
فِيْهَا
di dalamnya
فَوْجٌ
sekumpulan
سَاَلَهُمْ
bertanya kepada mereka
خَزَنَتُهَآ
penjaga-penjaganya
اَلَمْ
apakah tidak
يَأْتِكُمْ
datang kepadamu
نَذِيْرٌۙ
seorang pemberi peringatan
﴿٨﴾
hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?”
5249 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
8. Hampir-hampir Jahanam itu terbelah karena marahnya yang besar terhadap orang-orang kafir, setiap kali segerombolan manusia dimasukkan kedalamnya, para malaikat penjaganya bertanya kepada mereka sebagai penghinaan, “Apakah di dunia tidak datang kepada kalian seorang rasul yang memperingatkan kalian dari azab yang kalian rasakan saat ini?”
Sumber: https://tafsirweb.com/11036-surat-al-mulk-ayat-8.html
Tafsir as-Sa'di
8. “Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah.” Maksudnya, karena saling berkumpul, hampir neraka saling terpecah satu sama lain dan terputus-putus karena marah terhadap orang-orang kafir. Lantas bagaimana dugaanmu, apa yang dilakukan terhadap mereka ketika mereka dimasukkan ke dalam neraka? Kemudian Allah menyebutkan celaan penjaga neraka terhadap penghuninya, “Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, ‘apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?’” maksudnya, dengan kondisi kalian seperti ini dan hak kalian mendapatkan neraka seperti ini, sepertinya kalian belum diberitahu tentang kondisi neraka dan tidak ada seorang pemberi peringatan pun yang mengingatkan kalian dari neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/11036-surat-al-mulk-ayat-8.html
Tafsir Al-Wajiz
8. Neraka itu hampir terpecah-pecah karena sangat marah kepada mereka (ini adalah penggambaran bahwa neraka itu sangat mendidih). Setiap kali kumpulan orang kafir dilemparkan ke dalamnya, Para malaikat penjaga yang merupakan pelayan-pelayan Malaikat Malik bertanya: “Bukankah Rasulallah sudah mendatangi kalian untuk mengingatkan kalian tentang azab Allah?”.Istifham ini berfungsi untuk mengolok-olok
Sumber: https://tafsirweb.com/11036-surat-al-mulk-ayat-8.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 6-11 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan) Kami sediakan bagi (bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali) yaitu seburuk-buruk tempat kembali (Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah jeritan. (sedangkan neraka itu menggelegak) Ats-Tsauri berkata bahwa neraka itu mendidih membakar mereka, sebagaimana sedikit biji-bijian dalam air yang banyak. Firman Allah: (hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah) yaitu hampir-hampir neraka itu sebagian darinya terpisah dengan sebagian lainnya karena kemarahan dan dendamnya yang dahsyat terhadap mereka (Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir) penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?" (8) Mereka menjawab, "Benar ada," sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu pun; kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar” (9)) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang keadilan yang Dia tetapkan terhadap makhlukNya, bahwa Dia tidak mengazab seseorang melainkan setelah menegakkan alasan terhadapnya dan mengutus seorang rasul kepadanya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami tidak mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul) (Surah Al-Isra: 15) Demikian pula mereka menyalahkan diri mereka sendiri dan menyesali perbuatannya, di saat tidak ada gunanya lagi penyesalan bagi mereka.Mereka berkata: (Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala) yaitu sekiranya dahulu kami menggunakan akal kami dengan sebenarnya atau mendengarkan kebenaran yang diturunkan Allah, niscaya kami tidak akan terjerumus ke dalam kekafiran kepada Allah dan tidak teperdaya oleh kekafiran. Akan tetapi, kami tidak menggunakan pemahaman untuk menyadari apa yang disampaikan para rasul, dan tidak pula kami menggunakan akal yang memberi petunjuk kepada kami untuk mengikuti para rasul. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala (11))
Sumber: https://tafsirweb.com/11036-surat-al-mulk-ayat-8.html
Informasi
Surat
الملك (Al-Mulk)
Kerajaan — 30 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
8 dari 30 ayat
Juz
Juz 29
Halaman
Halaman 562
Ruku
Ruku 496
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 113 (225/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5249 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-67