الجن (Al-Jinn)
Surat ke-72, Ayat ke-1
قُلْ اُوْحِيَ اِلَيَّ اَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ الْجِنِّ فَقَالُوْٓا اِنَّا سَمِعْنَا قُرْاٰنًا عَجَبًاۙ
Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an),
📚 Tafsir Al-Muyassar
1-2. Katakanlah (wahai Rasul) “Allah mewahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah mendengar tilawah al-Quran yang aku takutkan. Ketika mereka mendengarnya, mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami mendengar al-Quran yang sangat bagus dalam balaghoh dan kefasihannya, hikmah-hikmah, hukum-hukum dan berita-beritanya, ia mengajak kepada kebenaran dan hidayah, lalu kami membenarkan al-Quran itu dan mengamalkannya, kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami yang telah menciptakan kami dengan siapapun dalam beribadah kepadaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/11441-surat-al-jin-ayat-1.html
📚 Tafsir as-Sa'di
1. Maksudnya, “katakanlah,” wahai Rasul kepada manusia, “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (al-Quran).” Allah mengalihkan mereka kepada RasulNya untuk mendengarkan tanda-tanda kebesaranNya agar hujjah tegak atas mereka, agar nikmat sempurna atas mereka dan agar mereka memberi peringatan kepada kaumnya. Allah memerintahkan RasulNya untuk mengisahkan berita tentang jin tersebut kepada manusia.
Yaitu ketika mereka mendekat kepada beliau, lalu mereka berkata, “Diamlah kalian.” Ketika mereka diam menyimak dengan seksama, mereka memahami makna-maknanya dan hakikat-hakikatnya merasuk ke dalam hati mereka, “lalu mereka berkata,’Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan’,” yakni, salah satu keajaiban tinggi dan tuntutan luhur.
Sumber: https://tafsirweb.com/11441-surat-al-jin-ayat-1.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
1. Katakan lah wahai Nabi kepada umatmu: “Sejumlah jin (An-Nafaru yaitu bilangan antara 3 sampai 10) menyimak bacaan Al-Quranku, lalu mereka (jin) berkata:”Sesungguhnya kami menyimak bacaan Al-Quran yang kefasihannya, kejelasannya dan maknanya sangat menakjubkan.
Kami belum pernah mendengarkan hal ini sebelumnya”. Jin adalah makhluk yang diciptakan dari api, sedangkan malaikat diciptakan dari cahaya. Ibnu Abbas dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Muslim dan Tirmidzi berkata: “Sejumlah jin menyimak Al-Quran ketika suatu saat Nabi SAW melaksanakan shalat fajar (shubuh) bersama para sahabatnya”
Sumber: https://tafsirweb.com/11441-surat-al-jin-ayat-1.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-7 Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya SAW untuk memberitahukan kepada kaumnya bahwa ada makhluk jin yang mendengarkan Al-Qur'an, lalu mereka beriman, membenarkan dan taat kepadanya. Maka Allah SWT berfirman: (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar") yaitu menuju jalan lurus dan keberhasilan (lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami) Kedudukan ini serupa dengan firmanNya: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an) (Surah Al-Ahqaf: 29) Telah kami sebutkan beberapa hadits yang menyebutkan tentang itu sehingga tidak perlu diulangi lagi.
Firman Allah SWT: (dan bahwasanya Maha tinggi kebesaran Tuhan kami) diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kebesaran Tuhan kami) yaitu perbuatan, perintah, dan takdirNya. Qatadah berkata bahwa Maha Tinggi kebesaran, keagungan, dan perintahNya. Firman Allah SWT: (Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak) yaitu, Maha Tinggi Allah dari mempunyai istri dan anak.
Jin berkata bahwa Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Mulia dari mempunyai istri dan anak, ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur'an. Kemudian mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (4)) Qatadah berkata tentang firmanNya: (Orang yang kurang akal daripada kami) yang mereka maksud adalah iblis. Ibnu zaid berkata tentang (yang melampaui batas) yaitu kezaliman yang besar.
Bisa ditafsirkan bahwa maksud firmanNya, (Orang yang kurang akal daripada kami) sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah memiliki istri dan anak. Oleh karena itu mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan) yaitu sebelum dia masuk Islam ((perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah) yaitu, yang bathil dan tidak benar. Oleh karena itu mereka berkata: (dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah (5)) yaitu kami tidak mengira bahwa manusia dan jin itu bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah SWT karena mereka menisbatkan istri dan anak kepadaNya.
Dan setelah kami mendengar Al-Qur'an dan kami beriman kepadanya, lalu kami mengetahui bahwa mereka berdusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu. Firman Allah SWT: (Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (6)) yaitu kami berpandangan bahwa kami lebih utama daripada manusia karena mereka sering meminta perlindungan kepada kami, jika mereka berada di sebuah lembah atau suatu tempat yang mengerikan berupa hutan dan tempat lainnya. Sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang Arab di masa Jahiliyah mereka yangmeminta perlindungan kepada pemimpin jin di tempat mereka beristirahat agar mereka tidak ditimpa sesuatu yang buruk.
Sebagaiman seseorang dari mereka jika memasuki kota musuh mereka di bawah perlindungan, dan penjagaan orang besar. Ketika jin melihat bahwa manusia itu selalu meminta perlindungan kepada mereka karena takut kepada mereka, maka jin-jin semakin membuat mereka lebih takut, lebih ngeri, dan lebih pengecut. sehingga manusia tetap takut kepada mereka dan lebih banyak meminta perlindungan kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang firmanNya: (maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan) yaitu berdosa, dan jin bertambah berani kepada manusia. Abu Al-Aliyah, Ar-Rabi' dan Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (rahaqa) bahwa maknannya adalah takut.
Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun (7)) yaitu Allah tidak akan mengutus seorang rasulpun setelah itu. Pendapat ini dikatakan Al-Kalabi dan Ibnu Jarir
Sumber: https://tafsirweb.com/11441-surat-al-jin-ayat-1.html
Informasi Tambahan
Juz
29
Halaman
572
Ruku
506