الجن (Al-Jinn)

Per AyatMushaf
وَّاَنَّهٗ
dan bahwasanya
كَانَ
adalah
رِجَالٌ
beberapa orang laki-laki
مِّنَ
dari
الْاِنْسِ
manusia
يَعُوْذُوْنَ
mereka minta perlindungan
بِرِجَالٍ
kepada beberapa laki-laki
مِّنَ
dari
الْجِنِّ
jin
فَزَادُوْهُمْ
maka mereka menjadikan bertambah
رَهَقًاۖ
durhaka/sombong
﴿٦﴾
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
5453 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

6. Ada beberapa orang manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa jin, permintaan bantuan dari manusia kepada jin-jin itu justru membuat jin-jin tersebut menimpakan ketakutan, kecemasan dan kegelisahan yang lebih besar.’ Permohonan perlindungan yang Allah mencela orang-orang Jahiliyah karenanya ini, termasuk syirik akbar yang Allah tidak mengampuninya kecuali teubat nashuha. Ayat ini mengandung peringatan keras terhadap permintaan pertolongan kepada para tukang sihir, dukun, dan orang-orang seperti mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/11446-surat-al-jin-ayat-6.html

Tafsir as-Sa'di

6. Maksudnya, orang-orang bisa meminta perlindungan pada jin ketika merasa takut dan gentar. Mereka menyembahnya sehingga manusia semakin membuat jin bersalah karena melampaui batas dan takabbur ketika jin melihat manusia menyembah dan meminta perlindungan pada mereka.Kemungkinan kata ganti kembali pada “jin”, artinya jin semakin menambah takut manusia ketika melihat manusia meminta perlindungan pada mereka agar mendorong mereka untuk berlindung pada jin dan berpegang teguh di atas cara itu. Itulah sebabnya, dulu bila ada seseorang melintasi lembah yang menakutkan, ia berkata “Aku berlindung pada penguasa lembah ini dari oknum-oknum bodoh dari kaumnya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/11446-surat-al-jin-ayat-6.html

Tafsir Al-Wajiz

6. Sesungguhnya ada beberapa laki-laki dari golongan manusia meminta perlindungan pada beberapa laki-laki dari golongan jin dalam perjalanan mereka. Kemudian laki-laki dari golongan jin itu menambahkan perlindungan kepada mereka dengan kezaliman, kesombongan, kesembronoan dan dosa.Ada seorang laki-laki Arab yang jatuh dalam lembah berkata: “Aku berlindung pada tuan dari lembah ini dari kejahatan makhluk-makhluk yang lebih lemah darinya” kemudian dia bermalam di situ sampai tiba waktu pagi. Dia (seperti) kumpulan biri-biri yang dipersembahkan untuk pemimpin lembah, sebagaimana ketika seekor serigala menangkap salah satu dari kumpulan biri-biri.

Sumber: https://tafsirweb.com/11446-surat-al-jin-ayat-6.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-7 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya ﷺ untuk memberitahukan kepada kaumnya bahwa ada makhluk jin yang mendengarkan Al-Qur'an, lalu mereka beriman, membenarkan dan taat kepadanya. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah (hai Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan (1) (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar") yaitu menuju jalan lurus dan keberhasilan (lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami) Kedudukan ini serupa dengan firmanNya: (Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an) (Surah Al-Ahqaf: 29) Telah kami sebutkan beberapa hadits yang menyebutkan tentang itu sehingga tidak perlu diulangi lagi.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan bahwasanya Maha tinggi kebesaran Tuhan kami) diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kebesaran Tuhan kami) yaitu perbuatan, perintah, dan takdirNya. Qatadah berkata bahwa Maha Tinggi kebesaran, keagungan, dan perintahNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak) yaitu, Maha Tinggi Allah dari mempunyai istri dan anak.Jin berkata bahwa Maha Suci Tuhan Yang Maha Besar lagi Maha Mulia dari mempunyai istri dan anak, ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Al-Qur'an. Kemudian mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah (4)) Qatadah berkata tentang firmanNya: (Orang yang kurang akal daripada kami) yang mereka maksud adalah iblis. Ibnu zaid berkata tentang (yang melampaui batas) yaitu kezaliman yang besar.Bisa ditafsirkan bahwa maksud firmanNya, (Orang yang kurang akal daripada kami) sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah memiliki istri dan anak. Oleh karena itu mereka berkata: (Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan) yaitu sebelum dia masuk Islam ((perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah) yaitu, yang bathil dan tidak benar. Oleh karena itu mereka berkata: (dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah (5)) yaitu kami tidak mengira bahwa manusia dan jin itu bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah سبحانه وتعالى karena mereka menisbatkan istri dan anak kepadaNya.Dan setelah kami mendengar Al-Qur'an dan kami beriman kepadanya, lalu kami mengetahui bahwa mereka berdusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (6)) yaitu kami berpandangan bahwa kami lebih utama daripada manusia karena mereka sering meminta perlindungan kepada kami, jika mereka berada di sebuah lembah atau suatu tempat yang mengerikan berupa hutan dan tempat lainnya. Sebagaimana yang biasa dilakukan orang-orang Arab di masa Jahiliyah mereka yangmeminta perlindungan kepada pemimpin jin di tempat mereka beristirahat agar mereka tidak ditimpa sesuatu yang buruk.Sebagaiman seseorang dari mereka jika memasuki kota musuh mereka di bawah perlindungan, dan penjagaan orang besar. Ketika jin melihat bahwa manusia itu selalu meminta perlindungan kepada mereka karena takut kepada mereka, maka jin-jin semakin membuat mereka lebih takut, lebih ngeri, dan lebih pengecut. sehingga manusia tetap takut kepada mereka dan lebih banyak meminta perlindungan kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan Qatadah tentang firmanNya: (maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan) yaitu berdosa, dan jin bertambah berani kepada manusia. Abu Al-Aliyah, Ar-Rabi' dan Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (rahaqa) bahwa maknannya adalah takut.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun (7)) yaitu Allah tidak akan mengutus seorang rasulpun setelah itu. Pendapat ini dikatakan Al-Kalabi dan Ibnu Jarir

Sumber: https://tafsirweb.com/11446-surat-al-jin-ayat-6.html

Informasi

Surat

الجن (Al-Jinn)

Jin — 28 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

6 dari 28 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 572

Ruku

Ruku 506

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 115 (229/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5453 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-72