الجن (Al-Jinn)

Per AyatMushaf
وَّاَنَّهٗ
dan bahwasannya
لَمَّا
tatkala
قَامَ
berdiri
عَبْدُ
hamba
اللّٰهِ
Allah
يَدْعُوْهُ
ia menyeru-Nya/menyembah-Nya
كَادُوْا
hampir mereka
يَكُوْنُوْنَ
adalah mereka
عَلَيْهِ
atasnya
لِبَدًاۗ
berkerumun
ࣖ
﴿١٩﴾
Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.
5466 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

19. Ketika Muhammad berdiri beribadah kepada Tuhannya, para jin berkumpul dalam jumlah besar, sebagian dari mereka di atas sebagian lainnya, mereka berdesak-desakkan untuk mendengar al-Quran darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11459-surat-al-jin-ayat-19.html

Tafsir as-Sa'di

19. “Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembahNya,” memohon dan menyembahNya serta membaca al-Quran, karena terlalu banyaknya mereka, “hampir saja jin-jin itu desak-mendesak mengerumuninya,” yakni saling berdesakan untuk mendengarkan petunjuk yang ada di dalamnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11459-surat-al-jin-ayat-19.html

Tafsir Al-Wajiz

19. Kemudian, keiika Nabi Muhammad ﷺ melaksanakan shalat di dalam kerumunan pohon kurma (masjid), mereka para jin berdesakan mengerumuni Nabi ﷺ untuk mendengarkan bacaan Al-quran Nabi

Sumber: https://tafsirweb.com/11459-surat-al-jin-ayat-19.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 18-24 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada para hambaNya agar mengesakanNya dalam beribadah, tidak menyeru seorang pun selain Dia, dan tidak menyekutukanNya dengan siapa pun. Diriwayatkan dari Ikrimah, bahwa ayat ini diturunkan tentang dengan semua masjid. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (salat), hampir saja jin-jin itu desak-mendesak mengerumuninya) dia berkata bahwa manusia dan jin berebutan untuk memadamkannya, tetapi Allah menolak dan menolongnya, melancarkannya dan memenangkannya atas orang-orang yang menentangnya.Itulah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir. Pendapat ini lebih kuat berfasarkan firmanNya selanjutnya: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya" (20)) yaitu Rasulullah ﷺ bersabda kepada mereka ketika mereka mengganggu, menentang dan mendustakan beliau, serta bersatu untuk melawan kebenaran yang beliau sampaikan, dan sepakat untuk memusuhi beliau (Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku) yaitu sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku, tidak ada sekutu bagiNya, dan aku berlindung dan bertawakal kepadaNya (dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan" (21)) yaitu sesungguhnya aku hanya seorang manusia seperti kalian yang diberi wahyu kepadaku, dan seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Aku tidak mempunyai kuasa untuk memberi petunjuk kepada kalian dan menyesatkan kalian, bahkan hal semua kembali kepada Allah سبحانه وتعالى.Kemudian Nabi ﷺ memberitahukan tentang diri beliau, bahwa tidak ada seorangpun yang dapat melindungi beliau dari azab Allah jika beliau berbuat durhaka kepadaNya. Yaitu,”seandainya aku durhaka kepadaNya maka tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan aku dari azabNya (dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya) Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi berkata bahwa maknannya adalah "Tidak ada pelindung". Qatadah juga berkata tentang firmanNya: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya" (22)) yaitu, tidak ada penolong dan pelindung.Dalam suatu riwayat, tidak ada penyelamat dan tempat berlindung. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya) Sebagian ulama berkata bahwa ini merupakan pengecualian dari firmanNya: (Katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak(pula) suatu kemanfaatan” (21)) bisa juga ditafsirkan sebagai pengecualian dari firmanNya: (sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah) yaitu, tidak ada seorang pun yang dapat melindungi dan membebaskanku dari azabNya dan kecuali jika aku menyampaikan risalah yang wajib aku lakukan. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia) (Surah Al-Maidah: 67) Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya) yaitu aku menyampaikan risalah Allah kepada kalian; dan barang siapa yang durhaka kepadaNya setelah itu, maka balasan atas hal itu adalah neraka Jahanam.Mereka kekal di dalamnya untuk selamanya, yaitu tidak ada jalan selamat dan jalan keluar bagi mereka darinya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya) yaitu sampai mereka yang musyrik dari kalangan manusia dan jin menyaksikan apa yang pernah diancamkan kepada mereka pada hari kiamat. Maka pada hari itu mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit bilangannya , apakah mereka ataukah orang-orang mukmin yang mengesakan Allah? yaitu, bahkan orang-orang musyrik sama sekali tidak memiliki penolong pun bagi mereka, dan mereka lebih sedikit bilangannya dibandingkan dengan tentara Allah سبحانه وتعالى

Sumber: https://tafsirweb.com/11459-surat-al-jin-ayat-19.html

Informasi

Surat

الجن (Al-Jinn)

Jin — 28 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

19 dari 28 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 573

Ruku

Ruku 506

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 115 (229/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5466 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-72