المزّمّل (Al-Muzzammil)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
هٰذِهٖ
ini
تَذْكِرَةٌ
peringatan
ۚ
فَمَنْ
maka barang siapa
شَاۤءَ
menghendaki
اتَّخَذَ
ia mengambil
اِلٰى
kepada
رَبِّهٖ
Tuhannya
سَبِيْلًا
jalan
ࣖ
﴿١٩﴾
Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
5494 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
19. Sesungguhnya ayat-ayat yang menakutkan ini berisi ancaman dan peringatan keras, merupakan nasihat dan pelajaran bagi manusia. Barangsiapa hendak mengambil nasihat dan pelajaran, maka dia menjadikan ketakwaan dan ketaatan sebagai sarana yang membawanya kepada ridha Allah Tuhannya yang menciptakannya dan mengaturnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/11515-surat-al-muzzammil-ayat-19.html
Tafsir as-Sa'di
19. Maksudnya, sesungguhnya nasihat yang diberitahukan Allah tentang keadaan-keadaan Hari Kiamat serta huru-haranya ini adalah sebagai peringatan yang mengingatkan orang-orang bertakwa serta sebagai peringatan bagi orang-orang yang beriman, “maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Rabbnya,” yakni, sebagai jalan yang menghubungkan padaNya dengan cara mengikuti syariatNya, karena Allah telah menjelaskan syariatNya secara jelas. Dalam hal ini terdapat dalil bahwa Allah telah membuat manusia mampu melakukan perbuatan-perbuatan mereka, tidak seperti yang dikatakan oleh Jabriyah yang menyatakan bahwa perbuatan manusia berlaku di luar kehendak mereka.Hal ini bertentangan dengan dalil naqli dan dalil aqli.
Sumber: https://tafsirweb.com/11515-surat-al-muzzammil-ayat-19.html
Tafsir Al-Wajiz
19. Sesungguhnya ayat-ayat yang berisi tentang hal-hal yang menakutkan adalah sebagai peringatan dan nasehat. Maka barang siapa yang mau mengambil pelajaran dan manfaat dari ayat-ayat tersebut maka dia akan memilih jalan menuju Tuhannya dengan mengimaninya
Sumber: https://tafsirweb.com/11515-surat-al-muzzammil-ayat-19.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 19-20 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya ini) yaitu surah ini (adalah suatu peringatan) orang-orang yang berakal menggunakannya peringatan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya) yaitu, dari orang yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى untuk mendapat petunjukNya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam surah lain: (Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah.Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (30)) (Surah Al-Insan) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu) yaitu terkadang begini, dan terkadang begitu, demikianlah seterusnya tanpa kalian bermaksud demikian.Tetapi memang kalian tidak mampu menunaikan qiyamul lail yang diperintahkan kepada kalian dengan sepenuhnya, mengingat bahwa itu berat bagi kalian. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang) yaitu terkadang antara keduanya seimbang, dan terkadang yang ini mengambil bagian yang itu dan yang itu mengambil yang ini. (Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu) yaitu kewajiban yang diwajibkan kepada kalian (karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an) yaitu, tanpa batasan waktu.Tetapi kerjakanlah shalat malam yang mudah olehmu. Shalat diungkapkan dengan bacaan, yaitu sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Isra’: (dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu) (Surah Al-Isra: 110) yaitu bacaanmu (dan janganlah pula merendahkannya) (Surah Al-Isra’: 110) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang lain berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah) yaitu Allah mengetahui bahwa di antara umat ini ada orang-orang mempunyai alasan untuk meninggalkan qiyamul lail, seperti karena sakit sehingga tidak mampu mengerjakannya, dan orang-orang yang melakukan perjalanan di muka bumi karena mencari sebagian dari karunia Allah dengan bekerja dan berdagang, dan orang-orang lain sedang sibuk dengan urusan yang lebih penting bagi mereka, yaitu berjihad di jalan Allah سبحانه وتعالى.Ayat ini (dan bahkan surah ini secara keseluruhan) adalah Makkiyyah. dan saat itu peperangan belum disyariatkan. Hal ini merupakan salah satu dari bukti kenabian yang paling besar, yaitu pemberitahuan kejadian yang akan datang. Oleh karena itu Allah berfirman: (karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an) yaitu, kerjakanlah shalat dengan membaca apa yang mudah dari Al-Qur'an bagi kalian.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat) yaitu dirikanlah shalat yang diwajibkan atas kalian dan tunaikanlah zakat yang difardhukan. Ini adalah dalil bagi orang yang berkata bahwa perintah wajib zakat diturunkan di Makkah, tetapi kadar-kadar nishab yang harus dikeluarkan masih belum dijelaskan dengan rinci kecuali di Madinah; hanya Allah yang labih Mengetahui. Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan lainnya dari kalangan ulama salaf berkata bahwa Sesungguhnya ayat ini telah menasakh hukum yang pada mulanya Allah mewajibkan qiyamul lail atas orang-orang muslim Firman Allah سبحانه وتعالى (berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik) yaitu dalam bentuk sedekah-sedekah, karena sesungguhnya Allah membalasnya dengan balasan yang terbaik dan melimpah.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak) (Surah Al-Baqarah: 245) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya) yaitu semua sedekah yang kalian keluarkan dari tangan kalian, pahalanya akan kalian dapatkan, dan hal ini lebih baik daripada harta yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri di dunia.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu, perbanyaklah berdzikir kepadaNya dan memohon ampun kepadaNya dalam semua urusan kalian, karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang memohon ampun kepadaNya
Sumber: https://tafsirweb.com/11515-surat-al-muzzammil-ayat-19.html
Informasi
Surat
المزّمّل (Al-Muzzammil)
Orang Yang Berselimut — 20 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
19 dari 20 ayat
Juz
Juz 29
Halaman
Halaman 574
Ruku
Ruku 508
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 115 (229/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5494 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-73