النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
اَلَمْ
apakah tidak
تَرَ
kamu perhatikan
اِلَى
kepada
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَزْعُمُوْنَ
mereka mengaku
اَنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
اٰمَنُوْا
beriman
بِمَآ
dengan/kepada apa
اُنْزِلَ
diturunkan
اِلَيْكَ
kepadamu
وَمَآ
dan apa
اُنْزِلَ
diturunkan
مِنْ
dari
قَبْلِكَ
sebelum kamu
يُرِيْدُوْنَ
mereka hendak
اَنْ
bahwa
يَّتَحَاكَمُوْٓا
mereka berhakim
اِلَى
kepada
الطَّاغُوْتِ
Tagut (berhala)
وَقَدْ
dan sungguh
اُمِرُوْٓا
mereka diperintah
اَنْ
bahwa
يَّكْفُرُوْا
mereka mengingkari
بِهٖ
dengannya
ۗوَيُرِيْدُ
dan menghendaki
الشَّيْطٰنُ
syaitan
اَنْ
bahwa
يُّضِلَّهُمْ
menyesatkan mereka
ضَلٰلًا
penyesatan
ۢ
بَعِيْدًا
sejauh-jauhnya
﴿٦٠﴾
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.
553 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah kamu tidak mengetahui (wahai rasul), perihal orang-orang munafik yang mengaku-aku telah beriman kepada wahyu yang diturunkan kepadamu,(yaitu al-qur’an),dan kepada wahyu yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelummu, tetapi mereka ingin berhukum dalam memutuskan perselisihan diantara mereka kepada selain ajaran yang disyariatkan Allah berupa ajaran kebatilan, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufuri ajaran kebatilan? dan setan menghendaki untuk menjauhkan mereka dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya. Dan dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa sesungguhnya iman yang benar menuntut kepatuhan kepada syariat Allah dan berhukum dengannya dalam setiap urusan dari urusan-urusan. Maka barangsiapa yang beranggapan bahwa dirinya telah beriman namun ternyata dia lebih memilih hukum thagut di atas hukum Allah, maka dia adalah seorang pembohong dalam pengakuannya itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/1592-surat-an-nisa-ayat-60.html
Tafsir as-Sa'di
60-61. Allah membuat hamba-hambaNya heran dari kondisi orang-orang munafik yang mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman kepada apa yang dibawa oleh Rasul dan apa yang datang sebelumnya, namun demikian, “mereka hendak berhakim kepada thagut” yaitu setiap orang yang berhukum dengan selain syariat Allah, maka itulah thagut, padahal sebenarnya mereka “telah diperintah mengingkari thagut itu” lalu bagaimanakah bisa bersatu antara hal ini dengan keimanan, karena sesungguhnya iman itu mengharuskan adanya ketundukan kepada syariat Allah dan ketentuanNya terhadap setiap perkara, sehingga barangsiapa yang mengaku bahwa ia seorang Mukmin lalu ia memilih hukum thagut daripada hukum Allah, maka ia adalah pendusta dalam pengakuannya itu, dan ini merupakan penyesatan setan terhadap diri mereka, karena itu Allah berfirman, “Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-juahnya” dari kebenaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/1592-surat-an-nisa-ayat-60.html
Tafsir Al-Wajiz
60. Wahai Nabi, apakah kamu tidak melihat orang-orang yang beranggapan bahwa mereka beriman kepada Al-Qur’an dan kitab-kitab samawi terdahulu seperti sebagian orang-orang Yahudi dan orang munafik yang hendak mengembalikan hukum kepada Thagut, yaitu para dukun dan setiap orang yang tidak memutuskan hukum sesuai apa yang diturunkan Allah. Bagaimana bisa hal tersebut dianggap benar oleh mereka?Padahal mereka sudah diperintahkan untuk mengingkari setiap sesuatu yang tidak diputuskan sesuai perintah Allah. Dan setan itu ingin menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan yang jauh dari kebenaran. Ayat ini turun terkait perdebatan antara orang munafik dan orang Yahudi.Orang yahudi ingin meminta keputusan kepada nabi ﷺ karena beliau tidak mau menerima uang suap, dan orang munafik ingin meminta keputusan kepada para pemimpin Yahudi, karena mereka mau mengambil uang suap ketika memutuskan hukum. Kemudian ketika keduanya tidak menemukan kesepakatan, akhirnya keduanya meminta keputusan hukum kepada seorang dukun di Juhainah. Lalu Allah menurunkan ayat ini
Sumber: https://tafsirweb.com/1592-surat-an-nisa-ayat-60.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 60-63 Ini adalah bentuk pengingkaran dari Allah terhadap orang yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan Allah kepada Rasulullah dan kepada para nabi terdahulu. Dalam hal itu dia menghendaki menentukan hukum dalam menyelesaikan perselisihan kepada selain Kitabullah dan sunnah Rasulullah, sebagaimana yang disebutkan dalam penyebab turunnya ayat ini, bahwa ada seorang dari kaum Anshar dan orang Yahudi yang sedang berselisih. Orang Yahudi berkata, “Di antara aku dan kamu ada Muhammad,” dan yang lain berkata,”Di antara aku dan kamu ada Ka'b bin Al-Asyraf.” Dikatakan,”Dalam kelompok orang munafik ada yang menampakkan keislamannya.Mereka ingin untuk menentukan hukum dengan hukum Jahiliyyah, dikatakan juga hal lain. Sedangkan ayat itu lebih umum dari semua itu. Sesungguhnya ayat itu mencela orang yang menentukan hukum tanpa menggunakan Kitabullah dan sunnah.Mereka menentukan hukum kepada sesuatu selain keduanya dengan cara yang bathil, dan itu yang dimaksud dengan thaghut. Oleh karena itu Allah berfirman (Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu …) sampai ayat terakhir Firman Allah, (padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu) yaitu mereka menolak seperti orang-orang sombong dan enggan dari hal itu.Sebagaimana Allah berfirman mengenai orang-orang musyrik, (Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya") (Surah Luqman: 21).Mereka berbeda dari orang-orang mukmin yang difirmankan Allah tentang mereka (Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (51)) (Surah An-Nur) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mencela orang-orang munafik (Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri) yaitu bagaimana dengan mereka ketika mereka menyampaikan mushibah yang menimpa mereka karena dosa mereka sehingga mereka membutuhkanmu dalam hal itu (kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna") yaitu mereka membuat alasan kepadamu dan bersumpah,”Kami tidak menghendaki untuk pergi ke orang lain selain dirimu, dan ketika kami meminta saran hukum kepada musuh-musuhmu itu tidak lain kecuali untuk mendapatkan kebaikan dan bantuan, yaitu bersikap keramahan dan bujukan tanpa adanya keyakinan tentang kebenaran dari hukum itu, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka dalam firmanNya (Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana".Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka) (Surah Al-Maidah:52) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Abu Barazah Al-Aslami, pendeta yang menentukan urusan di antara orang Yahudi dalam perkara yang mereka perselisihkan dan yang diselisihkan oleh sebagian orang muslim, lalu Allah menurunkan ayat (Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu?) sampai firmanNya (penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka) Ini merupakan perumpamaan orang-orang munafik, dan Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka dan akan membahas mereka atas hal tersebut.Sesungguhnya tidak ada sedikitpun yang tersembunyi dariNya. Jadi cukuplah denganNya wahai Muhammad terkait urusan mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada mereka tampakkan dan mereka sembunyikan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada beliau (Karena itu berpalinglah kamu dari mereka) yaitu jangan sampai membuatmu jengkel sesuatu yang ada dalam hati mereka (dan berilah mereka pelajaran) yaitu laranglah mereka dari sesuatu yang ada pada diri mereka yang merupakan kemunafikan dan rahasia-rahasia buruk (dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka) yaitu nasehatilah mereka dalam hal yang terjadi di antara kamu dan mereka dengan ucapan yang bisa mencegah mereka berbuat keburukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/1592-surat-an-nisa-ayat-60.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
60 dari 176 ayat
Juz
Juz 5
Halaman
Halaman 88
Ruku
Ruku 70
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 18 (35/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-553 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4