الانسان (Al-Insan)

Per AyatMushaf
وَيُسْقَوْنَ
dan mereka diberi minum
فِيْهَا
didalamnya
كَأْسًا
piala/gelas
كَانَ
adalah ia
مِزَاجُهَا
campurannya
زَنْجَبِيْلًاۚ
jahe
﴿١٧﴾
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
5608 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

15-18. Mereka dikelilingi pelayan-pelayan dengan membawa nampan-nampan perak, gelas-gelas minuman dari kaca, kaca dari perak, para pemberi minum menakarnya dalam batas yang disukai oleh orang-orang yang meminumnya, tidak lebih, tidak kurang. Orang-orang baik itu diberi minum di surga dengan sebuah gelas yang penuh dengan khamar yang dicampur dengan jahe.Mereka minum dari mata air surga yang bernama Salsabila. Dinamakan demikian, karena airnya aman untuk diminum, mudah ditelan, dan lezat rasanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11745-surat-al-insan-ayat-17.html

Tafsir as-Sa'di

17-18. “Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman),” yakni bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, “yang campurannya adalah jahe,” agar rasa dan aromanya nikmat, “( yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil,” disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11745-surat-al-insan-ayat-17.html

Tafsir Al-Wajiz

17. Orang-orang saleh itu diberi minuman dari khamr/arak yang berpadu dengan rasa jahe: yaitu tanaman rempah. Al ka’su adalah wadah khamr

Sumber: https://tafsirweb.com/11745-surat-al-insan-ayat-17.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 13-22 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang penghuni surga dan kenikmatan abadi yang mereka daoatkan serta keutamaan yang besar yang dilimpahkan Allah bagi mereka. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan) Pembahasan tentang hal ini telah disebutkan dalam surah Ash-Shaffat dan perbedaan pendapat tentang cara mereka bersandar, apakah bersandar, berbaring, bersila atau duduk dengan mantap. Dan bahwa yang dimaksud dengan dipan-dipan adalah pelaminan-pelaminan yang berkelambu.Firman Allah سبحانه وتعالى: (mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang menggigit) yaitu, di tempat mereka tidak ada panas yang terik dan tidak pula dingin yang menusuk tulang, melainkan sedang dan selamanya demikian; (mereka tidak mau berpindah tempat darinya untuk selama-lamanya) (Surah Al-Kahfi:108) (Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka) yaitu ranting-rantingnya dekat dengan mereka (dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya) yaitu ketika ingin memetik buahnya, maka buahnya itu mendekat kepadanya dari rantingnya yang tinggi seakan-akan buah itu tunduk patuh kepadanya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat lain: (Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat) (Surah Ar-Rahman: 54) dan (Buah-buahannya dekat (23)) (Surah Al-Haqqah) Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya) yaitu jika dia berdiri, maka buah itu naik dengan kadar tertentu, jika dia duduk, maka buah itu turun sehingga dia dapat memetiknya, dan apabila dia berbaring, maka buah itu turun lebih rendah agar dia dapat memetiknya.Demikian itulah firmanNya: (semudah-mudahnya) Qatadah berkata, tidak ada duri dan jarak antara tangan mereka dari memetiknya. Firman Allah: (Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala) yaitu pelayan-pelayan mengelilingi mereka dengan membawa bejana-bejana yang terbuat dari perak yang berisikan makanan, dan gelas-gelas minuman, yaitu gelas yang tidak ada pegangan dan pancurannya Firman Allah: (yang bening laksana kaca (15) (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak) kata yang pertama dimanshub karena menjadi khabar kana, yakni “kanat qawarira”. Kata yang kedua dimanshub adakalanya karena menjadi badal atau tamyiz, karena dijelaskan firmanNya: ((yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak) Hasan Al-Bashri dan lainnya berkata bahwa seputih perak dan sebening kaca, dan memang itu hanya terbuat dari kaca.Gelas-gelas ini dari perak, sekalipun demikian tampak bening; bagian dalamnya dapat terlihat dari bagian luarnya, dan hal seperti ini tidak ada persamaannya di dunia. Firman Allah: (yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya) yaitu sesuai dengan ukuran pemiliknya, tidak lebih dan tidak kurang, bahkan memang disediakan untuk itu dan diukur sesuai dengan selera pemiliknya. Demikianlah makna pendapat Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid, juga dikatakan Ibnu Jarir dan lainnya.Hal ini menunjukkan perhatian yang lebih dan penghormatan yang dahsyat bagi pemiliknya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe (17)) yaitu mereka diberi minuman, yaitu orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dalam gelas-gelas itu (segelas) khamr (yang campurannya adalah jahe) Terkadang minuman mereka diberi campuran kafur yang rasanya sejuk, dan terkadang diberi campuran dengan jahe yang rasanya hangat, sehingga seimbang.Mereka diberi minuman yang terkadang ini dan terkadang itu. Adapun bagi orang-orang yang didekatkan, maka mereka minum masing-masing darinya sebagaimana yang dikatakan Qatadah dan lainnya. Telah disebutkan dalam firmanNya: ((yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum) di sini Allah berfirman: ((Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabila (18)) yaitu zanzabil itu mata air di dalam surga diberi nama salsabila.Mujahid berkata, bahwa itu dinamakan salsabila karena arus airnya yang lancar dan deras. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan (19)) yaitu, mengelilingi para penghuni surga untuk melayani mereka (yang tetap muda) yaitu dalam suatu keadaan kekal, mereka tidak berubah dari keadaan itu dan usia mereka tidak bertambah dari usia itu. Ada yang menafsirkan bahwa mereka memakai gelang dan pada telinga mereka terdapat anting-anting, sesungguhnya hal ini hanya berdasarkan maknannya tentang itu.Karena anak kecil itu tidak terkait dengan hal itu bukan orang yang sudah dewasa. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan) yaitu, jika kamu melihat mereka menyebar dalam menunaikan tugasnya melayani majikan-majikan mereka, jumlah mereka yang banyak serta penampilan mereka yang cerah, warna, pakaian dan perhiasan mereka yang indah-indah, (akan kamu kira mereka adalah mutiara yang bertaburan) Tidak ada perumpamaan yang lebih indah selain ini, tidak pula ada yang lebih indah pemandangannya dari mutiara yang bertaburan di tempat yang indah. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apabila kamu melihat di sana) Wahai Muhammad, jika kamu melihat (di sana) yaitu di sana, yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan, keluasan, ketinggian, dan segala sesuatu yang ada padanya berupa kemewahan dan kegembiraan (niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar) yaitu kerajaan milik Allah di sana yang sangat luas dan kekuasaan yang memukau.Firman Allah (Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal) yaitu pakaian penghuni surga di dalam surga adalah kain sutra, yang di antaranya adalah kain sutra yang tipis seperti baju dan pakaian lainnya yang dikenakan badan; kemudian kain sutra tebal yang berkilauan karena mengkilat, yang ini dipakai di bagian luar sebagaimana biasa pakaian bagian luar. (dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak) Ini merupakan gambaran orang-orang yang berbuat kebaikan, sedangkan orang-orang yang didekatkan adalah seperti yang disebutkan di dalam firmanNya سبحانه وتعالى: (Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutra) (Surah Al-Hajj: 23) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan perhisasan bagian luar yang dihiasi dengan sutra tipis dan perhiasan, lalu Allah berfirman: (dan Tuhan mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih) yaitu, Allah membersihkan batin mereka dari iri, dengki, penyakit, dan semua akhlak yang hina, Firman Allah: (Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan) (22)) yaitu, dikatakan demikian kepada mereka sebagai penghormatan dan kebaikan terhadap mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu” (24)) (Surah Al-Haqqah) dan (Dan diserukan kepada mereka, "Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”) (Surah Al-A'raf:43) Firman Allah: (dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)) yaitu Allah membalas kalian amal yang sedikit dengan pahala yang banyak

Sumber: https://tafsirweb.com/11745-surat-al-insan-ayat-17.html

Informasi

Surat

الانسان (Al-Insan)

Manusia — 31 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

17 dari 31 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 579

Ruku

Ruku 514

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 116 (231/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5608 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-76