الانسان (Al-Insan)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu
يُحِبُّوْنَ
mereka mencintai
الْعَاجِلَةَ
cepat-cepat/kehidupan
وَيَذَرُوْنَ
dan mereka meninggalkan
وَرَاۤءَهُمْ
di belakang mereka
يَوْمًا
hari
ثَقِيْلًا
yang berat
﴿٢٧﴾
Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meninggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.
5618 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

27. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu mencintai dunia dan menyibukkan diri dengannya, mencampakkan usaha untuk meraih akhirat di balik punggung mereka, dan melalaikan apa yang menjadi sebab keselamatan mereka pada hari yang kesulitannya besar.

Sumber: https://tafsirweb.com/11755-surat-al-insan-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. Allah berfirman, “Sesungguhnya mereka (orang kafir),” yakni orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, “kehidupan dunia,” dan merasa tenang padanya, “dan mereka tidak memperdulikan,” yakni tidak beramal dan mengacuhkan, “kesudahan mereka,” yakni di hadapan mereka, “pada hari yang berat (Hari Akhirat),” yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung.Allah berfirman, “mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu.Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat" - Al-Qamar: 8 – Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11755-surat-al-insan-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Sesungguhnya orang kafir itu mencintai dunia, dan justru mengabaikan hari yang penuh dengan bencana besar yaitu hari kiamat. Mereka tidak menyiapkan diri atau bekal dengan iman dan amal shaleh

Sumber: https://tafsirweb.com/11755-surat-al-insan-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 23-31 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyebutkan karuniaNya kepada RasulNya melalui Al-Qur'an yang telah Dia turunkan kepadanya: (Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu) yaitu, sebagaimana Aku memuliakanmu dengan apa yang Aku turunkan kepadamu, maka bersabarlah dalam menghadapi ketetapan dan takdirNya, dan ketahuilah bahwa Dia akan mengaturmu dengan pengaturan yang paling baik (dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka) yaitu janganlah menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik, karena mereka ingin menghalang-halangi penyampaian apa yang diturunkan kepadamu. Tetapi sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan bertawakallah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah akan memeliharamu dari gangguan manusia. Kata “Al-Atsim” yaitu orang yang durhaka dalam perbuatannya, dan “Al-kafur” artinya orang yang kafir hatinya (Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang (25)) yaitu di permulaan dan penghujung siang hari (Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari (26)) sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan pada sebagian malam hari salat tahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (79)) (Surah Al-Isra’) dan (Hai orang yang berselimut (Muhammad) (1) bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya) (2) (yaitu) pada seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit (3) atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (4)) (Surah Al-Muzzammil) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari orang-orang kafir dan orang-orang yang menyerupai mereka dalam mencintai dan mengejar dunia serta meninggalkan akhirat di belakang mereka tanpa mempedulikannya (Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat) (27)) yaitu, hari kiamat.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka) Mujahid dan lainnya berkata yaitu menciptakan mereka (apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka) yaitu jika Kami menghendaki, Kami bangkitkan mereka pada hari kiamat dan Kami ganti mereka dengan mengembalikan mereka dalam ciptaan yang baru. Ini merupakan dalil hari kebangkitan dengan penyebutan penciptaan yang pertama. Ibnu Zaid dan Ibnu Jarir berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى: (apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka) yaitu jika Kami menghendaki, maka Kami mengganti mereka dengan kaum selain mereka, sebagaimana firmanNya: (Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu).Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian (133)) (Surah An-Nisa’) dan (Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru (19) dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah (20)) (Surah Ibrahim) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan) yaitu, surah ini adalah peringatan (maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya), niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya) yaitu jalan Tuhannya.Barang siapa yang menghendaki, maka dia mengambil petunjuk dari Al-Qur'an. Sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Apakah kemudaratannya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian) (Surah An-Nisa: 39).Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah) yaitu tidak ada seorang pun yang mampu memberi petunjuk kepada dirinya, tidak ada mampu memasukkan keimanan ke dalam hatinya, dan tidak ada yang mampu memberikan manfaat bagi dirinya (kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) Maha Mengetahui siapa saja yang berhak mendapat petunjuk, lalu dia memudahkan petunjuk itu baginya dan melancarkan baginya sebab-sebab menuju kepadanya, dan siapa saja yang berhak mendapat kesesatan, maka Dia memalingkannya dari jalan petunjuk. bagiNya hikmah yang jelas dan hujjah yang pasti, Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga).Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih (31)) yaitu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja yang DIa kehendaki, dan Dia menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Maka barang siapa yang Dia beri petunjuk, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya; dan barang siapa yang Dia sesatkan, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk

Sumber: https://tafsirweb.com/11755-surat-al-insan-ayat-27.html

Informasi

Surat

الانسان (Al-Insan)

Manusia — 31 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

27 dari 31 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 580

Ruku

Ruku 515

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 116 (232/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5618 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-76