Kembali ke Surat An-Nisa'

النساۤء (An-Nisa')

Surat ke-4, Ayat ke-69

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا

Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan barangsiapa menyambut perintah-perintah Allah dan petunjuk rasulNYA,Muhammad ,mereka itu adalah orang-orang yang agung kedudukan dan nilai mereka, maka mereka berada dalam kebersamaan dengan orang-orang yang telah Allah berikan kenikmatan kepada mereka dengan surga,dari kalangan para nabi,para shiddiqin yang telah sempurna pembenaran keimanan terhadap apa-apa yang dibawa oleh para rasul,baik keyakinan,ucapan ,maupun perbuatan,dan orang-orang yang mati syahid di jalan Allah dan juga kaum Mukminin yang shalih. Dan mereka itu sebaik-baik teman-teman di dalam surga.

Sumber: https://tafsirweb.com/1601-surat-an-nisa-ayat-69.html

📚 Tafsir as-Sa'di

69. Maksudnya, setiap orang yang menaati Allah dan Rasulnya sesuai dengan kondisinya dan kadar kewajiban atasnya, baik laki-laki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa, ”mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah,” yaitu kenikmatan agung yang menuntut kesempurnaan, kemenangan, kesempurnaan, dan kebahagiaan, “yaitu; Nabi-nabi” orang-orang yang dimuliakan oleh Allah dengan wahyuNya dan mengkhususkan mereka dalam kemuliaan itu dengan cara mengutus mereka kepada makhluknya dan menyeru mereka kepada Allah, “dan para shidiqin,” mereka itu adalah orang-orang yang kepercayaan mereka sempurna terhadap apa yang di bawa oleh para Rasul, mereka mengetahuai kebenaran dan mempercayainya dengan keyakinan diri mereka dan merealisasikannya dengan perkataan, perbuatan, keadaan, dan berdakwah kepada Allah, “dan orang-orang yang mati syahid,” demi meninggikan agama Allah lalu mereka terbunuh, “dan orang-orang yang shalih” yaitu orang-orang yang baik lahir dan batin mereka, lalu baik pula perbuatan mereka, maka setiap orang yang menaati Allah niscaya akan bersama orang-orang tersebut dan menjadi teman mereka, “dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya,” yakni dengan berkumpul bersama mereka dalam syurga yang penuh dengan kenikmatan, dan kesenangan dengan mereka pada posisi Rabb semesta alam.

Sumber: https://tafsirweb.com/1601-surat-an-nisa-ayat-69.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

69. Barangsiapa menaati perintah-perintah Allah dan rasulullah, maka mereka itu bersama dengan orang yang diberi nikmat dengan dimasukkan surga, mendapatkan ridha Allah, dan derajat yang luhur, yaitu para nabi yang diberi wahyu berupa syariat oleh Allah, dan orang-orang yang sangan mengimani agama Allah, kitab-kitabNya, dan para rasulnya, dan orang-orang yang beramal shalih. Itulah sebaik-baik teman di surga.

Ayat ini turun untuk Tsauban, seorang sarabat Rasulullah SAW. Tsauban sangat mencintainya, sangat tidak sabar ingin bertemu dengannya, selalu mengingat akhirat dan khawatir jika dia masuk surga tidak bisa melihat rasulullah SAW karena beliau bersama dengan para Nabi, dan jika dia tidak masuk surga, maka itu baru pantas jika tidak bisa melihat beliau selamanya. Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/1601-surat-an-nisa-ayat-69.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 66-70 Allah SWT memberitahukan bahwa kebanyakan manusia jika diperintahkan untuk menjauhi perbuatan-perbuatan terlarang yang mereka lakukan, mereka tidak akan melakukannya. Hal ini disebabkan oleh sifat buruk yang melekat pada diri mereka untuk melanggar perintah. Ini adalah bagian dari ilmuNya SWT tentang apa yang terjadi dan tidak terjadi, serta bagaimana hal itu terjadi.

Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: "Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu", niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka) Allah SWT berfirman, (Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka) yaitu jika mereka melakukan apa yang diperintahkan untuk mereka, dan meninggalkan sesuatu yang dilarang untuk mereka (tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka) yaitu daripada melanggar perintah dan melakukan larangan (dan lebih menguatkan) As-Suddi berkata yaitu lebih kuat membenarkannya (dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka dari sisi Kami) dari sisi Kami (pahala yang besar) (pahala yang besar) yaitu surga (dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus (68)) yaitu di dunia dan akhirat Kemudian Allah berfirman, (Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.

Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (69)) yaitu sapa saja yang melaksanakan perintah Allah dan RasulNya, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, maka Allah akan menempatkannya pada tempat yang mulia, dan menjadikannya berada di samping para nabi, kemudian bersama orang-orang baik yang secara berurutan yaitu orang-orang shiddiq, para syuhada', lalu orang-orang mukmin secara umum. Mereka adalah orang-orang shalih yang baik perbuatan tersembunyinya dan perbuatan terang-terangannya. Kemudian Allah memuji mereka, dan berfirman (Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya) Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Yang demikian itu adalah karunia dari Allah) yaitu dari sisi Allah dengan rahmatNya bahwa Dia menempatkan mereka pada hal itu, bukan karena amal mereka (dan Allah cukup mengetahui) Dia Maha Mengetahui siapa saja yang layak mendapatkan petunjuk dan bimbingan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1601-surat-an-nisa-ayat-69.html

Informasi Tambahan

Juz

5

Halaman

89

Ruku

70

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved