النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
اَيْنَمَا
dimana saja
تَكُوْنُوْا
kalian menjadi
يُدْرِكْكُّمُ
akan mendapatkan kamu
الْمَوْتُ
kematian
وَلَوْ
kendatipun
كُنْتُمْ
kalian adalah
فِيْ
di dalam
بُرُوْجٍ
benteng
مُّشَيَّدَةٍ
yang kokoh
ۗ
وَاِنْ
dan jika
تُصِبْهُمْ
menimpa mereka
حَسَنَةٌ
kebaikan
يَّقُوْلُوْا
mereka berkata
هٰذِهٖ
ini
مِنْ
dari
عِنْدِ
sisi
اللّٰهِ
Allah
ۚ
وَاِنْ
dan jika
تُصِبْهُمْ
menimpa mereka
سَيِّئَةٌ
kejahatan/bencana
يَّقُوْلُوْا
mereka berkata
هٰذِهٖ
ini
مِنْ
dari
عِنْدِكَ
sisi kamu
ۗ
قُلْ
katakan
كُلٌّ
semuanya
مِّنْ
dari
عِنْدِ
sisi
اللّٰهِ
Allah
ۗ
فَمَالِ
maka mengapa
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu
الْقَوْمِ
kaum
لَا
tidak
يَكَادُوْنَ
mereka hampir
يَفْقَهُوْنَ
mereka memahami
حَدِيْثًا
pembicaraan
﴿٧٨﴾
Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”
571 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dimanapun kalian berada,kematian akan menemui kalian ditempat mana saja kalian berada tatkala ajal kalian telah tiba, walaupun kalian berada di dalam benteng-benteng pertahanan yang kokoh lagi jauh dari tempat-tempat pertempuran dan peperangan. Dan apabila mereka mendapatkan hal yang menyenangkan mereka berupa datangnya kesenangan dari kehidupan dunia,mereka menisbatkannya kepada allah .Dan jika terjadi pada mereka sesuatu yang tidak mereka sukai,mereka menisbatkannya kepada Rasul Muhammad sebagai bentuk kebodohan dan anggapan sebagai sumber kesialan. Mereka tidak mengetahui, bahwa semua itu berasal dari sisi allah semata sesuai dengan ketetapan qadha dan takdirNYA.Mengapa mereka tidak mendekati pemahaman yang benar terhadap ungkapan manapun yang kamu katakana kepada mereka?

Sumber: https://tafsirweb.com/1610-surat-an-nisa-ayat-78.html

Tafsir as-Sa'di

78. Kemudian Allah mengabarkan bahwa tidaklah akan bermanfaat suatu kewaspadaan terhadap takdir Allah, dan bahwa seorang yang duduk berdiam diri (tidak ikut berperang) tidaklah duduknya itu menolongnya dari apa pun juga, dan Allah berfirman “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu” maksudnya, pada waktu apa pun dan tempat manapun, “kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh” yaitu benteng-benteng yang kuat dan rumah-rumah yang tinggi.Semua ini merupakan dorongan untuk berjihad di jalan Allah, terkadang dengan cara bujukan tentang keutamaan dan pahalanya, terkadang pula dengan menakut-nakuti akan hukuman karena meninggalkannya, terkadang juga dengan mengabarkan bahwa orang-orang yang duduk-duduk saja (tidak ikut berperang) tidaklah duduk mereka itu berguna bagi mereka, dan terkadang lagi dengan memudahkan jalan kepadanya. Allah mengabarkan tentang orang-orang yang tidak mengetahui, yang berpaling dari apa yang dibawa oleh para Rasul dan menentang mereka, bahwa bila orang-orang itu memperoleh suatu kebaikan, yaitu tanah yang subur, harta yang melimpah, anak-anak yang banyak dan kesehatan, mereka berkata, “Ini adalah dari sisi Allah” dan bahwasanya bila mereka tertimpa suatu musibah, yaitu tanah yang tandus, kefakiran, penyakit, meninggalnya anak-anak mereka atau orang-orang yang mereka cintai, mereka berkata, “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Maksudnya, oleh sebab apa yang telah engkau bawa kepada kami wahai Muhammad! Mereka mengaitakan musibah itu dengan Rasulullah sebagaimana orang-orang yang seperti mereka mengait-ngaitkan suatu musibah zaman dahulu dengan Rasul-rasul Allah, sebagaimana Allah mengabarkan kaumnya firaun bahwasanya mereka "Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Itu adalah karena (usaha) kami”.Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." , (Al-A’raf:131) Dan kaum Shaleh juga berkata, "Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. (An-Naml:47) Dan kaum (yang disebutkan dalam surat) Yasin berkata kepada Rasul-rasul mereka, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami" (Yasin:18) Ketika hati mereka memiliki keserupaan dalam hal kekufuran, lalu perkataan dan perbuatan mereka pun menjadi serupa, dan setiap orang yang menisbatkan terjadinya suatu keburukan atau hilangnya kebaikan terhadap apa yang dibawa oleh para Rasul atau terhadap sebagiannya, maka ia termasuk dalam celaan yang hina tersebut, Allah berfirman dalam menjawab (perkara) mereka, “Katakanlah, ‘Semuanya’ “ yaitu berupa kebaikan dan keburukan, keberuntungan dan kesialan, “(datang) dari sisi Allah,” maksudnya, dengan ketetapan dan ketentuanNYa serta penciptaNya, “maka mengapa orang-orang itu (orang munafik),” yaitu apa yang bersumber dari mereka berupa perkataan yang batil, “hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?” yaitu mereka tidak memahami pembicaraan secara menyeluruh dan tidak juga mendekati pemahamannya atau mereka tidaklah memahaminya kecuali dengan pemahaman yang sangat lemah.Namun yang jelas bahwa hal itu adalah sebuah celaan bagi mereka dan kecaman atas ketidakpahaman mereka dan ketidakmengertian mereka tentang Allah dan RasulNya, yang demikian itu adalah karena kekufuran dan berpalingnya mereka. Dan termasuk dalam kandungannya adalah pujian terhadap orang yang memahami tentang Allah dan tentang RasulNya, dan anjuran terhadap hal tersebut berupa penerimaan perkataan keduanya, merenunginya dan menempuh jalan yang menyampaikan kepadanya. Sekiranya mereka memahami tentang Allah, niscaya mereka akan mengetahui bahwa kebaikan dan keburukan, keberuntungan dan kesialan semuanya adalah dengan ketentuan Allah dan ketetapanNYa, apa pun tidak akan keluar dari hal tersebut, dan bahwa para Rasul bukanlah sebagai sebab akan suatu keburukan yang terjadi, bukan mereka dan bukan juga apa yang mereka bawa, karena mereka diutus demi kemaslahatan dunia dan akhirat serta agama.

Sumber: https://tafsirweb.com/1610-surat-an-nisa-ayat-78.html

Tafsir Al-Wajiz

78. Kalian pasti akan mati, dan kematian itu akan menghampiri kalian dimanapun kalian berada, sekalipun di dalam benteng yang sangat kokoh. Jika orang-orang munafik itu mendapatkan kenikmatan berupa keuntungan atau harta rampasan, maka mereka akan menghubungkan nikmat itu kepada Allah سبحانه وتعالى ketika Dia memberitahu kebaikan itu kepada mereka.Namun ketika mereka ditimpa kesusahan berupa kekeringan dan penyakit, maka mereka akan menghubungkan hal itu kepada Rasulullah ﷺ bahwa hal itu diterima karena beliau. Lalu Allah menampik hal itu dengan berfirman: “Katakanlah kepada mereka wahai Nabi: “Setiap kebaikan dan keburukan itu dari sisi Allah, bukan seperti yang kalian anggapkan,” Namun kaum itu hampir tidak memahami firman tersebut dan tidak menyadari bahwa setiap sesuatu itu terjadi dengan adanya keputusan dan kuasa Allah. Ibnu Abbas berkata: “Ketika beberapa orang muslim mati syahid pada hari ahad, orang-orang munafik yang tidak ikut berjihad: “Jika saja saudara-saudara kita yang mati itu bersama kami, niscaya mereka tidak akan terbunuh” Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat ini”

Sumber: https://tafsirweb.com/1610-surat-an-nisa-ayat-78.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 77-79 Pada permulaan Islam, orang-orang mukmin yang ada di Makkah diperintahkan untuk melaksanakan shalat dan zakat, dan sekalipun jika tidak mencapai nishabnya. Mereka juga diperintahkan untuk membantu orang miskin di antara mereka dan diperintahkan untuk memaafkan dan bersabar terhadap orang musyrik saat itu. Meskipun mereka tersiksa dan berharap diperintahkan untuk berperang agar bisa melawan musuh-musuh mereka, dan saat itu karena banyak faktor, yaitu jumlah mereka yang sedikit dibandingkan dengan musuh-musuh mereka, dan karena mereka berada di negeri mereka dan negeri mereka itu adalah tanah haram, yang yang merupakan tempat paling mulia di bumi, sehingga tidak ada perintah untuk memulai peperangan di dalamnya sebagaimana yang telah difirmankan.Oleh karena itu, mereka tidak diperintahkan untuk berjihad kecuali ketika di Madinah, dimana sudah memiliki rumah, perlindungan dan pertolongan. Dengan semua itu mereka diperintahkan untuk melakukan sesuatu yang mereka harapkan, namun sebagian mereka ragu-ragu, dan mereka sangat takut menghadapi orang (Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?) yaitu Jika engkau menunda kewajiban berperang itu ke kesempatan lainnya, karena akan terjadi pertumpahan darah, anak-anak akan menjadi yatim, dan wanita-wanita akan menjadi janda. Ayat ini sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى (Dan orang-orang yang beriman berkata: "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?" Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka (20) Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka).Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka (21)) (Surah Muhammad).Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Abdurrahman bin Auf dan beberapa sahabatnya mendatangi Nabi ﷺ di Makkah. Mereka berkata, "Wahai Nabi Allah, kami dahulu berada dalam kemuliaan saat kami masih musyrik. Katika kami beriman, kami menjadi rendah.Lalu beliau menjawab, “Aku diperintahkan untuk memaafkan, janganlah kamu berperang melawan mereka” Namun, setelah Allah memindahkan beliau ke Madinah, Allah memerintahkan beliau untuk berperang, tetapi mereka menahan diri. Lalu Allah menurunkan ayat, (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut dari itu) Firman Allah,(Katakanlah,”Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa) yaitu akhirat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik daripada dunianya (dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun) yaitu, dari amal kalian bahkan kalian akan diberi balasan dengan penuh atas hal itu. Ini merupakan hiburan bagi mereka terkait dengan dunia, dorongan untuk mencari akhirat, dan menyemangati mereka untuk berjihad.Al-Hasan membaca ayat (Katakanlah,”Kesenangan di dunia ini hanya sebentar) yaitu Allah mengasihi hamba dan akan membalasnya sesuaai dengan amalnya, dan tidaklah seluruh dunia dari awal sampai akhirnya kecuali seperti seorang laki-laki yang tidur dan bermimpi dan dia melihat dalam mimpinya sebagaian yang dia sukai kemudian dia bangun" Firman Allah, (Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh) yaitu kalian pasti akan menuju kematian, dan tidak ada satupun dari kalian yang bisa selamat darinya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26) Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (27)) (Surah Ar-Rahman), (Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati) (Surah Ali-Imran: 185) dan (Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu) (Surah Al-Anbiya’: 34), Maknanya yaitu bahwa setiap orang pasti mati dan tidak akan bisa selamat dari hal itu baik dia ikut berjihad atau tidak, karena baginya itu waktu yang teelah dipastikan dan kedudukan yang dibagi-bagikan Firman Allah (kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh) benteng yang kokoh lagi tinggi.Dikatakan bahwa itu benteng di langit, seperti yang dikatakan oleh As-Suddi, namun pendapat ini lemah. Yang benar adalah bahwa yang dimaksud adalah benteng yang kokoh, yaitu dia berusaha dan melindungi dirinya dari kematian. Sebagaimana yang dikatakan oleh Zuhair bin Abi Salma: Siapa saja yang takut pada penyebab kematian yang akan mendatanginya, bahkan jika dia berusaha mencari pelindung di langit melalui tangga Firman Allah (dan jika mereka memperoleh kebaikan), yaitu kekayaan dan rezeki dari buah-buahan, hasil pertanian, keturunan, dan hal-hal sejenisnya.Ini adalah makna dari pendapat Ibnu Abbas, Abu Al-‘Aliyah, dan As-Suddi, (mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana), yaitu kekeringan, kegersangan, kekurangan buah dan hasil pertanian atau kematian anak-anak, atau hal-hal serupa seperti yang diungkapkan oleh Abu Al-Aliyah dan As-Suddi, (mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu) yaitu dari sisimu dank arena kami mengikutimu dan agamamu sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang kaum Fir’aun (Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya) [Surah Al-A'raf: 131] dan (Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat) [Surah Al-Hajj: 11].Demikianlah yang dikatakan oleh orang-orang munafik yang masuk Islam secara zhahir, tetapi mereka membencinya dalam hati. Oleh karena itu, ketika mereka ditimpa keburukan, mereka menyandarkan hal itu karena mereka mengikuti Nabi ﷺ." Firman Allah (Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah") yaitu semua itu ketetapan dan takdir Allah yang pada kebaikan, keburukan, orang kafir, dan orang mukmin. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah") yaitu kebaikan dan keburukan.Demikian yang dikatakan Hasan Al-Bashri. Kemudian, Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menolak orang-orang yang mengatakan ucapan yang berisi keraguan, sedikitnya pemahaman dan banyaknya kebodohan dan kezaliman mereka (Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?). Kemudian Allah berfirman seraya berbicara kepada Rasulullah ﷺ, namun yang dimaksud adalah seluruh manusia agar mendapatkan jawaban , (Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah).yaitu bahwa berupa keutamaan, pemberian, kelembutan, kebaikan dan rahmat Allah (dan apa saja dari keburukan yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri) maka dari sisimu dan akibat amal perbuatanmu sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) (30)) (Surah Asy-Syura) As-Suddi, Hasan Al-Bashri, Ibnu Juraij, dan Ibnu Zaid tentang firmanNya (maka dari (kesalahan) dirimu sendiri) yaitu karena dosamu.Qatadah berkata tentang ayat (maka dari (kesalahan) dirimu sendiri) yaitu sebagai hukuman bagimu wahai anak cucu Adam, akibat dari perbuatanmu. Dalam hadits shahih,"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya." Firman Allah سبحانه وتعالى (Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia), yaitu untuk menyampaikan hukum-hukum Allah dan hal yang dicintai dan diridhai Allah, dan hal yang dibenci dan ditolak oleh Allah. (Dan cukuplah Allah menjadi saksi) bahwa Dia telah mengutusmu dan Dia menjadi saksi antara kamu dan mereka, serta Maha Mengetahui segala sesuatu yang kamu sampaikan kepada mereka dan kebenaran yang mereka tolak karena kekafiran dan perlawanan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1610-surat-an-nisa-ayat-78.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

78 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 90

Ruku

Ruku 72

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 18 (36/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-571 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4