النّٰزعٰت (An-Nazi'at)

Per AyatMushaf
فَالسّٰبِقٰتِ
dan yang mendahului
سَبْقًاۙ
dengan kencang
﴿٤﴾
dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang,
5716 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

1-7. Allah bersumpah dengan para malaikat yang mencabut nyawa orang orang kafir dengan keras, Para malaikat yang mencabut nyawa orang orang beriman dengan semangat dan lembut, Para malaikat yang melayang saat turun dari langit dan naik ke langit, Para malaikat yang berlomba melaksanakan perintah Allah dengan segera, Para malaikat yang melaksankan perintah-perintah tuhan mereka terkait dengan tugas yang mereka emban dalam mengatur alam semesta, dan tidak boleh bagi makhluk untuk bersumpah dengan selain penciptanya,dan barang siapa melakukannya,maka dia berbuat syirik, Makhluk-makhluk pasti dibangkitkan dan dihisab pada hari yang bumi berguncang karena tiupan sangkakala pertama,yaitu tiupan kematian, Yang diikuti dengan tiupan kedua untuk kebangkitan kembali.

Sumber: https://tafsirweb.com/11984-surat-an-naziat-ayat-4.html

Tafsir as-Sa'di

(Ayat 1-5) Sumpah-sumpah dengan para malaikat mulia dan pekerjaan ini menunjukan sempurnanya ketundukan mereka pada perintah Allah dan cepatnya mereka dalam melaksanakannya. Kemungkinan yang menjadi obyek sumpah adalah pembalasan dan kebangkitan, dengan dalil setelahnya menyebutkan kondisi-kondisi hari kiamat. Dan kemungkinan juga obyek sumpah dan yang disumpahkan sama.Allah bersumpah atas para malaikat karena beriman kepada malaikat merupakan salah satu dari enam rukun iman dan karena menyebutkan pekerjaan mereka disini mencakup balasan yang diemban oleh para malaikat pada saat kematian, sebelum dan sesudahnya. Allah berfirman, “Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,” mereka adalah para malaikat yang mencabut nyawa dengan sekeras-kerasnya dan kencang dalam mencabutnya hingga ruh keluar dari raga, supaya diberi balasan atas amal perbuatannya. “Dan demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa dengan lemah lembut,” mereka juga para malaikat yang menabut ruh dengan kuat dan giat.Atau yang dimaksudkan dengan lemah lembut adalah bagi ruh orang-orang mukmin seadngkan cabutan keras berlaku bagi orang-orang kafir. “Dan demi malaikat-malaikat yang turun dari langit dengan cepat,”nyaitu para malaikat yang turun nahik di udara. “Dan demi malaikat-malaikat yang mendahului,” malaikat lainnya, “dengan kencang,”segera menunaikan perintah Allah dan mendahului para setan dalam menyampaikan wahyu kepada para rasul agar tidak dicuri. “ Dan demi malaikat-malaikat yang mengatur urusan dunia,” yakni, para malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk mengatur berbagai urusan alam atas dan alam bawah, seperti hujan, tumbuh-tumbuhan, angin, laut, janin, hewan, surga, neraka, dan tugas lainnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/11984-surat-an-naziat-ayat-4.html

Tafsir Al-Wajiz

4–5. Juga demi malaikat yang mendahului dengan membawa arwah kepada tempanya dengan cepat. Malaikat turun atas perintah tentang apa yang telah terjadi di dunia (mengatur dunia)

Sumber: https://tafsirweb.com/11984-surat-an-naziat-ayat-4.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-14 Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Masruq, Sa'id bin Jubair, Abu Shalih, Abu Adh-Dhuha dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras (1)) yaitu para malaikat, yaitu saat mencabut ruh anak cucu Adam. Maka di antara mereka ada yang mencabut ruhnya dengan sulit, sehingga mencabutnya dengan paksa; dan di antara mereka ada yang mencabutnya dengan mudah seakan-akan melepaskannya dengan mudah, yaitu firmanNya: (dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut (2)) Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas. Mujahid berkata tentang firmanNya: (Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras (1)) yaitu kematian.Qatadah berkata tentang firmanNya.: (Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras (1) dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut (2)) yaitu bintang-bintang. ‘Atha’ bin Abi Rabah berkata tentang firmanNya, ("An-Nazi'at") dan ("an-nasyithat"” yaitu busur dalam peperangan. Pendapat yang shahih adalah yang pertama dan dikatakan oleh kebanyakan. Adapun firmanNya: (dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat (3)) Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat (3)) yaitu kematian Qatadah berkata itu adalah bintang-bintang Firman Allah سبحانه وتعالى (dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang) Diriwayatkan dari Mujahid bahwa itu adalah kematian Qatadah berkata bahwa itu adalah bintang-bintang Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan dunia (5)) ‘Ali dan Qatadah berkata bahwa itu adalah para malaikat Ibnu Jarir tidak memutuskan dengan salah satu dari pendapat-pendapat itu, melainkan dia hanya meriwayatkan tentang firmanNya (dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan dunia (5)) bahwa itu adalah para malaikat. dan dia tidak menguatkan dan tidak menyanggahnya. Firman Allah سبحانه وتعالى: ((Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam (6) tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua (7)) Ibnu Abbas berkata bahwa keduanya adalah tiupan sangkakala, yaitu tiupan yang pertama dan yang kedua. Demikian juga dikatakan Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan lainnya.Diriwayatkan dari Mujahid,”Adapun tiupan yang pertama disebutkan oleh firmanNya: ((Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam (6)) sebagaimana firmanNya: (Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncangan) (Surah Al-Muzzammil: 14) dan tiupan kedua adalah “Ar-radifah” sebagaimana firmanNya: (dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur (14)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah سبحانه وتعالى (Hati manusia pada waktu itu sangat takut (8)) Ibnu Abbas berkata maknannya adalah takut.Demikian juga dikatakan Qatadah. (pandangannya tunduk (9)) yaitu pandangan mata orang-orang yang melakukannya. Sesungguhnya itu dikaitkan kepadanya, yaitu karena menunjukkan kerendahan dan kehinaan karena menyaksikan kengerian. Firman Allah سبحانه وتعالى: ((Orang-orang kafir) berkata, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?” (10)) yaitu orang-orang musyrik Quraisy dan orang-orang yang mengatakan apa yang mereka katakan dalam mengingkari hari kebangkitan dan menganggap mustahil terjadinya kebangkitan setelah dimasukkan ke dalam liang kubur.Pendapat ini dikatakan Mujahid, yaitu setelah tubuh mereka hancur dan tulang mereka sudah berantakan. Oleh karena itu mereka berkata, (Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat? (11)) dibaca “naakhirah” Qatadah berkata bahwa itu adalah sudah lapuk. (Mereka berkata, "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Qatadah bahwa (al-hafirah) adalah kehidupan setelah mati. Ibnu Zaid berkata bahwa (al-hafirah) adalah neraka, dan betapa banyak namanya; neraka disebut An-nar, Al-Jahim, Saqar, Jahanam, Al-Hawiyah, Al-Hafirah, Lazha, dan Al-Huthamah.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja (13) maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi (14)) yaitu sesungguhnya itu adalah suatu perintah dari Allah yang tidak perlu pengulangan dan penegasan. Maka dengan serta merta semua manusia berdiri dan melihat. Dia memerintahkan kepada malaikat Israfil untuk meniup sangkakala, berupa tiupan kebangkitan , lalu dengan seketika semua orang yang terdahulu dan kemudian berdiri di hadapan Allah سبحانه وتعالى seraya melihat.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (yaitu pada hari Dia memanggil kalian, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja (52)) (Surah Al-Isra’) dan (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) serta (Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi)) (Surah An-Nahl: 77) Mujahid berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja) yaitu sekali teriakan.Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (14)) Ibnu Abbas berkata bahwa “as-sahirah” adalah bumi secara keseluruhan. Ikrimah dan Al-Hasan berkata bahwa “as-sahirah” adalah permukaan bumi. Pendapat yang benar adalah bahwa itu adalah permukaan bumi.Ar-Rabi' bin Anas berkata tentang firmanNya: (maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi (14) Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semua (di padang mahsyar) berkumpul menghadap kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa (48)) (Surah Ibrahim) dan (Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya (105) maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali (106) tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi” (107)) (Surah Thaha) serta (Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar) (Surah Al-Kahfi:47) Bumi yang sebelumnya terdapat gunung-gunung ditampakkan menjadi datar.Bumi itu tidak sama dengan bumi ini, melainkan bumi lain yang belum pernah dikerjakan suatu dosa pun di atasnya dan belum pernah dialirkan setetes darahpun padanya

Sumber: https://tafsirweb.com/11984-surat-an-naziat-ayat-4.html

Informasi

Surat

النّٰزعٰت (An-Nazi'at)

Malaikat Yang Mencabut — 46 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

4 dari 46 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 583

Ruku

Ruku 520

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 117 (233/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5716 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-79