النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
مَنْ
barang siapa
يُّطِعِ
mentaati
الرَّسُوْلَ
Rasul
فَقَدْ
maka sesungguhnya
اَطَاعَ
dia mentaati
اللّٰهَ
Allah
ۚ
وَمَنْ
dan barang siapa
تَوَلّٰى
dia berpaling
فَمَآ
maka tidak
اَرْسَلْنٰكَ
Kami mengutusmu
عَلَيْهِمْ
atas mereka
حَفِيْظًا
pemelihara
ۗ
﴿٨٠﴾
Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.
573 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Barangsiapa menyambut seruan rasul sholallohu alaihi wasallam dan mengerjakan petunjuknya,maka sesunguhnya ia telah menyambut seruan allah dan melaksanakan perintahNYA.Dan barangsiapa yang berpaling dari ketaatan kepada allah dan kepada rasulNYA,maka tidaklah kami mengutusmu (wahai rasul), kepada orang-orang yang berpaling itu sebagai pengawas yang memelihara perbuatan-perbuatan mereka dan memperhitungkannya; sebab perhitungan perbuatan mereka merupakan tanggung jawab kami.
Sumber: https://tafsirweb.com/1612-surat-an-nisa-ayat-80.html
Tafsir as-Sa'di
80. Maksudnya, setiap orang yang menaati Rasulullah dalam perintah-perintah dan larangan-larangannya, “Sesungguhnya ia telah menaati Allah,” karena tidaklah beliau memerintahkan dan tidaklah melarang kecuali dengan perintah Allah, syariat, wahyu dan segala apa yang diturunkanNya, hal ini menunjukkan kema’shuman Rasulullah, karena Allah memerintahkan untuk menaatinya secara mutlak, sekiranya bila beliau tidak ma’shum dalam segala hal yang disampaikannya dari Allah, nisscaya tidaklah Allah akan memerintahkan untuk menaatinya secara mutlak lalu Dia memuji hal tersebut, dan ini adalah di antara hak-hak yang dimiliki bersama, karena sesungguhnya hak-hak itu ada tiga macam: pertama, hak milik Allah yang tidak dimiliki seorang pun dari makhluk, yaitu beribadah kepada Allah, memohon kepadaNya dan segala hal yang menyertainya. Kedua, hak yang khusus milik Rasul yaitu penghormatan, pemuliaan dan pembelaan, dan ketiga, hak-hak yang dimiliki bersama yaitu iman kepada Allah dan RasulNya, mencintai dan menaati keduanya sebagaimana Allah menyatukan antara hak-hak tersebut dalam FirmanNya, "supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya.Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (Al-Fath:9) Maka barangsiapa yang taat kepada Rasul, sesungguhnya ia telah taat kepada Allah, dan ia berhak mendapatkan pahala dan kebaikan yang disediakan karena ketaatan kepada Allah, “dan barangsiapa yang berpaling” dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, sesungguhnya hal itu tidaklah membahayakan kecuali bagi dirinya sendiri, dan tidak aka nada yang mampu membahayakan Allah sama sekali, “maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka,” maksudnya (kamu tidaklah diutus untuk) memelihara perbuatan-perbuatan dan kondisi-kondisi mereka, akan tetapi Kami mengutusmu sebagai penyeru, pemberi penjelasan dan pemberi nasihat, dan sungguh engkau telah menunaikan tugasmu, maka wajiblah ganjarannya untukmu dari Allah, baik mereka mendapat petunjuk karenanya ataupun tidak mendapatkannya, sebagaimana Allah berfirman, "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka," (Al-Ghasyiyah:21-22).
Sumber: https://tafsirweb.com/1612-surat-an-nisa-ayat-80.html
Tafsir Al-Wajiz
80. Barangsiapa menaati rasulallah, maka sungguh dia telah menaati Allah karena dia adalah utusanNya. Dan barangsiapa tidak mau menaatinya dan mengingkarinya, maka sungguh dia telah mengingkari Allah.Dan kamu bukanlah pengawas amal mereka dan penjaga bagi mereka wahai rasul, yang mana kamu bisa memaksa mereka untuk berbuat baik dan beriman serta menghisab mereka, melainkan hanya seorang penyampai risalah
Sumber: https://tafsirweb.com/1612-surat-an-nisa-ayat-80.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 80-81 Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang hamba dan RasulNya, nabi Muhammad ﷺ, bahwa siapa saja yang mentaatinya, maka dia telah mentaati Allah, dan siapa saja yang mendurhakainya, maka dia telah mendurhakai Allah. Hal ini karena dia (dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya (3) Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (4)) (Surah An-Najm).Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Allah dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat kepada Allah. Dan barang siapa yang taat kepada pemimpin berarti dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang bermaksiat kepada pemimpin berarti dia telah bermaksiat kepadaku" Firman Allah, (Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka). Yaitu tidak ada kewajiban bagimu atas dirinya, dan kewajibanmu hanya menyampaikan risalah, dan siapa saja yang mengikutimu akan mendapat kebahagiaan dan kemenangan, dan bagimu pahala yang setimpal dari apa yang dia dapatkan, dan siapa saja yang berpaling darimu akan merugi, dan kamu tidak bertanggung jawab atas perbuatannya.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits ,”Barang siapa menaati Allah dan RasulNya, maka sungguh dia telah mendapat petunjuk, dan barang siapa yang bermaksiat kepada Allah dan RasulNya, maka tidak ada yang merugikannya kecuali dirinya sendiri” Firman Allah (Dan mereka mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat") Allah memberitahukan tentang orang-orang munafik yang menampakkan kesepakatan dan kepatuhan (Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu) yaitu pergi dan membelakangimu (sebagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi) yaitu mereka menyembunyikan apa yang ada pada mereka di malam hari tanpa menampakkannya kepadamu. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu) Dia mengetahui apa yang mereka lakukan dan menulisnya dengan memerintahkan para malaikat yang mengawal para hamba untuk menjaga hal itu, dan mereka mengetahui apa yang mereka lakukan. Makna dari ancaman ini adalah Allah menyampaikan bahwa Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan satu sama lain, dan yang mereka rencanakan pada malam hari untuk melawan dan mendurhakai Rasulullah ﷺ, namun mereka menampakkan ketundukan dan kepatuhan kepada Rasulullah.Dan Dia akan membalas mereka atas hal itu sebagaimana Dia berfirman (Dan mereka berkata: "Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami mentaati (keduanya)". Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman (47)) (Surah An-Nur) Firman Allah (maka berpalinglah kamu dari mereka) yaitu biarkanlah mereka, bersikaplah ramah kepada mereka, jangan sakiti mereka, jangan buka urusan mereka kepada orang lain, dan jangan takut juga terhadap mereka (dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung) yaitu cukuplah Allah sebagai Pelindung, Penolong dan Pemberi bantuan kepada orang yang berserah diri dan mewakilkan urusannya kepada Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1612-surat-an-nisa-ayat-80.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
80 dari 176 ayat
Juz
Juz 5
Halaman
Halaman 91
Ruku
Ruku 72
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 18 (36/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-573 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4