عبس ('Abasa)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
عَلَيْكَ
atasmu
اَلَّا
bahwa tidak
يَزَّكّٰىۗ
ia membersihkan diri
﴿٧﴾
padahal tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
5765 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
5-7. Orang yang tidak memerlukan petunjuk-Nya, Kamu justru mengurusi dan mendengarkan ucapannya, Apa salahmu bila kamu tidak menyucikannya dari kekafirannya?
Sumber: https://tafsirweb.com/12079-surat-abasa-ayat-7.html
Tafsir as-Sa'di
Ayat 1-10 Sebab turunnya ayat-ayat mulia ini adalah seorang mukmin buta datang seraya bertanya kepada Nabi dan belajar dari beliau, kemudian ada orang kaya juga datang. Nabi amat ingin menunjukkan manusia, hanya saja beliau lebih condong pada orang kaya dan berpaling dari si buta lagi miskin demi mengharap agar si kaya mendapat petunjuk dan demi agar si kaya menyucikan hatinya. Lalu Allah menegurnya dengan tegurann lembut ini seraya berfirman; “dia (Muhammad) bermuka masam” di wajah beliau, “dan berpaling” dengan raganya karena orang buta mendatanginya.Kemudian Allah menyebutkan manfaat menyambutnya seraya berfirman, “Tahukah kamu barangkali ia,” yakni orang buta tersebut, “ingin membersihkan dirinya (dari dosa),” yaitu membersihkan diri dari akhlak tercela dan ingin berakhlak terpuji, “atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya,” yakni, mendapatkan pengajaran tentang sesuatu sehingga ia mendapatkan manfaat dari pelajaran itu. Ini adalah manfaat besar dan itulah maksud diutusnya para rasul, maksud dari petuah orang yang memberi nasihat dan maksud dari peringatan orang yang memberi peringatan. Sambutanmu pada orang orang yang datang sendiri seraya memerlukanmu itu lebih layak dan wajib, sedangkan berpalingnya engkau pada orang kaya yang tidak memerlukanmu yang tidak mau bertanya dan meminta fatwa karena tidak memiliki keinginan pada kebaikan dan engkau tinggalkan orang lebih utama itu tidak layak bagimu.Tugasmu hanyalah memberi pengajaran, bila pun ia tidak mau mengambil pelajaran dengan membersihkan diri, engkau tidak akan dimintai pertanggung jawab atas perbuatan buruk yang ia lakukan. Hal ini menunjukan pada kaidah masyhur; sesuatu yang telah diketahui tidak ditinggalkan untuk sesuatu yang belum jelas. Dan menyambut murid yang memerlukan dan penuh kemauan lebiih layak dari yang lainnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/12079-surat-abasa-ayat-7.html
Tafsir Al-Wajiz
6-7. Engkau justru mengharap mereka memeluk ajaran dan beriman kepadamu. Padahal engkau tidak akan menjadi cela kalaupun mereka tidak mau menyucikan dirinya kepada Islam.Sampai menjadikanmu begitu mengharap mereka, namun menolak orang yang justru hendak meminta petunjuk kepadamu
Sumber: https://tafsirweb.com/12079-surat-abasa-ayat-7.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-16 Banyak mufasir menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ suatu hari berbicara dengan salah satu pembesar Quraisy, yang beliau sangat menginginkan dia masuk Islam. Ketika beliau ﷺ sedang berbicara dengan suara yang perlahan dengannya, tiba-tiba Ibnu Ummi Maktum yang merupakan salah seorang yang telah masuk Islam sejak lama datang. Kemudian dia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang sesuatu dengan pertanyaan yang mendesak.Dan Nabi ﷺ saat itu sangat menginginkan jika dia diam dan tidak mengganggunya, agar beliau dapat berbicara dengan orang yang diajak bicara itu karena beliau sangat menginginkannya mendapat petunjuk. Maka beliau bermuka masam terhadap Ibnu Ummi Maktum dan memalingkan wajah darinya serta hanya melayani yang lain. Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling (1) karena telah datang seorang buta kepadanya (2) Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa) (3)) yaitu menginginkan agar dirinya suci dan bersih dari segala dosa (atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? (4)) yaitu memperoleh pelajaran untuk dirinya sehingga dia menahan dirinya dari hal-hal yang diharamkan (Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (5) maka kamu melayaninya (6)) yaitu, adapun orang yang kaya, maka kamu melayaninya dengan harapan dia mendapat petunjuk (Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman) (7)) yaitu, kamu tidak akan bertanggungjawab mengenainya jika dia tidak mau membersihkan dirinya (Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran) (8) sedangkan ia takut (kepada Allah) (9)) yaitu dengan sengaja datang kepadamu untuk mendapat petunjuk dengan apa yang kamu katakan kepadanya (maka kamu mengabaikannya (10)) yaitu, kamu mengacuhkan dia.Dan setelah kejadian ini Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada RasulNya ﷺ untuk tidak mengkhususkan peringatan terhadap seseorang saja, melainkan harus menyamakan di antara semuanya. tidak dibedakan antara orang yang mulia dan orang yang lemah, orang miskin dan orang kaya, orang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, serta anak-anak dan orang dewasa. Kemudian Allah akan memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus. MilikNyalah hikmah yang jelas dan hujjah yang kuat.Diriwayatkan dari Anas, dia berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling (1)) Ibnu Ummi Maktum datang kepada Nabi ﷺ yang saat itu sedang berbicara dengan Ubay bin Khalaf, maka beliau ﷺ berpaling dari Ibnu Ummi Maktum, lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling (2) karena telah datang seorang buta kepadanya (2)) Maka setelah itu Nabi ﷺ selalu menghormatinya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sekali-kali jangan (demikian, Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan. ('Abasa: 11) yaitu, surah ini atau perintah menyamakan kedudukan antara semua manusia dalam menyampaikan pengetahuan, antara orang yang mulia dan orang yang lemah. Qatadah dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Sekali-kali jangan (demikian).Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan (11)) yaitu Al-Qur'an (maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya (12)) yaitu, barang siapa yang menghendaki, maka dia dapat mengingat Allah سبحانه وتعالى dalam semua urusannya. Bisa ditafsirkan bahwa dhamirnya merujuk kepada wahyu berdasarkan konteks pembicaraan berkaitan dengannya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (13) yang ditinggikan lagi disucikan (14)) yaitu surah ini atau pelajaran ini, keduanya saling berkaitan, bahkan Al-Qur'an seluruhnya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yaitu diagungkan dan dimuliakan (yang ditinggikan) yaitu, mempunyai kedudukan tinggi (lagi disucikan) yaitu disucikan dari hal yang kotor, penambahan, dan pengurangan.Firman Allah سبحانه وتعالى: (di tangan para penulis (15)) Ibnu Abbas dan Ibnu Zaid berkata bahwa maknannya adalah para malaikat. Qatadah berkata bahwa mereka adalah para ahli qiraat. Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang shahih adalah bahwa “As-safarah” adalah para malaikat, yaitu para malaikat antara Allah سبحانه وتعالى dengan makhlukNya.Dan termasuk di dalamnya yaitu dikatakan “As-safir” yaitu orang yang menghubungkan antara manusia dalam perdamaian dan kebaikan. Sebagaimana yang dikatakan penyair: “Aku belum pernah mengabaikan perantara di antara kaumku, dan aku belum pernah berjalan untuk tujuan menipu” Imam Bukhari berkata bahwa “safarah” adalah para malaikat. “Safarat” yaitu membuat perdamaian di antara mereka. Para malaikat yang menurunkan wahyu Allah سبحانه وتعالى dan menyampaikannya itu seperti orang yang mendamaikan di antara kaum Firman Allah سبحانه وتعالى: (yang mulia lagi berbakti (16)) yaitu rupa mereka mulia, baik, dan terhormat.Akhlak dan perbuatan mereka baik, suci dan sempurna. Maka berdasarkan hal ini orang yang menghafal Al-Qur'an hendaknya berada dalam jalan yang lurus dan petunjuk dalam semua perbuatan dan ucapannya. Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Orang yang membaca Al-Qur'an, sedangkan dia pandai membacanya maka dia bersama dengan para malaikat safarah yang mulia dan berbakti.Adapun orang yang membacanya, sedangkan dia melakukannya dengan berat, baginya dua pahala”
Sumber: https://tafsirweb.com/12079-surat-abasa-ayat-7.html
Informasi
Surat
عبس ('Abasa)
Bermuka Masam — 42 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
7 dari 42 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 585
Ruku
Ruku 522
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 117 (234/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5765 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-80