المطفّفين (Al-Mutaffifin)

Per AyatMushaf
يَّشْهَدُهُ
menyaksikannya
الْمُقَرَّبُوْنَۗ
(mailaikat) yang didekatkan
﴿٢١﴾
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
5869 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

18-21. Benar, sesungguhnya perkara yang telah ditetapkan bagi orang orang yang berbakti, (yaitu orang orang yang bertakwa),adalah bahwa mereka berada di derajat yang tinggi di dalam surga. Tahukah kamu (wahai rasul) apa derajat yang tinggi itu?Ketetapan bagi orang-orang baik itu sudah tercatat dan sudah selesai,tidak ditambah dan tidak dikurangi. Para malaikat di setiap langit yang didekatkan (kepada Allah) melihatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/12273-surat-al-muthaffifin-ayat-21.html

Tafsir as-Sa'di

Ayat 18-21 Setelah menyebutkan bahwa catatan amal orang-orang berdosa berada di tempat paling bawah dan sempit, selanjutnya Allah menyebutkan bahwa catatan amal orang-orang baik berada di tempat yang paling atas dan luas. Catatan amal mereka tertulis dan “disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah),” dari kalangan malaikat mulia, ruh para nabi, orang-orang jujur dalam beriman dan para syuhada’. Allah menyebutkan mereka di kalangan malaikat tertinggi.Dan illiyyun nama surga tertinggi.

Sumber: https://tafsirweb.com/12273-surat-al-muthaffifin-ayat-21.html

Tafsir Al-Wajiz

21. Tulisan/catatan itu disaksikan oleh para malaikat dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Orang-orang yang mempunyai kedudukan khusus di sisi Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/12273-surat-al-muthaffifin-ayat-21.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 18-28 Allah سبحانه وتعالى berfirman dengan sebenar-benarnya, (sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu) berbeda dengan buku catatan orang-orang yang durhaka ((tersimpan) dalam 'Illiyyin) yaitu tempat kembali mereka adalah 'Illiyyin, dan ini berbeda dengan Sijjin. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya: (Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin (18)) yaitu surga Makna yang jelas bahwa 'Illiyyin diambil dari kata “al-'uluwwu” (tinggi). Dan sesuatu itu manakala meninggi, maka bertambah besar dan luas, oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى membesarkan perkaranya dan menggambarkannya dengan gambaran yang agung. (Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu? (19)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menegaskan apa yang telah dicatatkan bagi mereka ((Yaitu) kitab yang bertulis (20) yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah) (21)) Mereka adalah para malaikat.Pendapat ini dikatakan Qatadah. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga) (22)) yaitu, pada hari kiamat mereka berada dalam kenikmatan yang abadi dan surga-surga yang di dalamnya terdapat karunia yang melimpah (mereka (duduk) di atas dipan-dipan) yaitu dipan-dipan beralaskan permadani (sambil memandang) dikatakan, makna yang dimaksud adalah mereka memandangi kerajaan mereka dan apa yang diberikan Allah kepada mereka berupa kebaikan dan karunia yang tidak pernah habis dan tidak pernah rusak selamanya. DIkatakan bahwa, makna yang dimaksud dari firmanNya: (mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang (23)) yaitu memandang kepada Allah سبحانه وتعالى.Dan hal ini bertentangan dengan apa yang digambarkan Allah سبحانه وتعالى tentang keadaan orang-orang yang durhaka (Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka (15)) Maka disebutkan tentang orang-orang yang berbakti, bahwa mereka diperbolehkan melihat kepada Allah سبحانه وتعالى sedangkan mereka berada di atas dipan-dipan dan permadani-permadani mereka, Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh kenikmatan (24)) yaitu apabila kamu melihat mereka, wajah mereka penuh kesenangan hidup yang penuh dengan kenikmatan, yaitu berseri-seri, cerah, gembira, dan senang dengan kenikmatan besar yang meliputi kehidupan mereka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka diberi minum dari khamr murni yang dilak (tempatnya). (25)) Mereka diberi minum dari khamr surga, dan rahiq adalah salah satu nama khamr surga. Pendapat ini dikatakan Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Ibnu Zaid.Ibnu Mas'ud berkata tentang firmanNya: (laknya adalah kasturi (26)) yaitu campurannya adalah minyak kasturi. Ibrahim dan Al-Hasan berkata tentang firmanNya: (laknya adalah kasturi (26)) yaitu kesudahannya adalah minyak kasturi. Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid berkata tentang firmanNya: (laknya adalah kasturi (26)) yaitu diharumkan dengan minyak kasturi.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan untuk demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba (26)) yaitu dalam keadaan seperti ini hendaknya orang-orang berlomba-lomba untuk meraihnya dan berbangga diri karena berhasil meraihnya. sebagaimana firmanNya: (Untuk kesenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja (61)) (Surah Ash-Shaffat) Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan campuran khamr murni itu adalah dari tasnim (27)) yaitu campuran khamr ini adalah minuman yang disebut tasnim, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((yaitu) mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan kepada Allah (28)) yaitu, minuman yang hanya diminum oleh orang-orang yang didekatkan dengan Allah.Minuman itu menjadi campuran bagi minuman golongan kanan. Pendapat ini dikatakan Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Masruq, Qatadah, dan lainnya

Sumber: https://tafsirweb.com/12273-surat-al-muthaffifin-ayat-21.html

Informasi

Surat

المطفّفين (Al-Mutaffifin)

Orang-Orang Curang — 36 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

21 dari 36 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 588

Ruku

Ruku 525

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 118 (235/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5869 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-83