النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْٓا
beriman
اِذَا
apabila
ضَرَبْتُمْ
kamu berperang
فِيْ
pada
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
فَتَبَيَّنُوْا
maka teliti olehmu
وَلَا
dan jangan
تَقُوْلُوْا
kamu mengatakan
لِمَنْ
kepada orang yang
اَلْقٰىٓ
menjatuhkan/mengatakan
اِلَيْكُمُ
kepadamu
السَّلٰمَ
salam
لَسْتَ
kamu bukan
مُؤْمِنًاۚ
seorang mukmin
تَبْتَغُوْنَ
kamu mencari
عَرَضَ
harta benda
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
ۖفَعِنْدَ
maka disisi
اللّٰهِ
Allah
مَغَانِمُ
rampasan perang
كَثِيْرَةٌ
yang banyak
ۗ
كَذٰلِكَ
demikianlah
كُنْتُمْ
kalian adalah
مِّنْ
dari
قَبْلُ
sebelum/dahulu
فَمَنَّ
maka menganugerahkan nikmat
اللّٰهُ
Allah
عَلَيْكُمْ
atas kalian
فَتَبَيَّنُوْاۗ
maka telitilah olehmu
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
كَانَ
adalah
بِمَا
dengan/terhadap apa
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
خَبِيْرًا
Maha Mengetahui
﴿٩٤﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ”salam” kepadamu, ”Kamu bukan seorang yang beriman,” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
587 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada allah dan rasulNYa serta melaksanakan syariatNYA,bila kalian berjalan keuar di muka bumi untuk berjihad di jalan allah,maka jadilah kalian orang-orang yang bersikap berdasarkan bukti nyata dalam perkara yang akan kalian perbuat atau perkara yang kalian tinggalkan.Dan janganlah kalian menafikkan keimanan dari orang yang tampak pada dirinya secara lahir,Sesutu yang merupakan tanda keislaman,dan tidak memerangi kalian,sebab ada kemungkinan dia seorang MUkmin yang menyembunyikan keimanannya,demi mencari kesenangan kehidupan dunia dengan sikap tersebut. Dan allah ,disisinya terdapat karunia dan pemberian yang akan mencukupi kalian.Demikianlah keadaan kalian pada permulaan islam,dimana kalian menyembunyikan keimanan kalian di hadapan kaum kalian dari kalangan kaum musyrikin.Kemudian allah menganugerahkan kenikmatan kepada kalian dan memuliakan kalian dengan keimanan dan kekuatan.Maka jadilah kalian orang-orang yang berjalan di atas bukti nyata dan pengetahuan yang benar terhadap urusan-urusan kalian.Sesungguhnya allah maha mengetahui seluruh amal perbuatan kalian,maha teliti terhadap urusan-urusan kalian sekecil-kecilnya,dan akan memberikan balasan kepada kalian atas segala perbuatan tersebut.

Sumber: https://tafsirweb.com/1626-surat-an-nisa-ayat-94.html

Tafsir as-Sa'di

94. Allah memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman apabila mereka keluar berjihad di jalanNya dan mengharap keridhaanNya agar teliti dan cermat (mencari kejelasan) dalam segala perkara-perkara yang jelas dan perkara yang tidak jelas. Perkara yang jelas dan nyata tidak butuh lagi kepada ketelitian dan kecermatan, karena hal tersebut sudah tidak diperdebatkan lagi.Adapun perkara-perkara yang yang bermasalah dan yang tidak jelas, maka sesungguhnya manusia membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian, agar ia mengetahui apakah ia berani mengambil risiko ataukah tidak, karena ketelitian dalam perkara-perkara seperti ini akan menghasilkan faidah-faidah yang banyak sekali dan terhindar dari keburukan yang besar, di mana agama, akal, dan kematangan seorang hamba dapat diketahui dengannya. Berbeda dengan seseorang yang tergesa-gesa pada awal-awalnya terhadap suatu perkara sebelum ia meneliti dan mencari tahu hukumnya, karena sesungguhnya hal tersebut akan mengakibatkan suatu hal yang tidak diharapkan, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang yang ditegur oleh Allah dalam ayat tersebut yaitu ketika mereka tidak meneliti lalu mereka membunuh orang yang menyerahkan dirinya kepada mereka di mana pada saat itu ada ghanimah miliknya atau harta milik orang lain bersamanya, sebagai suatu dugaan bahwa hal ini hanya sebagai suatu penghindaran diri dari pembunuhan, dan ternyata hal ini adalah suatu kesalahan, karena itulah Allah menegur mereka dalam FirmanNYa, “Dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu, ‘Kamu bukan seorang Mukmin,’ (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak.” Maksudnya, janganlah kalian didorong oleh harta yang sementara lagi sedikit lalu melakukan perbuatan yang tidak semestinya, hingga membuat kalian luput dari pahala di sisi Allah yang banyak lagi abadi, dana pa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih abadi. Hal ini adalah sebuah isyarat bahwa seorang hamba bila ia merasakan dorongan-dorongan jiwanya condong kepada suatu kondisi yang berasaskan hawa nafsu dan membahayakan dirinya, hendaknya ia ingatkan jiwanya itu dengan apa yang dijanjikan oleh Allah bagi orang yang mampu menahan nafsunya tersebut, dan mendahulukan keridhaan Allah daripada keridhaan dirinya sendiri, karena hal itu merupakan dorongan bagi jiwa dalam melaksanakan perintah Allah, walaupun hal itu berat baginya.Kemudian Allah berfirman dengan maksud mengingatkan mereka tentang kondisi mereka pertama kali sebelum mereka diberi petunjuk kepada Islam, “Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmatNya ata kamu.” Maksudnya, sebagaimana Allah memberikan hidayahNya kepada kalian setelah kesesatan kalian, dan sebagaimana hidayah itu kalian dapatkan sedikit demi sedikit, begitu pula selain kalian, maka memahami secara sempurna akan kondisinya pertama kali yang kurang dan muamalahnya terhadap orang yang sama seperti kondisinya dengan tuntutan pengetahuannya tentang kondisinya pertama kali dan seruannya untuk orang tersebut dengan hikmah dan nasihat yang baik adalah di antara sebab-sebab yang paling besar dalam memberikan faidah dan manfaat kepadanya, karena itulah Allah mengulangi perintah untuk teliti dalam FirmanNya, “Maka telitilah,” dan orang yang keluar berjihad di jalan Allah dan berjuang memerangi musuh-musuh Allah serta menyiapkan diri dengan berbagai persiapan demi mengalahkan mereka, dia diperintahkan untuk teliti terhadap orang yang mengucapkan salam kepadanya, karena ada indikasi kuat yang menunjukkan bahwa tindakan itu hanyalah sebagai suatu jalan menghindar dari pembunuhan dan khawatir akan dirinya, sesungguhnya hal itu menunjukkan perintah untuk teliti dan berhati-hati dalam segala kondisi di mana terjadi suatu perkara yang samar padanya, dan seorang hamba harus meneliti masalah itu hingga masalah tersebut jelas baginya dan teranglah maksud dan kebenarannya. “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” hingga Allah membalas setiap orang atas apa yang telah diperbuat dan diniatkannya sesuai dengan apa yang diketahuiNya dari kondisi hamba-hambaNya dan niat-niat mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/1626-surat-an-nisa-ayat-94.html

Tafsir Al-Wajiz

94 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi berperang di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu tergesa-gesa supaya kamu tidak salah membunuh saudara muslim. Dan jangan kamu katakan kepada orang yang telah bersyahadat dan menyatakan keislamannya dengan perkataan: “Kamu bukan seorang mukmin” lalu kamu membunuhnya, dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, atau mencari harta rampasan perang. Itu semua adalah barang dunia yang akan lenyap, karena di sisi Allah ada harta dan kebaikan yang tidak terkira dari pada apa yang kalian senangi, itu semua akan kalian dapatkan selama tidak berbuat perbuatan yang terkutuk, atau jangan kalian bergerombol.Begitu jugalah keadaan kamu dahulu seperti orang-orang kafir, lalu Allah menganugerahkan petunjuk-Nya atas kamu dalam keimanan, sehingga telah terukir dalam darah kalian kalimat Islam dan syahadat, maka telitilah dan jangan tergesa-gesa dalam berperang. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ibnu Abbas berkata bahwa orang-orang muslim bertemu dengan seorang laki-laki dan bersamanya ada harta rampasan, kemudian dia mengucapkan salam kepada orang-orang muslim: keselamatan atas kalian.Kemudian orang-orang muslim itu membunuh dan merampas harta tersebut itu. maka turunlah ayat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/1626-surat-an-nisa-ayat-94.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Diriwayatkan dari ‘Ikramah, dari Ibnu Abbas, dia berkata: "Seorang laki-laki dari Bani Sulaim melewati sekelompok sahabat Nabi ﷺ, dan dia sedang menggembalakan kambing, lalu menyampaikan salam kepada mereka, tetapi mereka berkata, “Dia tidak menyampaikan salam kita kecuali untuk meminta perlindungan dari kita” Lalu mereka menyerangnya dan membunuhnya, dan mereka membawa kambingnya kepada Nabi ﷺ. Lalu turunlah ayat ini: (Hai orang-orang yang beriman...) sampai akhir ayat. Firman Allah, (karena di sisi Allah ada harta yang banyak) yaitu lebih baik daripada yang kalian kejar dari urusan dunia yang mendorongmu untuk membunuh seseorang yang datang dengan mengucapkan salam dan menunjukkan keimanan kepada kalian.Kalian mengabaikannya dan menuduhnya dengan kepura-puraan dan tipu daya agar kalian dapat meraih keuntungan dunia. Apa yang ada pada sisi Allah berupa rezeki yang halal itu lebih baik bagi kalian daripada harta ini. Firman Allah, (Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu) sungguh kalian dulu dalam keadaan seperti ini, yang merahasiakan imannya dan menyembunyikannya dari kaumnya, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits marfu’, dan sebagaimana Allah سبحانه وتعالى dalam berfirman: (Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya) (Surah Al-Anfal:26) Ini adalah pendapat Sa'id bin Jubair mengenai firmanNya, (Begitu jugalah keadaan kamu dahulu) yaitu kalian merahasiakan keimananmu di tengah-tengah orang musyrik (lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu) yaitu menerima taubat kalian Firman Allah, (maka telitilah) Ini adalah penegasan terhadap apa yang telah disebutkan sebelumnya.FirmanNya, (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) Sa'id bin Jubair berkata bahwa ini adalah ancaman dan peringatan"

Sumber: https://tafsirweb.com/1626-surat-an-nisa-ayat-94.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

94 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 93

Ruku

Ruku 74

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 19 (37/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-587 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4