النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
وَلَا
dan janganlah
تَهِنُوْا
kamu berhati hina/lemah
فِى
dalam
ابْتِغَاۤءِ
mencari/mengejar
الْقَوْمِ
kaum
ۗ
اِنْ
bahwa
تَكُوْنُوْا
kalian menjadi
تَأْلَمُوْنَ
kamu menderita sakit
فَاِنَّهُمْ
maka sesungguhnya mereka
يَأْلَمُوْنَ
menderita sakit
كَمَا
sebagaimana
تَأْلَمُوْنَ
kamu menderita sakit
ۚوَتَرْجُوْنَ
dan kamu mengharapkan
مِنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
مَا
apa
لَا
tidak
يَرْجُوْنَ
mereka harapkan
ۗوَكَانَ
dan adalah
اللّٰهُ
Allah
عَلِيْمًا
Maha Mengetahui
حَكِيْمًا
Maha Bijaksana
ࣖ
﴿١٠٤﴾
Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka ketahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
597 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan janganlah kalian kendur semangat dalam mengejar musuh kalian dan memerangi mereka.Jika kalian menderita kesakitan akibat peperangan dan dampak-dampaknya,maka musuh-musuh kalian pun demikian merasakan kesakitan yang lebih berat,meski demikian mereka tidak berhenti memerangi kalian.Maka sudah semestinya kalian lebih tangguh untuk itu daripada mereka,karena kalian mengharapkan pahala,kemenangan dan pertolongan,sedang mereka tidak mengharapkan itu.Dan Allah maha mengetahui semua keadaan kalian,juga Maha bijaksana dalam penetapan perintah dan aturanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1636-surat-an-nisa-ayat-104.html

Tafsir as-Sa'di

104. Yaitu janganlah kalian lemah dan jangan malas dalam mengejar musuh-musuh kalian dari orang-orang kafir, maksudnya dalam memerangi mereka dan bersiap-siap menghadapi mereka, karena sesungguhnya kelemahan hati mengakibatkan kelemahan tubuh. Dan yang demikian itu akan melemahkan perjuangan terhadap musuh, akan tetapi jadilah kalian orang-orang yang kuat dan bersemangat dalam memerangi mereka.Kemudian Allah menyebutkan suatu hal yang akan menguatkan hati kaum Mukminin, yaitu Allah menyebutkan dua perkara: Pertama, bahwasanya apa pun yang menimpa kalian berupa kesedihan, kelelahan, luka dan lain sebagainya, maka hal serupa itu pun menimpa musuh-musuh kalian, maka menjadi lebih lemah dari mereka bukanlah di antara kewibawaan dan keluhuran budi kalian, karena kalian dan mereka sama-sama dalam merasakan akibat dari hal itu, karena kebiasaan yang b erlaku adalah bahwa tidaklah akan merasa lemah kecuali orang yang tertimpa bencana yang bertubi-tubi dan dikalahkan oleh musuh secara terus menerus, dan bukannya orang yang hanya pernah dikalahkan dan pernah mengalahkan. Perkara kedua, bahwasanya kalian itu mengharapkan sesuatu di sisi Allah apa yang tidak mereka harapkan, kalian mengharapkan kemenangan dengan mendapatkan pahalaNya dan keselamatan dari siksaNya, bahkan orang-orang yang khusus dalam Islam memiliki tujuan-tujuan yang jauh dan cita-cita yang tinggi untuk membela agama Allah, menegakkan syariatNya, memperluas daerah kekuasaan Islam, memberi petunjuk kepada orang-orang yang tersesat dan menghancurkan musuh-musuh agama, hal-hal tersebut akan menambah kekuatan bagi seorang Mukmin yang benar, meningkatkan semangat dan keberanian yang penuh, karena barangsiapa yang berjuang dan bersabar dalam memperoleh kemuliaan duniawi bila ia memperolehnya tidaklah sama dengan orang yang berjuang untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat, serta kemenangan dengan memperoleh ridha Allah dan surgaNya, maka Mahasuci Allah yang telah membeda-bedakan antara hamba dan memilah-milah mereka dengan ilmu dan hikmahNya, karena itulah Allah berfirman, “Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana,” yaitu ilmu dan hikmah yang sempurna.

Sumber: https://tafsirweb.com/1636-surat-an-nisa-ayat-104.html

Tafsir Al-Wajiz

104 Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar dan membunuh musuhmu. Jika kalian menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan pula, sebagaimana kamu menderita. Mereka tidak takut untuk memerangi kalian, namun kalian adalah lebih sabar daripada mereka, sedang kamu mengharap ridha Allah, yaitu apa yang tidak mereka harapkan sebab mereka kufur dan membangkang.Kalian lebih berhak untuk sabar daripada mereka. Allah Maha Mengetahui atas amal kalian lagi Maha Bijaksana untuk memerintahkan dan memberi larangan kepada kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/1636-surat-an-nisa-ayat-104.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 103-104 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk memperbanyak dzikir setelah shalat khauf, meskipun dzikir itu sangat dianjurkan dalam situasi lainnya. Akan tetapi di sini Allah menegaskan bahwa berdzikir pada saat melakukan shalat khauf itu sebagai bentuk keringanan dalam melaksanakan rukun-rukunnya dan kelonggaran itu untuk melaksanakannya atau tidak, serta memperbanyak dzikir juga dianjurkan dilakukan pada saat shalat lainnya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang bulan-bulan haram: (maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu) meskipun hal ini juga dilarang dalam bulan-bulan lain.Akan tetapi di sini Allah lebih menegaskan kemuliaan dan keagungan bulan-bulan haram itu. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu),yaitu ketika kalian merasa aman dan ketakutan itu telah pergi ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring) yaitu dalam segala keadaan kalian. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu) yaitu, jika kamu merasa aman dan ketakutan telah hilang, serta mendapatkan ketenangan (maka dirikanlah shalat itu) yaitu, sempurnakanlah dan laksanakanlah shalat sebagaimana kalian diperintahkan dengan ketentuan, kekhusyu’an, ruku’, sujud, dan semua perkara yang berkaitan dengan shalat" Firman Allah سبحانه وتعالى, (Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman).Ibnu Abbas berkata makanya yaitu diwajibkan Firman Allah سبحانه وتعالى, (Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka) yaitu janganlah kalian lemah dalam mengejar musuh, tapi bersemangatlah dalam hal itu dan perangilah mereka, serta tunggulah mereka di setiap tempat pengintaian. (Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan) yaitu sebagaimana luka dan kematian yan menimpa kalian, hal itu juga menimpa mereka sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itupun mendapat luka yang serupa) (Surah Ali Imran: 140) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan) yaitu kalian dan mereka mengalami hal sama dimana kalian dan mereka mendapatkan luka dan penderitaan, namun kalian mengharapkan balasan, pertolongan, dan dukungan dari Allah sebagaimana yang telah Dia janjikan kepada kalia dalam kitabNya dan melalui lisan Rasulullah ﷺ.Itu adalah janji yang benar dan berita yang dapat dipercaya. Sedangkan mereka tidak mengharapkan apa-apa dari itu. Maka kalian lebih pantas dalam berjuang daridapa mereka dan lebih semangat dalam menegakkan kalimat Allah dan meninggikannya. (Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu Dia lebih mengetahui dan lebih bijaksana dalam menentukan, memustuskan, dan melaksanakan hukum-hukumNya, baik hukum alam semesta maupun hukum syariat.Dia adalah Dzat yang terpuji di setiap keadaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1636-surat-an-nisa-ayat-104.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

104 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 95

Ruku

Ruku 76

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 19 (38/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-597 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4