النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
وَلَا
dan janganlah
تُجَادِلْ
kamu berdebat
عَنِ
dari
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَخْتَانُوْنَ
(mereka) mengkhianati
اَنْفُسَهُمْ
diri mereka
ۗ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
لَا
tidak
يُحِبُّ
menyukai
مَنْ
orang
كَانَ
adalh
خَوَّانًا
orang yang berkhianat
اَثِيْمًاۙ
bergelimang dosa
﴿١٠٧﴾
Dan janganlah kamu berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa,
600 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan janganlah kamu membela orang-orang yang berkhianat dengan bermaksiat kepaada Allah. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang amat besar pengkhianatannya lagi banyak dosanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1639-surat-an-nisa-ayat-107.html

Tafsir as-Sa'di

107. “Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya,” kata al-ikhtiyam dan al-Khiyamah maknanya kejahatan, kezhaliman, dan perbuatan dosa, dan ini mencakup larangan dari perdebatan untuk membela orang yang berdosa dan dihadapkan kepadanya sebuah hukuman berupa had ataupun hukuman lainnya, sesungguhnya orang seperti itu tidaklah diperdebatkan untuk membela apa yang telah dilakukannya berupa pengkhianatan atau untuk menolak perkara yang seharusnya menjadi akibat dari perbuatannya berupa hukuman syariat. “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,” yaitu banyak khianatnya dan dosanya. Dan apabila kecintaan itu lenyap, niscaya yang ada adalah perkara yang sebaliknya yaitu kebencian, yang demikian ini adalah seperti alasan dari larangan yang terdahulu.

Sumber: https://tafsirweb.com/1639-surat-an-nisa-ayat-107.html

Tafsir Al-Wajiz

107 Janganlah kamu berdebat untuk membela orang-orang yang mengkhianati dirinya dengan perbuatan mencuri atau perbuatan zalim lainnya. Atau mereka yang berkhianat dengan maksiat dengan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa dan perbuatan maksiat,

Sumber: https://tafsirweb.com/1639-surat-an-nisa-ayat-107.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 105-109 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, nabi Muhammad ﷺ (Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran) yaitu kebenaran dari Allah, yang memuat kebenaran dalam berita dan perintahnya. Firman Allah (supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu) Para ulama ushul fiqh menjadikannya sebagai hujjah bahwa Rasulullah ﷺ dapat menentukan hukum dengan ijtihad berdasarkan ayat ini. Terdapat dalam hadits shahih Bukhari Muslim, dari Ummu Salamah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah mendengar kegaduhan dari perdebatan di pintu rumahnya.Lalu beliau keluar menemui mereka dan bersabda, "Aku hanyalah manusia biasa, dan aku memberikan keputusan berdasarkan apa yang aku dengar. Barangkali ada di antara kalian yang lebih mahir dengan hujjahnya daripada yang lain sehingga aku keluar memberikan keputusan kepadanya. maka barangsiapa yang kuputuskan menang atas hak seorang muslim, maka sesungguhnya itu bagian dari sepotong api, lalu dia membawanya atau bisa membiarkannya" Imam Ahmad berkata: "Telah bercerita kepada kami Waki'dan telah bercerita kepada kami Usamah bin Zaid, dari Abdullah bin Rafi', dari Ummu Salamah, dia berkata: "Dua orang dari kaum Anshar yang saling berdebat terkait warisan yang telah dipelajari di antara mereka datang kepada Rasulullah ﷺ, akan tetapi mereka tidak memiliki bukti yang jelas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya kalian berdua datang kepadaku untuk memutuskan perkara ini, padahal aku hanyalah manusia biasa.Barangkali ada di antara kalian yang lebih mahir dengan hujjahnya daripada yang lain, dan dan aku memberikan keputusan berdasarkan apa yang aku dengar. maka barangsiapa yang kuputuskan menang dengan menganiaya saudaranya, maka janganlah dia mengambilnya. maka sesungguhnya itu bagian dari sepotong api yang akan menjadi kalung besi yang dipanaskan dengan api yang dipakai di lehernya pada hari kiamat.” Lalu kedua orang itu menangis dan masing-masing keduanya berkata,”Hakku ini untuk saudaraku”. Rasulullah ﷺ berkata: “Jika kalian berkata demikian, maka pergilah dan bersumpahlah kemudian pilihlah kebenaran. Lalu kalian undi dan hendaknya masing-masing kalian saling menghalalkan bagi orang yang memilikinya) Telah diriwayatkan dari Abu Dawud dari hadits Usamah bin Zaid.Dia menambahkan “Sesungguhnya aku menentukan keputusan antara kalian sesuai dengan pendapatku tentang sesuatu yang belum diturunkan kepadaku” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang orang-orang yang mendatangi Rasulullah ﷺ dengan menyembunyikan kebohongan: (mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan (108) Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka? (109)) yaitu orang-orang yang datang kepada Rasulullah ﷺ dengan menyembunyikan kebohongan dan berdebat tentang orang-orang yang berkhianat.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)) (Surah An-Nisa’) yaitu orang-orang yang datang kepada Rasulullah dengan menyembunyikan kebohongan.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata (112)) (Surah An-Nisa’).Firman Allah: (mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai). Ini adalah penolakan terhadap orang-orang munafik dimana mereka berusaha menyembunyikan keburukan-keburukan mereka dari manusia agar tidak disingkirkan oleh mereka, tetapi mereka secara terang-terangan menampakkannya kepada Allah. Hal ini karena Allah mengetahui rahasia-rahasia mereka dan mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati mereka.Oleh karena itu, Allah berfirman: (Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan) Ini adalah ancaman dan peringatan untuk mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka? (109)) yaitu mereka mengira bahwa mereka mendapatkan pertolongan di dunia dengan apa yang mereka perlihatkan atau dengan bantuan hakim-hakim yang memutuskan berdasarkan hal yang tampak saja, dan mereka tunduk kepada itu.Apa yang akan terjadi pada mereka pada hari kiamat di hadapan Allah, yang mengetahui rahasia-rahasia dan sesuatu yang lebih tersembunyi lagi? Siapakah yang akan membela mereka saat itu pada hari kiamat dengan menyebarkan klaim mereka? Maknanya adalah saat itu tidak ada yang akan menjadi pembela bagi mereka.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Atau siapakah yang menjadi pelindung mereka)

Sumber: https://tafsirweb.com/1639-surat-an-nisa-ayat-107.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

107 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 96

Ruku

Ruku 77

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 19 (38/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-600 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4