النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barang siapa
يَّعْمَلْ
mengerjakan
سُوْۤءًا
kejahatan
اَوْ
atau
يَظْلِمْ
menganiaya
نَفْسَهٗ
dirinya
ثُمَّ
kemudian
يَسْتَغْفِرِ
memohon ampun
اللّٰهَ
Allah
يَجِدِ
ia mendapati
اللّٰهَ
Allah
غَفُوْرًا
Maha Pengampun
رَّحِيْمًا
Maha Penyayang
﴿١١٠﴾
Dan barangsiapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
603 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan buruk lagi jelek,atau berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan melakukan pelanggaran terhadap hukum Allah dan syariatNya, kemudian dia kembali kepada Allah dengan penyesalan atas apa yang telah dia perbuat,demi mengharapkan ampunanaNYa dan agar Dia berkenan menutup dosanya, niscaya akan mendapati Allah maha pengampun kepadanya dan maha penyayang terhadapnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1642-surat-an-nisa-ayat-110.html

Tafsir as-Sa'di

110. Kemudian Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” yaitu kemudian ia memohon ampun kepada Allah dengan permohonan yang total yang mengharuskan adanya pengakuan akan dosa yang telah dilakukan, dan berlepas diri dari kesalahan tersebut, serta bertekad kuat unutk tidak mengulanginya, orang yang seperti ini telah di janjikan ampunan dan rahmat oleh Dzat yang tidak menyalah janji, lalu dia mengampuni apa yang telah ia perbuat berupa dosa dan maksiat, menghilangkan darinya perkara yang dihasilkan olehnyaberupa aib dan cela, mengambalikan kepadanya apa-apa yang telah lalu berupa amalan-amalan yang shalih, membingbingnya dalam sisa umurnya di masa depan, tidak menjadikan dosanya itu sebagai penghalang dari taufikNya, karena sesungguhnya ia telah mengampuninya, dan bila dia telah mengampuninya, maka pastilah dia mengampini apa yang menjadi konsekuensi darinya.Ketahuilah bahwa perbuatan buruk itu secara umum mencakup kemaksiatan yang kecil maupun yang besar, dan hal itu di sebut buruk karenaia akan merugikan pelakunya dengan dengan hukum umtuknya, dank arena pada dzatnya adalah buruk dan tidak baik, demikian secara umum menganiaya diri sendiri mencakup penganiayaan dirirnya dengan kesyirikan atau selainnya, namun bila kedua hal tersebut saling berdampingan satu sama lain, terkadang setiap hal itu di tafsirkan dengan perkarayang sesuai dengannya, maka perbuatan buruk di artikan dengan kezhaliman yang merugikan manusia, yaitu kezhaliman mereka terhadap darah, harta, dan kehormatan mereka, sedangkan penganiayaan diri sendri adalah dengan kezhaliman kemaksiatan yang merupakan perbuatan yang harus di pertanggungjawabkan antara Allah dan hambaNya, dan penganiayaan diri sendiri itu dinamakan sebagai kezhaliman karena jiwa seseorang itu bukan milik dirinya yang biasa ia atur semuanya, akan tetapi jiwa itu adalah milik Allah yang telah dia jamjikan sebagai amanah pada manusia dan dia perintahkan kepada manusia agar membawanya dengan adil dengan mengharuskannya berjalandi atas jalan yang lurus dengan ilmu dan amal perbuatan, beusaha menunaikan hal-hal yang telah di wajibkan atasnya, maka usahanya dalam hal yang laindari perkara di atas adalah suatu penganiayaan atas diri sendiri, sebuah penghianatan dan penyelewangan dari keadilan yang seharusnya kebalikan dari kesewanang-wenangan dan kezhaliman.

Sumber: https://tafsirweb.com/1642-surat-an-nisa-ayat-110.html

Tafsir Al-Wajiz

110 Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya orang lain atau diri mereka sendiri dengan berbuat maksiat seperti meminum khamr, kemudian ia mohon ampun kepada Allah agar diampuni dan dihapuskan dosanya dengan memohon ampunan, maka dia akan mendapati Allah sebagai Dzat Yang Maha Pengampun atas semua dosanya lagi Maha Penyayang kepadanya dengan menerima taubatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1642-surat-an-nisa-ayat-110.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 110-113 Allah سبحانه وتعالى memberitahuka tentang kemuliaanNya dan keberadaanNya bahwa setiap orang yang bertaubat, maka Dia akan menerima taubatnya, dari dosa apapun yang telah dilakukan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata tentang ayat ini: Allah memberitahukan kepada hamba-hambaNya tentang pemaafan, kemurahan, kemuliaan, keluasan rahmatNya, dan pengampunanNya. Maka siapa saja yang melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar, (kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Bahkan jika dosa-dosanya lebih besar dari langit, bumi, dan gunung-gunung.Diriwayatkan dari Abu Wa'il, dia berkata: Abdullah berkata, "Kaum Bani Israil itu, ketika salah satu dari mereka melakukan dosa, maka dia akan menulis penebusan dosa itu pada pintunya, dan jika dia air seninya mengenai sesuatu miliknya maka dia harus memotongnya. Lalu seorang lelaki berkata, “Sungguh, Allah telah memberikan kebaikan kepada Bani Israil” Kemudian Abdullah berkata kepadanya, “Apa yang Allah berikan kepada kalian lebih baik daripada apa yang Dia berikan kepada mereka. Dia menjadikan air sebagai sesuatu yang menyucikan bagi kalian.Allah telah berfirman: (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka) (Surah Ali 'Imran: 135) Dia juga berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)).Firman Alah: (Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri….) sebagaimana firmanNya: (Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun kaum kerabatnya) (Surah Fathir: 18) yaitu bahwa seseorang tidak berguna bagi orang lain, dimana bagi setiap orang itu apa yang dia kerjakan, sehingga dia tidak dibebani oleh orang lain.Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) berupa ilmu, hikmah, keadilan, dan rahmatNya. Kemudian Allah berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata (112)) yaitu sebagaimana Bani Ubairiq, dengan perbuatan tercela itu kepada seorang lelaki yang shalih yaitu Labid bin Sahl atau Zaid bin As-Samin Al-Yahudi seperti yang dikatakan oleh yang lain.Dia adalah seorang yang bersih, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim dan berkhianat. Allah memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ tentang hal ini. Kemudian teguran dan celaan itu itu mencakup mereka dan orang lain yang sama seperti mereka dan melakukan dosa seperti mereka, sehingga mendapat hukuman yang sama dengan hukuman mereka" Firman Allah: (Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu) Kemudian Dia memberi karuniaNya dengan mendukungnya dalam segala keadaan, memberinya perlindungan, dan menurunkan kitab kepadanya, yaitu Al-Quran, serta hikmah yaitu sunnah: (dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui) yaitu sebelum Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu, sebagaimana firmanNya: (Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami.Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan (53)) (Surah Asy-Syura) dan (Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu) (Surah Al-Qashash: 86) Oleh karena itu, Dia berfirman: (Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu)

Sumber: https://tafsirweb.com/1642-surat-an-nisa-ayat-110.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

110 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 96

Ruku

Ruku 77

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 19 (38/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-603 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4