النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barang siapa
يَّكْسِبْ
mengerjakan
خَطِيْۤـَٔةً
kesalahan
اَوْ
atau
اِثْمًا
dosa
ثُمَّ
kemudian
يَرْمِ
ia melemparkan/menuduhkan
بِهٖ
dengannya
بَرِيْۤـًٔا
orang yang tidak bersalah
فَقَدِ
maka sesungguhnya
احْتَمَلَ
ia menanggung
بُهْتَانًا
kebohongan
وَّاِثْمًا
dan dosa
مُّبِيْنًا
nyata
ࣖ
﴿١١٢﴾
Dan barangsiapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
605 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan barngsiapa berbuat kesalahan tanpa sengaja atau melakukan perbuatan dosa dengan sengaja,kemudian dia melemparkan tuduhan atas apa yang dia perbuat kepada orang yang tidak bersalah yang tidak melakukan tindakan kejahatan apapun, maka sesungguhnya dia telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata.

Sumber: https://tafsirweb.com/1644-surat-an-nisa-ayat-112.html

Tafsir as-Sa'di

112. Kemudian Allah befirman, “dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan” yaitu dosa yangbesar, atau dosa selain dosa besar, “kemudian di tuduhkannya” yakni, menuduh dosa yang ia lakukan itu, “kepada orang-orang yang tidak bersalah” dari dosa tersebut walaupun dia melakukan dosa yang lain, ”maka sesungguhnya ia telah berbuat sesuatu kebohongan dan dosa yang nyata,” yaitu sesungguhnya ia telah memikul di atas punggungnya kebohongan terhadap orang yang tidak bersalah dan dosa yang jelas lagi nyata. Hal ini menunjukan bahwa hal tersebut merupakan dosa besar dan maksiat, yaitu melakukan kesalahan dan dosa, lalu menuduh seseorang sebagai pelakunya padahal ia tidak melakukannya, kemudian melakukan kebohongan yang keji dengan berlepas diri daro dosa itu dan di tuduhkan kapada orang yang tidak bersalah, kemudian hukuman diniawi yang di akibatkannya dari perbuatannya itu terhindar dari pelaku sebenarnya yang berhak di hukum tersebut, lalu di jatuhkan kepada orang tidak berhak di hukum.Kemudian apa yang dia akibatkanya juga darinya berupa pembicaraan orang terhadap tetuduh tersebut dan juga kerusakan-kerusakan lainnya yang kita harapkan agar Allah berikan keselamatan darinya dan dari segala keburukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1644-surat-an-nisa-ayat-112.html

Tafsir Al-Wajiz

112 Barangsiapa yang mengerjakan maksiat, kesalahan atau dosa, baik atas dasar sengaja maupun tidak. Namun tidak ada dosa yang tidak dilakukan dengan sengaja kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata. Buhtan adalah tuduhan kepada orang baik-baik dengan sesuatu yang tidak dia lakukan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1644-surat-an-nisa-ayat-112.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 110-113 Allah سبحانه وتعالى memberitahuka tentang kemuliaanNya dan keberadaanNya bahwa setiap orang yang bertaubat, maka Dia akan menerima taubatnya, dari dosa apapun yang telah dilakukan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata tentang ayat ini: Allah memberitahukan kepada hamba-hambaNya tentang pemaafan, kemurahan, kemuliaan, keluasan rahmatNya, dan pengampunanNya. Maka siapa saja yang melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar, (kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Bahkan jika dosa-dosanya lebih besar dari langit, bumi, dan gunung-gunung.Diriwayatkan dari Abu Wa'il, dia berkata: Abdullah berkata, "Kaum Bani Israil itu, ketika salah satu dari mereka melakukan dosa, maka dia akan menulis penebusan dosa itu pada pintunya, dan jika dia air seninya mengenai sesuatu miliknya maka dia harus memotongnya. Lalu seorang lelaki berkata, “Sungguh, Allah telah memberikan kebaikan kepada Bani Israil” Kemudian Abdullah berkata kepadanya, “Apa yang Allah berikan kepada kalian lebih baik daripada apa yang Dia berikan kepada mereka. Dia menjadikan air sebagai sesuatu yang menyucikan bagi kalian.Allah telah berfirman: (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka) (Surah Ali 'Imran: 135) Dia juga berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)).Firman Alah: (Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri….) sebagaimana firmanNya: (Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun kaum kerabatnya) (Surah Fathir: 18) yaitu bahwa seseorang tidak berguna bagi orang lain, dimana bagi setiap orang itu apa yang dia kerjakan, sehingga dia tidak dibebani oleh orang lain.Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) berupa ilmu, hikmah, keadilan, dan rahmatNya. Kemudian Allah berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata (112)) yaitu sebagaimana Bani Ubairiq, dengan perbuatan tercela itu kepada seorang lelaki yang shalih yaitu Labid bin Sahl atau Zaid bin As-Samin Al-Yahudi seperti yang dikatakan oleh yang lain.Dia adalah seorang yang bersih, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim dan berkhianat. Allah memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ tentang hal ini. Kemudian teguran dan celaan itu itu mencakup mereka dan orang lain yang sama seperti mereka dan melakukan dosa seperti mereka, sehingga mendapat hukuman yang sama dengan hukuman mereka" Firman Allah: (Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu) Kemudian Dia memberi karuniaNya dengan mendukungnya dalam segala keadaan, memberinya perlindungan, dan menurunkan kitab kepadanya, yaitu Al-Quran, serta hikmah yaitu sunnah: (dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui) yaitu sebelum Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu, sebagaimana firmanNya: (Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami.Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan (53)) (Surah Asy-Syura) dan (Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu) (Surah Al-Qashash: 86) Oleh karena itu, Dia berfirman: (Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu)

Sumber: https://tafsirweb.com/1644-surat-an-nisa-ayat-112.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

112 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 96

Ruku

Ruku 77

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 19 (38/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-605 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4