النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
وَلَوْلَا
dan sekiranya tidak
فَضْلُ
karunia
اللّٰهِ
Allah
عَلَيْكَ
atasmu/kepadamu
وَرَحْمَتُهٗ
dan rahmatNya
لَهَمَّتْ
tentulah bermaksud
طَّاۤىِٕفَةٌ
segolongan
مِّنْهُمْ
dari mereka
اَنْ
akan
يُّضِلُّوْكَۗ
menyesatkan mereka
وَمَا
dan tidak
يُضِلُّوْنَ
mereka menyesatkan
اِلَّآ
kecuali
اَنْفُسَهُمْ
diri mereka sendiri
وَمَا
dan tidak
يَضُرُّوْنَكَ
mereka mudharatkan kamu
مِنْ
dari
شَيْءٍ
sesuatu (sedikitpun)
ۗ
وَاَنْزَلَ
dan telah menurunkan
اللّٰهُ
Allah
عَلَيْكَ
atasmu/kepadamu
الْكِتٰبَ
Kitab
وَالْحِكْمَةَ
dan Hikmah
وَعَلَّمَكَ
dan Dia mengajarkan kamu
مَا
apa
لَمْ
tidak
تَكُنْ
kamu
تَعْلَمُۗ
kamu ketahui
وَكَانَ
dan adalah
فَضْلُ
karunia
اللّٰهِ
Allah
عَلَيْكَ
atasmu/kepadamu
عَظِيْمًا
besar
﴿١١٣﴾
Dan kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu (Muhammad), tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka hanya menyesatkan dirinya sendiri, dan tidak membahayakanmu sedikit pun. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.
606 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan seandainya Allah tidak menganugerahkan nikmat kepadamu (wahai rasul), dan tidak merahmatimu dengan karunia kenabian,dan tidak memeliharamu dengan taufikNya, melalui wahyu yang diwahyukan kepadamu, niscaya akan bertekad kuat dari segolongan orang-orang yang mengkhianati diri mereka sendiri untuk menggelincirkanmu dari jalan kebenaran, namun mereka tidaklah menggelincirkan dengan usaha mereka itu kecuali diri mereka sendiri. Dan mereka tidak sanggup melancarkan gangguan kepadamu karena perlndungan Allah terhadap dirimu. Dan Allah telah menurunkan kepadamu al-qur’an dan assunnah yang berfungsi sebagai penjelasan al-qur’an, dan memberimu petunjuk kepada ilmu yang tidak kamu ketahui sebelumnya.Dan karunia yang Allah mengistimewakan dirimu dengannya merupakan perkara yang sangat besar.

Sumber: https://tafsirweb.com/1645-surat-an-nisa-ayat-113.html

Tafsir as-Sa'di

113. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya atas RasulNya dengan menjaga dan melindunginya dari orang yang hendak menyesatkannya dengan berfirman, “Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmatNya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu,” yang demikian itu adalah bahwa ayat-ayat yang mulia ini telah disebutkan oleh para ahli tafsir tentang sebab turunnya, yaitu bahwa sebuah keluarga telah mencuri di Madinah, dan ketika pencurian mereka hendak diperiksa, mereka khawatir aib dan cela mereka terbongkar lalu mereka mengambil barang curian itu dan meletakannya di rumah orang yang tidak bersalah, lalu pelaku pencurian itu meminta bantuan kepada kaumnya untuk datang kepada Rasulullah dan memohon kepada beliau agar membebaskan tuduhan pencurian dari teman mereka tersebut di tengah-tengah masyarakat, dan mereka berkata, bahwa ia tidaklah mencuri, namun yang mencuri itu adalah orang yang didapatkan dari rumahnya barang curian, padahal dia tidak melakukannya, lalu Rasulullah hendak membebaskan tuduhan dari teman mereka itu, namun Allah segera menurunkan ayat-ayat ini kepada beliau sebagai peringatan dan penjelasan akan kejadian tersebut serta ancaman buat Rasulullah karena membela orang-orang yang berkhianat, dan berseteru demi membela orang yang salah merupakan kesesatan, karena sesungguhnya kesesatan itu ada dua macam: kesesatan dalam pengetahuan yaitu tidak mengetahui kebenaran, dan kesesatan dalam perbuatan yaitu melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, karena itu Allah telah memelihara RasulNya dari bentuk yang pertama sebagaimana Allah juga menjaga beliau dari kesesatan dalam perbuatan. Lalu Allah mengabarkan bahwa tipu daya dan makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri seperti halnya setiap pelaku tipu daya, yaitu FirmanNya, “Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri,” karena tipu daya dan siasat mereka itu tidaklah mampu memenuhi apa yang mereka inginkan dan tidak memberikan mereka kecuali hanya kegagalan, kefakiran, dosa, dan kerugian.Hal ini adalah sebuah nikmat yang besar atas Rasulullah, yang meliputi nikmat dengan perbuatan yaitu bimbingan untuk melakukan apa yang harus dilakukan dan perlindungan dari hal-hal yang diharamkan, kemudian Allah menyebutkan nikmatNya kepadanya dengan ilmu seraya berfirman, “Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu” yaitu Allah menurunkan kepadamu al-Quran yang agung dan penuh hikmah yang mengandung penjelasan akan segala sesuatu dan pengetahuan tentang orang terdahulu maupun yang akan datang. Adapun hikmah yang berarti Sunnah adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama salaf, “Sesungguhnya Sunnah itu diturunkan juga kepadanya sebagaimana al-Quran diturunkan,” atau pengetahuan akan rahasia-rahasia syariat di luar dari pengetahuan hukum-hukumnya, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan mengatur segala perkara menurut yang semestinya, “dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui,” hal ini mencakup segala hal yang dajarkan oleh Allah kepada beliau, dan sesungguhnya Nabi sebagaimana yang Allah gambarkan tentang beliau, sebelum kerasulan beliau, Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. "Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu,"(ASy-Syura’:52).Dan FirmanNya, "Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk" (Adh-Dhuha:7), Kemudian Allah tetap selalu memberikan wahyu kepadanya, mengajarkannya dan menyempurnakannya hingga beliau meningkat kepada kedudukan yang tinggi berupa ilmu yang tidak akan mampu dicapai oleh orang-orang terdahulu maupun yang akan datang, maka beliau adalah manusia yang paling berilmu secara mutlak, manusia yang paling banyak sifat-sifat kesempurnaannya dan paling sempurna dalam hal tersebut, karena itulah Allah berfirman, “Dan karunia Allah terhadap Rasulullah Muhammad adalah lebih agung daripada karuniaNYa terhadap setiap makhluk (selainnya), bentuk karunia yang diberikan Allah kepadanya tidaklah mungkin dapat diteliti dan tidak mudah untuk dihitung.

Sumber: https://tafsirweb.com/1645-surat-an-nisa-ayat-113.html

Tafsir Al-Wajiz

113 Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu wahai Nabi, dengan memperingatkanmu atas kebenaran tentang cerita Thu’mah tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu dari kebenaran dengan kesaksian palsu yaitu Bani Ubairaq. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun. Sebab engkau memberi keputusan atas kesaksian nyata yang engkau dengar, dan Allah telah menurunkan Alquran kepadamu dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu rahasia syariat yang belum kamu ketahui dan kemampuan untuk mengetahui kebenaran.Karunia Allah untukmu sangatlah besar dengan mengutusmu kepada seluruh manusai. Tidak ada yang lebih utama melebihi anugerah kenabian dan penurunan wahyu.

Sumber: https://tafsirweb.com/1645-surat-an-nisa-ayat-113.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 110-113 Allah سبحانه وتعالى memberitahuka tentang kemuliaanNya dan keberadaanNya bahwa setiap orang yang bertaubat, maka Dia akan menerima taubatnya, dari dosa apapun yang telah dilakukan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia berkata tentang ayat ini: Allah memberitahukan kepada hamba-hambaNya tentang pemaafan, kemurahan, kemuliaan, keluasan rahmatNya, dan pengampunanNya. Maka siapa saja yang melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar, (kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Bahkan jika dosa-dosanya lebih besar dari langit, bumi, dan gunung-gunung.Diriwayatkan dari Abu Wa'il, dia berkata: Abdullah berkata, "Kaum Bani Israil itu, ketika salah satu dari mereka melakukan dosa, maka dia akan menulis penebusan dosa itu pada pintunya, dan jika dia air seninya mengenai sesuatu miliknya maka dia harus memotongnya. Lalu seorang lelaki berkata, “Sungguh, Allah telah memberikan kebaikan kepada Bani Israil” Kemudian Abdullah berkata kepadanya, “Apa yang Allah berikan kepada kalian lebih baik daripada apa yang Dia berikan kepada mereka. Dia menjadikan air sebagai sesuatu yang menyucikan bagi kalian.Allah telah berfirman: (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka) (Surah Ali 'Imran: 135) Dia juga berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)).Firman Alah: (Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri….) sebagaimana firmanNya: (Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun kaum kerabatnya) (Surah Fathir: 18) yaitu bahwa seseorang tidak berguna bagi orang lain, dimana bagi setiap orang itu apa yang dia kerjakan, sehingga dia tidak dibebani oleh orang lain.Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) berupa ilmu, hikmah, keadilan, dan rahmatNya. Kemudian Allah berfirman: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata (112)) yaitu sebagaimana Bani Ubairiq, dengan perbuatan tercela itu kepada seorang lelaki yang shalih yaitu Labid bin Sahl atau Zaid bin As-Samin Al-Yahudi seperti yang dikatakan oleh yang lain.Dia adalah seorang yang bersih, sedangkan mereka adalah orang-orang yang zalim dan berkhianat. Allah memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ tentang hal ini. Kemudian teguran dan celaan itu itu mencakup mereka dan orang lain yang sama seperti mereka dan melakukan dosa seperti mereka, sehingga mendapat hukuman yang sama dengan hukuman mereka" Firman Allah: (Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu) Kemudian Dia memberi karuniaNya dengan mendukungnya dalam segala keadaan, memberinya perlindungan, dan menurunkan kitab kepadanya, yaitu Al-Quran, serta hikmah yaitu sunnah: (dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui) yaitu sebelum Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu, sebagaimana firmanNya: (Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami.Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus (52) (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan (53)) (Surah Asy-Syura) dan (Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu) (Surah Al-Qashash: 86) Oleh karena itu, Dia berfirman: (Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu)

Sumber: https://tafsirweb.com/1645-surat-an-nisa-ayat-113.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

113 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 96

Ruku

Ruku 78

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 19 (38/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-606 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4