الّيل (Al-Lail)

Per AyatMushaf
فَسَنُيَسِّرُهٗ
maka Kami akan memudahkannya
لِلْيُسْرٰىۗ
pada yang mudah
﴿٧﴾
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan),
6065 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

5-7. Barangsiapa memberikan hartanya dan bertakwa kepada Allah dalam hal itu, Membenarkan “laa ilaha illallah” dan apa yang menjadi petunjuknya,serta balasan yang diakibatkanya, Maka kami akan membimbingnya dan memberinya taufik kepada sebab-sebab kebaikan dan keshalihan, dan kami akan memudahkan urusannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/12775-surat-al-lail-ayat-7.html

Tafsir as-Sa'di

5-7. Karena itulah Allah membedakan mereka yang beramal dan menyebutkan sifat pekerjaan-pekerjaan mereka seraya berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah),” yakni menunaikan ibadah harta yang diperintahkan seperti zakat, nafkah, kaffarat, sedekah, infak untuk kebajikan, dan ibadah badan seperti shalat, puasa dan lainnya, maupun gabungan antara ibadah harta dan badan seperti haji, umrah, dan lainnya “dan bertakwa” dengan menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan dan kemaksiatan dengan berbagai jenisnya, “dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),” yakni membenarkan dengan kalimat tauhid dan semua keyakinan agama yang ditunjukannya, serta segala akibat baiknya berupa balasan akhirat, “maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” Maksudnya, Kami akan mempermudah urusannya, segala kebaikan Kami jadikan mudah baginya dan Kami mudahkan baginya meninggalkan segala keburukan, karena ia menempuh sebab-sebab kemudahan, sehingga Allah mempermudahkannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/12775-surat-al-lail-ayat-7.html

Tafsir Al-Wajiz

7. Maka kami akan memudahkannya, menuntunnya untuk melewati jalan yang mudah, dan membimbingnya kepada kebaikan dan ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى.

Sumber: https://tafsirweb.com/12775-surat-al-lail-ayat-7.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-11 Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan firmanNya سبحانه وتعالى: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1)) yaitu apabila malam hari menyelimuti semua makhluk dengan kegelapannya (dan siang apabila terang benderang (2)) yaitu dengan cahayanya (dan penciptaan laki-laki dan perempuan (3)) sebagaimana firmanNya: (dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan (8)) (Surah An-Naba') dan (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan) (Surah Adz-Dzariyat: 49) Mengingat sumpah yang tentang berbagai hal yang berlawanan, maka subjek sumpahnya juga demikian.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda (4)) yaitu, amal perbuatan para hamba yang mereka usahakan itu juga berlawanan dan beraneka ragam, maka ada yang berbuat baik dan ada yang berbuat buruk. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (5)) yaitu mengeluarkan apa yang diperintahkan untuk dikeluarkan dan dia bertakwa kepada Allah dalam semua urusannya (dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (6)) yaitu balasan amal perbuatan itu. Pendapat itu dikatakan Qatadah.Ibnu Abbas, Mujahid dan Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (6)) yaitu dengan adanya penggantian. Abu Abdurrahman As-Sulami dan Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (dan membenarkan (kalimah) yang terbaik (6)) yaitu "Tidak ada Tuhan yang selain Allah". Firman Allah سبحانه وتعالى (Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (7)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kebaikan.Zaid bin Aslam mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah surga. Sebagian ulama salaf berkata bahwa itu termasuk pahala kebaikan adalah mengerjakan kebaikan setelahnya, dan termasuk balasan keburukan adalah mengerjakan keburukan setelahnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan adapun orang-orang yang bakhil) yaitu dengan apa yang ada di sisinya (dan merasa dirinya cukup) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kikir dengan hartanya dan merasa tidak membutuhkan Tuhannya سبحانه وتعالى.Pendapat ini diriwayatkan Ibnu Abu Hatim (dan mendustakan pahala yang terbaik (9)) yaitu balasan di akhirat (maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (10)) yaitu untuk menuju ke jalan keburukan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) dan ayat-ayat lain yang semakna cukup banyak yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى membalas orang yang bermaksud untuk mengerjakan kebaikan dengan memberinya pertolongan untuk hal itu, dan barang siapa bermaksud melakukan keburukan, Allah akan menghinakannya; dan semuanya itu berdasarkan takdir yang telah ditetapkan. dan hadits-hadits yang menunjukkan makna ini banyak Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa (11)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah jika dia mati.Abu Shalih dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (apabila ia telah binasa) yaitu di neraka

Sumber: https://tafsirweb.com/12775-surat-al-lail-ayat-7.html

Informasi

Surat

الّيل (Al-Lail)

Malam — 21 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

7 dari 21 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 595

Ruku

Ruku 534

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 119 (238/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-6065 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-92