الّيل (Al-Lail)
Per AyatMushaf
وَكَذَّبَ
dan ia mendustakan
بِالْحُسْنٰىۙ
dengan kebaikan
﴿٩﴾
serta mendustakan (pahala) yang terbaik,
6067 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
8-9. Sedangkan barangsiapa yang bakhil dengan hartanya,tidak membutuhkan pahala dari tuhannya, Mendustakan “laa ilaha illallah” dan petunjukannya serta apa yang diakibatkannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/12777-surat-al-lail-ayat-9.html
Tafsir as-Sa'di
8-10. “Dan adapun orang-orang yang bakhil,” dengan apa yang diperintahkan dan tidak mau mengeluarkan infak wajib dan sunnah dan tidak merelakan dirinya menunaikan kewajiban untuk Allah, “dan merasa dirinya cukup,” tidak memerlukan Allah dengan tidak menyembahNya dan tidak menganggap dirinya butuh pada Rabbnya sementara tidak ada keselamatan, keberuntungan, dan kemenangan bagi jiwa selain menjadikan Allah sebagai Dzat yang dicintai dan disembah yang dimaksudkan dan menjadi tujuan, “serta mendustakan pahala yang terbaik,” yakni mendustakan apa yang diwajibkan Allah atas para hamba untuk dipercayai berupa akidah-akidah yang baik, “maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar,” yakni untuk keadaan sulit dan sifat-sifat tercela dengan dijadikan sebagai orang yang mudah melakukan keburukan, di mana saja berada, ia selalu terkait dengan perbuatan-perbuatan maksiat. Kita memohon kepada Allah semoga diberi keselamatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/12777-surat-al-lail-ayat-9.html
Tafsir Al-Wajiz
9. Dan berbohong tentang janji Allah yang memberikan pahala kepada orang-orang mukmin di akhirat
Sumber: https://tafsirweb.com/12777-surat-al-lail-ayat-9.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-11 Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan firmanNya سبحانه وتعالى: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1)) yaitu apabila malam hari menyelimuti semua makhluk dengan kegelapannya (dan siang apabila terang benderang (2)) yaitu dengan cahayanya (dan penciptaan laki-laki dan perempuan (3)) sebagaimana firmanNya: (dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan (8)) (Surah An-Naba') dan (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan) (Surah Adz-Dzariyat: 49) Mengingat sumpah yang tentang berbagai hal yang berlawanan, maka subjek sumpahnya juga demikian.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda (4)) yaitu, amal perbuatan para hamba yang mereka usahakan itu juga berlawanan dan beraneka ragam, maka ada yang berbuat baik dan ada yang berbuat buruk. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (5)) yaitu mengeluarkan apa yang diperintahkan untuk dikeluarkan dan dia bertakwa kepada Allah dalam semua urusannya (dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (6)) yaitu balasan amal perbuatan itu. Pendapat itu dikatakan Qatadah.Ibnu Abbas, Mujahid dan Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (6)) yaitu dengan adanya penggantian. Abu Abdurrahman As-Sulami dan Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (dan membenarkan (kalimah) yang terbaik (6)) yaitu "Tidak ada Tuhan yang selain Allah". Firman Allah سبحانه وتعالى (Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (7)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kebaikan.Zaid bin Aslam mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah surga. Sebagian ulama salaf berkata bahwa itu termasuk pahala kebaikan adalah mengerjakan kebaikan setelahnya, dan termasuk balasan keburukan adalah mengerjakan keburukan setelahnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan adapun orang-orang yang bakhil) yaitu dengan apa yang ada di sisinya (dan merasa dirinya cukup) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kikir dengan hartanya dan merasa tidak membutuhkan Tuhannya سبحانه وتعالى.Pendapat ini diriwayatkan Ibnu Abu Hatim (dan mendustakan pahala yang terbaik (9)) yaitu balasan di akhirat (maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (10)) yaitu untuk menuju ke jalan keburukan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat (110)) (Surah Al-An'am) dan ayat-ayat lain yang semakna cukup banyak yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى membalas orang yang bermaksud untuk mengerjakan kebaikan dengan memberinya pertolongan untuk hal itu, dan barang siapa bermaksud melakukan keburukan, Allah akan menghinakannya; dan semuanya itu berdasarkan takdir yang telah ditetapkan. dan hadits-hadits yang menunjukkan makna ini banyak Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa (11)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah jika dia mati.Abu Shalih dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya (apabila ia telah binasa) yaitu di neraka
Sumber: https://tafsirweb.com/12777-surat-al-lail-ayat-9.html
Informasi
Surat
الّيل (Al-Lail)
Malam — 21 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
9 dari 21 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 595
Ruku
Ruku 534
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 119 (238/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-6067 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-92