الإنشراح (Al-Insyirah)

Per AyatMushaf
وَاِلٰى
dan hanya
رَبِّكَ
Tuhanmu
فَارْغَبْ
maka kamu berharap
ࣖ
﴿٨﴾
dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.
6098 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

7-8. Bila kamu telah menyelesaikan urusan dan kepentingan dunia,maka bersungguh sungguhlah dalam beribadah. Dan hanya kepada tuhanmu semata,berharaplah apa yang ada di sisi-Nya.

Sumber: https://tafsirweb.com/12840-surat-al-insyirah-ayat-8.html

Tafsir as-Sa'di

7-8. Selanjutnya Allah memerintahkan RasulNya pada asalnya dan kaum Mukminin setelahnya untuk bersyukur padaNya dan menunaikan kewajiban atas nikmat yang diberikan seraya berfirman, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” Artinya, bila kau telah usai mengerjakan urusanmu dan tidak tersisa sesuatu pun yang memberatkan di hatimu, maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah dan doa. “Dan hanya kepada Rabbmulah,” semata, “hendaknya kamu berharap,” yakni, besarkanlah harapanmu agar doamu dikabulkan dan janganlah seperti orang yang bermain-main seusai bekerja dan berpaling dari Rabb mereka dan berpaling dari mengingatNya sehingga kau akan menjadi orang merugi. Ada yang menafsirkan sebagai berikut, makna ayat ini adalah bila engkau selesai shalat dan setelah menyempurnakannya, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kau berharap dalam meminta apa yang kau inginkan.Orang yang bependapat demikian berdalil dengannya atas disyariatkannya berdoa dan berdzikir setelah shalat wajib. Waalahu a’lam.

Sumber: https://tafsirweb.com/12840-surat-al-insyirah-ayat-8.html

Tafsir Al-Wajiz

8. Dan hanya kepada Tuhanmu engkau menghadapkan doamu dan permohonanmu, dan jangan arahkan kecenderunganmu kepada selain Tuhanmu, karena hanya Dialah yang Maha berkuasa lagi Maha mengabulkan (doa)

Sumber: https://tafsirweb.com/12840-surat-al-insyirah-ayat-8.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-8 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1)) yaitu Kami telah melapangkan dadamu, yaitu Kami telah menjadikannya bercahaya, luas, dan lapang. sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam) (Surah Al-An'am: 125) Dan sebagaimana Allah melapangkan dada Rasulullah ﷺ, demikian pula Allah menjadikan syariatnya luas, lapang, toleran, dan mudah, tidak ada kesulitan, beban, dan kesempitan padanya.Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan firman Allah سبحانه وتعالى: (Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (1)) yaitu Allah melapangkan dadanya di malam Isra’, sebagaimana yang telah disebutkan dalam riwayat Malik bin Sha'sha'ah. Imam Turmuzi telah mengemukakannya di sini. Dan jika memang hal itu terjadi di malam Isra’ sebagaimana yang diriwayatkan Malik bin Sha'sha'ah, maka tidaklah bertentangan dengan pendapat itu, karena sesungguhnya akibat dari yang dilakukan terhadap dada beliau di malam Isra’, terjadi setelah dilapangkan oleh Allah سبحانه وتعالى secara maknawi juga.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu (2)) Semakna dengan firmanNya: (supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang) (Surah Al-Fath: 2) firman Allah: (yang memberatkan punggungmu (3)) dan kata “Al-inqadh” adalah suara.Beberapa ulama salaf berkata tentang firmanNya (yang memberatkan punggungmu (3)) yaitu bebannya memberatkanmu Firman Allah: (Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu (4)) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah “Aku tidak menyebut melainkan menyebutmu bersamaKu” yaitu dalam “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. Qatadah berkata bahwa Allah meninggikan penyebutan namanya di dunia dan akhirat. Maka tidak ada seorang khatib, tidak ada seorang yang membaca syahadat, dan tidak ada orang yang shalat melainkan mengucapkannya, yaitu,”Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6)) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya setelah kesulitan pasti ditemukan kemudahan, kemudian Dia menegaskan berita ini.Diriwayatkan dari Al-Hasan, dia berkata bahwa mereka berkata bahwa satu kesulitan tidak dapat mengalahkan dua kemudahan. Maknanya adalah karena “Al-'usr” ini dijadikan ma’rifat dalam dua keadaan dan itu merupakan bentuk mufrad, sedangkan “Al-yusr” itu dijadikan nakirah, sehingga berbilang. Oleh karena itu Rasulullah ﷺ bersabda,”Satu kesulitan tidak akan dapat mengalahkan dua kemudahan” yaitu firman Allah سبحانه وتعالى (Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6)) dan “Al’usr” yang pertama lain dengan yang kedua, sedangkan “Al-yusr” itu berbilang.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7) dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8)) yaitu apabila kamu menyelesaikan perkara-perkara dunia, kesibukannya dan kamu menyelesaikan semua yang berkaitan dengannya, maka bulatkanlah tekadmu untuk beribadah dan bangkitlah kepadanya dalam keadaan bersemangat. Ikhlaslah niatmu kepada Tuhanmu. Mujahid berkata tentang ayat ini, bahwa apabila kamu menyelesaikan perkara duniamu, lalu kamu berdiri untuk shalat, maka kerjakanlah shalatmu dengan sungguh-sungguh kepada Tuhanmu.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: Maka apabila kamu telah selesai, maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh, yaitu dalam berdoa. Zaid bin Aslam dan Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (Maka apabila kamu telah selesai) yaitu, dari melakukan jihad. (kerjakanlah dengan sungguh-sungguh) yaitu kerjakanlah ibadah (dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (8))

Sumber: https://tafsirweb.com/12840-surat-al-insyirah-ayat-8.html

Informasi

Surat

الإنشراح (Al-Insyirah)

Melapangkan — 8 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

8 dari 8 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 596

Ruku

Ruku 536

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 120 (239/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-6098 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-94