العلق (Al-'Alaq)
Per AyatMushaf
الَّذِيْ
yang
عَلَّمَ
Dia mengajar
بِالْقَلَمِۙ
dengan kalam
﴿٤﴾
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
6110 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
1-5. Bacalah (wahai nabi), apa yang diturunkan kepadamu, dengan mengawalinya dengan menyebut nama tuhanmu yang esa dalam penciptaan. Yang menciptakan manusia dari segumpal daging kental yang merah.Bacalah (wahai nabi) apa yang diturunkan kepadamu, sesungguhnya kebaikan tuhanmu banyak,kemurahan NYA melimpah, Yang mengajari makhluk Nya menulis dengan pena, Mengajari manusia apa yang belum diketahuinya, dan memindahkannya dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu.
Sumber: https://tafsirweb.com/12870-surat-al-alaq-ayat-4.html
Tafsir as-Sa'di
3-5. kemudian Allah berfirman, “Bacalah, dan Rabbmu-lah Yang Paling Pemurah,” yakni Yang banyak dan luas sifatNya, sangat pemurah dan baik, luas dermaNya yang di antaranya adalah mengajarkan berbagai macam ilmu dan “mengajar (manusia) dengan perantaraan pena.Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” allah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa pun dan Allah membuatkan pendengaran, penglihatan dan hati serta mempermudah baginya sebab-sebab ilmu. Allah mengajarkan al-Quran, al-Hikmah (hadist) dan mengajarkan melalui perantara pena yang dengannya berbagai ilmu terpelihara, hak-hak terjaga, dan menjadi utusan-utusan untuk manusia sebagai pengganti bahasa lisan mereka. Segala puji dan karunia hanya milik Allah semata yang diberikan pada para hambaNya yang tidak mampu mereka balas dan syukuri.Kemudian Allah menganugerahkan kecukupan dan keluasan rizki kepada mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/12870-surat-al-alaq-ayat-4.html
Tafsir Al-Wajiz
4-5. Dzat yang mengajarkan manusia menulis dengan pena, dan itu adalah kenikmatan yang agung dari Allah سبحانه وتعالى. Allah mengajarkan manusia dengan pena yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/12870-surat-al-alaq-ayat-4.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-5 Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata,”Permulaan wahyu yang disampaikan kepada Rasulullah ﷺ berupa mimpi yang benar dalam tidur, dan beliau tidak sekali-kali melihat suatu mimpi, melainkan datangnya mimpi itu bagaikan sinar pagi hari. Kemudian dijadikan bagi beliau menyendiri, dan beliau datang ke gua Hira, lalu melakukan ibadah di dalamnya selama beberapa malam yang berbilang dan untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian beliau pulang ke rumah Khadijah dan mengambil bekal lagi untuk melakukan hal yang sama, sampai beliau dikejutkan dengan datangnya wahyu saat di gua Hira.Malaikat yang membawanya masuk ke dalamnya menemui beliau, lalu berkata, "Bacalah!" Rasulullah ﷺ melanjutkan kisahnya, aku menjawabnya, "Aku bukanlah orang yang pandai membaca" Maka malaikat itu memegangku dan mendekapku sehingga aku kelelahan olehnya, setelah itu dia melepaskanku dan berkata lagi, "Bacalah!" lalu aku menjawab, "Aku bukanlah orang yang pandai membaca" Malaikat itu kembali mendekapku untuk kedua kalinya sehingga aku kelelahan, lalu melepaskan aku dan berkata, "Bacalah!" Aku menjawab, "Aku bukanlah orang yang pandai membaca" Malaikat itu kembali mendekapku untuk ketiga kalinya sehingga aku kelelahan, lalu dia melepaskan aku dan berkata: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan (1)) sampai dengan firmanNya: (apa yang tidak diketahuinya) Wahyu Al-Qur'an pertama yang diturunkan adalah ayat-ayat yang mulia dan diberkahi ini. Ayat-ayat ini merupakan permulaan rahmat Allah yang dia berikan kepada para hambaNya, dan merupakan nikmat yang pertama diberikan Allah kepada mereka. Di dalamnya terkandung peringatan atas asal mula penciptaan manusia, yaitu dari darah yang menempel.Dan bahwa di antara kemurahan Allah سبحانه وتعالى adalah Dia telah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak dia ketahui. Jadi Allah memuliakan dan menghormati manusia dengan ilmu. Dan itulah yang merupakah takaran yang membedakan antara nabi Adam dengan malaikat.Ilmu itu terkadang berada di hati, di lisan, dan terkadang di dalam tulisan tangan. Berarti ilmu itu mencakup tiga aspek, yaitu di hati, lisan, dan tulisan. Sedangkan yang di tulisan menunjukkan adanya penguasaan pada kedua aspek lainnya, tetapi tidak sebaliknya.Oleh karena itu Allah berfirman: (Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (3) Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam (4) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5))
Sumber: https://tafsirweb.com/12870-surat-al-alaq-ayat-4.html
Informasi
Surat
العلق (Al-'Alaq)
Segumpal Darah — 19 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
4 dari 19 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 597
Ruku
Ruku 538
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 120 (239/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-6110 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-96