العلق (Al-'Alaq)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
اِلٰى
kepada
رَبِّكَ
Tuhanmu
الرُّجْعٰىۗ
tempat kembali
﴿٨﴾
Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
6114 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
6-8. Benar, bahwa manusia melampaui batas-batas Allah. Manakala dia memiliki kekayaan.Maka hendaknya setiap orang yang melampaui batas menyadari bahwa tempat kembali adalah Allah, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan amalnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/12874-surat-al-alaq-ayat-8.html
Tafsir as-Sa'di
6-8. Tapi manusia karena kebodohan dan kezhalimannya bila melihat dirinya kaya, ia bertindak melampaui batas dan berbuat keji, sombing terhadap petunjuk dan lupa bahwa kepada Rabbnyalah ia “kembali” dan tidak takut akan pembalasan. Bahkan sampai pada kondisi meninggalkan petunjuk dan menyerukan orang lain untuk meninggalkannya, lalu melarang shalat yang merupakan amalan iman terbaik.
Sumber: https://tafsirweb.com/12874-surat-al-alaq-ayat-8.html
Tafsir Al-Wajiz
8. Sesungguhnya kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan pada hari kiamat untuk dihisab dan dibalas. Ar-Ruj’a adalah mashdar yang memiliki makna Ruju’ (kembali)
Sumber: https://tafsirweb.com/12874-surat-al-alaq-ayat-8.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 6-19 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang manusia, bahwa manusia itu adalah makhluk yang mempunyai kesenangan, kejahatan, keangkuhan, dan sikap melampaui batas jika dia melihat dirinya berkecukupan dan banyak hartanya. Kemudian Allah mengancam, memperingatkan, dan menasehatinya, jadi Dia berfirman: (Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu) (8)) yaitu hanya kepada Allahlah tempat kembali dan berpulang, lalu Dia akan mengadakan perhitungan terhadap hartamu dari manakah kamu menndapatkannya dan kemanakah kamu membelanjakannya? Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9) seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat (10)) Ayat ini diturunkan tentang dengan sikap Abu Jahal, semoga dia dilaknat oleh Allah.Dia mengancam Nabi ﷺ jika melakukan shalat di Baitullah. Maka Allah سبحانه وتعالى menasihatinya dengan cara yang paling, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran (11)) yaitu bagaimanakah menurut pendapatmu jika orang yang kamu larang ini berada di jalan yang Iurus dalam perbuatannya (Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? (12)) melalui ucapannya, sedangkan kamu menghardikn dan mengancamnya dari mengerjakan shalat? Oleh karena itu Allah berfirman: (Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14)) yaitu, tidakkah orang yang melarang orang yang mendapat petunjuk itu mengetahui bahwa Allah melihatnya dan mendengar pembicaraannya, dan kelak Dia akan membalas perbuatannya itu dengan balasan yang setimpal.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memperingatkan dan mengancam (Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti) yaitu jika dia tidak menghentikan perbuatannya yang selalu bermusuhan dan ingkar (niscaya Kami tarik ubun-ubunnya) yaitu sungguh Kami benar-benar akan memberinya tanda hitam pada hari kiamat. Kemudian Allah berfirman: ((yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka (16)) yaitu, ubun-ubun Abu Jahal yang pendusta dalam ucapannya dan durhaka dalam perbuatannya (Maka biarlah dia memanggil golongannya (17)) yaitu kaum dan kerabatnya, yaitu biarkan dia memanggil mereka untuk menolongnya (kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (18)) Mereka adalah malaikat azab, sehingga dia mengetahui siapakah yang menang, apakah golongan Kami atau golongan dia?Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ sering melakukan shalat di dekat maqam Ibrahim. Maka Abu Jahal bin Hisyam melewati beliau, lalu berkata, "Wahai Muhammad, bukankah aku telah melarangmu melakukan ini?” lalu dia memperingatkan beliau, lalu Rasulallah ﷺ bersikap keras dan memarahinya Ketahuilah. Lalu dia berkata,”Wahai Muhammad, apa yang kamu gunakan untuk mengancamku ini? demi Allah, sesungguhnya aku adalah penduduk lembah ini yang paling banyak pendukungnya" Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya) (17) kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (18)) Ibnu Abbas berkata bahwa seandainya Abu Jahal memanggil golongannya , sungguh saat itu juga malaikat azab akan mengambilnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya) yaitu, wahai Muhammad, janganlah patuh kepada orang yang melarang kamu melakukan ibadahmu, melainkan perbanyaklah dan teruskanlah sesukamu. Janganlah pedulikan dia, karena sesungguhnya Allahlah yang memeliharamu dan menolongmu, dan Dia akan memeliharamu dari gangguan orang lain (dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)) Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Imam Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Tempat yang paling dekat bagi seorang hamba kepada Tuhannya adalah saat dia sedang sujud, maka perbanyaklah berdoa”
Sumber: https://tafsirweb.com/12874-surat-al-alaq-ayat-8.html
Informasi
Surat
العلق (Al-'Alaq)
Segumpal Darah — 19 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
8 dari 19 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 597
Ruku
Ruku 538
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 120 (239/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-6114 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-96