العلق (Al-'Alaq)

Per AyatMushaf
نَاصِيَةٍ
umbun-umbun
كَاذِبَةٍ
pendusta
خَاطِئَةٍۚ
salah/durhaka
﴿١٦﴾
yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
6122 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

13-19. Apakah kamu tidak melihat bahwa orang yang melarang ini ternyata kafir dan berpaling dari apa yang dia diajak kepadanya? Tidakkah dia tahu bahwa Allah melihat segala yang dilakukannya? perkaranya tidak seperti yang disangka oleh abu jahal.Bila dia tidak menghentikan penentangan dan gangguannya,niscaya kami akan memegang bagian depan kepalanya dengan keras lalu dia dicampakkan kedalam api yang neraka, Ubun-ubunnya adalah ubun-ubun pendusta dalam ucapannya, salah dalam perbuatannya,maka dusta dan Nampak sudah padanya. Silahkan thaghut ini mendatangkan kaki tangannya yang akan membantunya. Kami akan mengundang malaikat-malaikat azab.Perkaranya tidak seperti yang dikira oleh Abu jahal. dia tidak akan menumpahkan keburukan atasmu (wahai rasul).jangan taati dia dalam apa yang dia minta kepadamu, yaitu meninggalkan shalat. Sujudlah kepada tuhanmu, mendekatlah kepada Nya dengan melakukan perintah Nya dan mentaati Nya.

Sumber: https://tafsirweb.com/12882-surat-al-alaq-ayat-16.html

Tafsir as-Sa'di

15-16. Kemudian Allah mengancam bila ia terus menerus berada dalam kondisinya seraya berfirman “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti” dari perbuatannya, “niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,” yakni Kami akan mencabut ubun-ubunnya secara kasar, dan memang demikian halnya, karena ia adalah “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka”; berdusta dalam perkataannya dan durhaka dalam perbuatannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/12882-surat-al-alaq-ayat-16.html

Tafsir Al-Wajiz

15-16. {Kalla}, untuk mencegah orang yang melarang itu, dan seharusnya dia mengendalikan (dirinya). Jika Allah tidak menahan diri karena dia menyakiti utusan kami yaitu Muhammad ﷺ, sungguh kami akan benar-benar menggenggam ubun-ubunnya dan melemparnya ke neraka. Ubun-ubun adalah ujung rambut kepala.Yaitu ubun-ubun seorang pendusta dan pendosa, maknanya adalah orang yang berbuat dosa

Sumber: https://tafsirweb.com/12882-surat-al-alaq-ayat-16.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 6-19 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang manusia, bahwa manusia itu adalah makhluk yang mempunyai kesenangan, kejahatan, keangkuhan, dan sikap melampaui batas jika dia melihat dirinya berkecukupan dan banyak hartanya. Kemudian Allah mengancam, memperingatkan, dan menasehatinya, jadi Dia berfirman: (Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu) (8)) yaitu hanya kepada Allahlah tempat kembali dan berpulang, lalu Dia akan mengadakan perhitungan terhadap hartamu dari manakah kamu menndapatkannya dan kemanakah kamu membelanjakannya? Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang (9) seorang hamba ketika dia mengerjakan shalat (10)) Ayat ini diturunkan tentang dengan sikap Abu Jahal, semoga dia dilaknat oleh Allah.Dia mengancam Nabi ﷺ jika melakukan shalat di Baitullah. Maka Allah سبحانه وتعالى menasihatinya dengan cara yang paling, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran (11)) yaitu bagaimanakah menurut pendapatmu jika orang yang kamu larang ini berada di jalan yang Iurus dalam perbuatannya (Atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? (12)) melalui ucapannya, sedangkan kamu menghardikn dan mengancamnya dari mengerjakan shalat? Oleh karena itu Allah berfirman: (Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya? (14)) yaitu, tidakkah orang yang melarang orang yang mendapat petunjuk itu mengetahui bahwa Allah melihatnya dan mendengar pembicaraannya, dan kelak Dia akan membalas perbuatannya itu dengan balasan yang setimpal.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memperingatkan dan mengancam (Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti) yaitu jika dia tidak menghentikan perbuatannya yang selalu bermusuhan dan ingkar (niscaya Kami tarik ubun-ubunnya) yaitu sungguh Kami benar-benar akan memberinya tanda hitam pada hari kiamat. Kemudian Allah berfirman: ((yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka (16)) yaitu, ubun-ubun Abu Jahal yang pendusta dalam ucapannya dan durhaka dalam perbuatannya (Maka biarlah dia memanggil golongannya (17)) yaitu kaum dan kerabatnya, yaitu biarkan dia memanggil mereka untuk menolongnya (kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (18)) Mereka adalah malaikat azab, sehingga dia mengetahui siapakah yang menang, apakah golongan Kami atau golongan dia?Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ sering melakukan shalat di dekat maqam Ibrahim. Maka Abu Jahal bin Hisyam melewati beliau, lalu berkata, "Wahai Muhammad, bukankah aku telah melarangmu melakukan ini?” lalu dia memperingatkan beliau, lalu Rasulallah ﷺ bersikap keras dan memarahinya Ketahuilah. Lalu dia berkata,”Wahai Muhammad, apa yang kamu gunakan untuk mengancamku ini? demi Allah, sesungguhnya aku adalah penduduk lembah ini yang paling banyak pendukungnya" Maka Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya) (17) kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah (18)) Ibnu Abbas berkata bahwa seandainya Abu Jahal memanggil golongannya , sungguh saat itu juga malaikat azab akan mengambilnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya) yaitu, wahai Muhammad, janganlah patuh kepada orang yang melarang kamu melakukan ibadahmu, melainkan perbanyaklah dan teruskanlah sesukamu. Janganlah pedulikan dia, karena sesungguhnya Allahlah yang memeliharamu dan menolongmu, dan Dia akan memeliharamu dari gangguan orang lain (dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)) Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Imam Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Tempat yang paling dekat bagi seorang hamba kepada Tuhannya adalah saat dia sedang sujud, maka perbanyaklah berdoa”

Sumber: https://tafsirweb.com/12882-surat-al-alaq-ayat-16.html

Informasi

Surat

العلق (Al-'Alaq)

Segumpal Darah — 19 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

16 dari 19 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 597

Ruku

Ruku 538

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 120 (239/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-6122 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-96