البيّنة (Al-Bayyinah)
Per AyatMushaf
لَمْ
tidak
يَكُنِ
ada
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
مِنْ
dari
اَهْلِ
ahli
الْكِتٰبِ
kitab
وَالْمُشْرِكِيْنَ
dan orang-orang musyrik
مُنْفَكِّيْنَ
melepaskan/meninggalkan
حَتّٰى
sehingga
تَأْتِيَهُمُ
datang kepada mereka
الْبَيِّنَةُۙ
bukti nyata
﴿١﴾
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
6131 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang kafir dari kalangan Yahudi, Nashrani dan kaum musyrikin tidak akan meninggalkan kekafiran mereka hingga kamu datang kepada mereka dengan tanda yang dijanjikan kepada mereka pada kitab-kitab terdahulu.
Sumber: https://tafsirweb.com/12917-surat-al-bayyinah-ayat-1.html
Tafsir as-Sa'di
1. Allah berfirman, “Orang-orang kafir dari ahli kitab,” yakni dari kalangan Yahudi dan Nasrani, “dan orang-orang musyrik,” dari segenap umat, “tidak akan meninggalkan” kekufuran dan kesesatan mereka.Artinya, mereka senantiasa berada dalam kesesatan. Tidaklah waktu berlalu melainkan mereka semakin kufur, “sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,” yakni bukti yang jelas.
Sumber: https://tafsirweb.com/12917-surat-al-bayyinah-ayat-1.html
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan surah: Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Tirmidzi dan An-Nasa’I mengatakan dari Anas bin Malik, Rasulallah ﷺ bersabda kepada Ubay bin Ka’b: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan ayat ini kepadamu {lam yakunilladziina kafaruu min ahlil kitaab} [QS Al-Bayyinah 98/1]” lalu dia bertanya: ”Apakah Allah menyebut namaku kepadamu?” kemudian Rasul menjawab: ”Benar” maka menangislah Ubay. 1-2. Tidaklah orang-orang kafir dari ahli kitab yang terdiri dari kaum Yahudi, Nasrani, Shabi’ dan orang-orang musyrik, yaitu penyembah berhala-berhala itu, akan berhenti dari kekafiran mereka. Mereka adalah orang-orang yang ditinggalkan tanpa bimbingan menuju kebenaran sampai datang kepada mereka dalil nyata yang menjelaskan tentang kebenaran, yaitu Al-Qur’an atau Rasulallah Muhammad ﷺ.Maknanya adalah bahwa kami tidak meninggalkan mereka kecuali penjelasan dalil itu telah sampai kepada mereka untuk mencegah mereka yang hendak tidak mempercayai hari kiamat. Dan huruf {min} pada firmanNya {min ahli} adalah sebagai penjelas
Sumber: https://tafsirweb.com/12917-surat-al-bayyinah-ayat-1.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-5 Adapun Ahli Kitab adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, sedangkan orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala dan api, dari kalangan bangsa Arab maupun non-Arab. Mujahid mengatakan bahwa mereka tidak mau (berhenti) yaituberhenti sampai jelas kebenaran jelas bagi mereka. Demikian juga dikatakan Qatadah: (sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata) yaitu Al-Qur'an ini.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka,) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata (1)) Kemudian bukti yang nyata ditafsirkan dengan firmanNya: ((yaitu) seorang rasul dari Allah yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (2)) yaitu nabi Muhammad ﷺ dan kitab yang dibacanya, yaitu Al-Qur'an yang agung, yang ditulis di kalangan para malikat di dalam lembaran-lembaran yang disucikan, sebagaimana firmanNya: (di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (13) yang ditinggikan lagi disucikan (15) di tangan para penulis (malaikat) (15) yang mulia lagi berbakti (16)) (Surah 'Abasa) Firman Allah: (di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (3)) Ibnu Jarir berkata bahwa di dalam lembaran-lembaran yang disucikan itu terdapat kitab-kitab dari Allah yang berharga. adil, dan lurus.Tidak ada suatu kesalahan di dalamnya karena dari sisi Allah سبحانه وتعالى. Qatadah berkata tentang firmanNya: ((yaitu) seorang rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (2)) Al-Qur'an disebutkan dengan sebutan yang terbaik dan dipuji dengan pujian yang paling baik. Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (3)) yaitu yang lurus dan pertengahan.Firman Allah: (Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata (4)) sebagaimana firmanNya: (Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (105)) (Surah Ali Imran) yaitu menceritakan keadaan Ahli Kitab dari kalangan umat terdahulu. setelah Allah menegakkan hujjah dan bukti terhadap mereka, maka mereka tercerai-berai dan berbeda tentang tafsirr yang dimaksud Allah di dalam kitab-kitab mereka.Maka mereka tercerai-berai dan menjadi banyak, Firman Allah: (Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama) sebagaimana firmanNya: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (25)) (Surah Al-Anbiya’) Oleh karena itu Allah berfirman, “Dengan lurus” yaitu menyimpang dari kemusyrikan dan menuju kepada tauhid, sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut”) (Surah An-Nahl: 36) Telah disebutkan makna hanif dalam surah Al-An'am sehingga tidak perlu diulangi lagi di sini. (dan supaya mereka mendirikan shalat) yaitu ibadah badan yang paling mulia (dan menunaikan zakat) yaitu memberikan kebaikan kepada orang-orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan (dan yang demikian itulah agama yang lurus) yaitu agama yang tegak dan adil, yaitu umat yang lurus dan pertengahan.
Sumber: https://tafsirweb.com/12917-surat-al-bayyinah-ayat-1.html
Informasi
Surat
البيّنة (Al-Bayyinah)
Bukti Nyata — 8 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
1 dari 8 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 598
Ruku
Ruku 540
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 120 (239/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-6131 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-98